Foto Selengkapnya
Perjalanan 10 jam dari Lampung Barat ke Bengkulu masih terbayang-bayang di kepala saya. Saya dan rekan-rekan setim menyisir jalan Lintas Barat Sumatera. Mulai dari Krui, Lampung Barat, hingga Kota Bengkulu. Lebih dari 245 km kami tempuh.
Capek dan penat. Itu yang saya rasakan. Apalagi sehari sebelumnya saya belajar main selancar. Badan saya pegal-pegal. Kondisi jalanan yang berkelok-kelok, menanjak, menurun, menikung, dan kadang bergelombang, membuat saya sadar diri. Tubuh saya memiliki batas pertahanannya.
Tapi, saya tidak ingin curhat tentang itu. Seorang petualang sejati tidak akan mengeluhkan hal-hal semacam itu. Sebab, ini bagian dari konsekuensi. Orang akan lebih tertarik pada pengalaman apa yang didapat selama bertualang tersebut.
Sebuah gagasan lantas mencuat di pikiran saya. Saya menulis di Twitter: 'Hutan dan lautan bercumbu di jalan aspal. Kami saksikan langsung perkawinan silang itu di Lemong, Lampung Barat'. Saya pun menyambungnya dengan menulis di Facebook: ''Hutan dan lautan bertemu di jalan aspal. Hutan menawarkan karet, damar, kopi, rotan, dan kayu. Lautan menawarkan rumput laut, ikan, terumbu karang, dan energi gelombang. Aspal sebagai saksi perjalanan mereka untuk kebutuhan niaga. Hei, siapa sih yang tak iri dengan kekayaan Indonesia?"
Ya, sepotong kecil dari kekayaan luar biasa yang dimiliki Indonesia saya temukan di Lemong. Itu pun berlanjut hingga memasuki Kabupaten Bengkulu Selatan. Hutan-hutan sawit di sebelah kanan bersanding dengan pantai-pantai panjang tepi barat di sebelah kiri kami.
Indonesia kaya. Kaya sekali. Inilah klaim yang saya dapatkan selama ini. Tapi, sekaya apa sih? Buktinya terhampar di depan mata saya. Dan, saya mengamini lirik lagu 'Kolam Susu' yang diciptakan oleh Koes Plus.
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman...
Inilah berkah. Berkah untuk tanah yang tidak semua bangsa memilikinya. Hanya Indonesia - sang penjaga zamrud khatulistiwa - saja yang punya.
Lantas, jika orang-orang luar saja cemburu dengan berkah yang dilimpahkan untuk Indonesia, apakah kita sudah menjaga api cemburu itu? Mencemburui mereka yang telah tega membegal harta karun kita.
Komentar (0 Komentar)
Cari Penawaran Terbaik di Sini
-
Rp 3,253.000
-
Rp 2,844.000
Peringkat Grup Petualang
-
#1
Jumlah vote : 5391
-
#2
Jumlah vote : 3962
-
#3
Jumlah vote : 2238
-
#4
Jumlah vote : 2188
-
#5
Jumlah vote : 1415
Jurnal Petualang Favorit
Jurnal Petualang Lainnya
-
Dan Pemenangnya Adalah...
Oleh: Aku Cinta Indonesia
4 komentar
-
Masjid Agung Palembang: 263 Tahun Merentang Zaman
Oleh : Lalu Abdul Fatah- Sumatera 3
35 komentar
-
Cerita Tentang Triton dan Irish
Oleh : Yakub Hari Kristianto- Papua 2
10 komentar

