Patung monumen Bung Karno di Ende

Foto Selengkapnya

Kami tiba di Ende, sebuah kota kecil di selatan Flores. Kota yang saya rasa mempunyai nilai sejarah pada saat masuk ke kotanya.Dilihat dari bentuk bangunan berbekas masa penjajahan Belanda dan suasana jalan.

Setelah makan siang disebuah resto, kami melanjutkan jalan menuju penginapan, selama perjalanan tiba-tiba saya melihat sebuah bangunan kuno dan mempunyai papan yang bertuliskan situs bekas rumah pengasingan Bung Karno. Dengan sigap saya turun untuk dapat masuk ke rumah yang hanya berukuran kira-kira 9 x 18 meter persegi, dengan taman yang cukup luas. Dengan hanya membayar Rp. 2,500 kami dapat melihat-lihat keadaan rumah tersebut. dengan keterangan singkat dari bapak Syafruddin, kita dapat melihat barang-barang yang pernah dipakai oleh Bung Karno pada saat pengasingan dari tahun 1934-1938.

Yang membuat saya lebih tertarik adalah pada saat bapak Syafruddin menceritakan bahwa hampir setiap hari beliau suka berjalan-jalan dan merenung di lapangan Perse yang menghadap ke laut di jalan Soekarno yang sekarang menjadi taman renungan Bung Karno. tahukah anda, pada saat Bung Karno merenung, ia melihat sebuah pohon sukun yang mempunyai akar 5 cabang yang konon menjadi sebuah inspirasi beliau untuk membuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara kita.

Seketika itu, saya pun ikut merenung sambil melihat matahari terbenam di laut lepas untuk mencari inspirasi untuk kejayaan di sisa umur saya. Dan akhir kata, saya yakin kita sebagai bangsa Indonesia akan lebih berjaya di kemudian hari bila kita dapat merenung sesaat untuk kebaikan diri kita masing-masing. Merdeka!

Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Cari Penawaran Terbaik di Sini

    Peringkat Grup Petualang

    Selengkapnya

    Jurnal Petualang Lainnya