Foto Selengkapnya
Empat hari kami habiskan sisa perjalanan ACI di Sumba. Di waktu yang mepet ini terlalu banyak keindahan Sumba yang harus dilihat.
Dari Ende kami tiba jam 1 pagi di pelabuhan Waingapu menggunakan KM Awu. Kebetulan teman sekamar saya, 2 orang ibu orang Waingapu asli, berbaik hati mau mengantarkan Tim NTT 1 mencari hotel. Soalnya kata Ibu Halida saat dini hari angkutan mematok harga yang sangat mahal pada pendatang.
Lintas darat Sumba dimulai! Bermodalkan sewa motor Rp80.000,00 untuk seharian kami pergi ke Kampung Raja di daerah Prailiu yang jauhnya 2 km dari tengah kota.
Perjalanan dilanjutkan ke Pantai Walakiri lewat Texas. Lho kok lewat Texas? Ya, karena sepanjang perjalanan kami menemui pemandangan tandus mirip di Texas, Amerika.
Setelah itu kami menempuh perjalanan sekitar 3,5 jam ke Waikabubak dengan mobil travel. Esok paginya kami ke Kampung Waitabar dan Tarung, 2 kampung megalitik yang terletak di Jln. Ahmad Yani. Pintu masuk ada 2, bisa dari atas bukit yaitu Kampung Tarung atau dari bawah yaitu Kampung Waitabar. Sisihkan 2 jam untuk berjalan kaki memutari kampung.
Kami memilih sewa mobil biar bisa berhenti saat melihat pemandangan bagus yang terlalu indah untuk dilewatkan. Kebetulan saat lewat di daerah Rajak, upacara Tunu (syukuran rumah baru) sedang diadakan. Kami pun turun untuk foto-foto.
Lalu kami berhenti di Hoba Kalla, padang rumput hijau tempat festival Pasola berlangsung bulan Februari. Lalu lanjut ke Pantai Kerewe yang biasa dikunjungi peselancar mancanegara. Mengejar sunset, supir kami membawa kami ke Pantai Marosi yang juga terkenal akan ombaknya. Setelah itu kami menginap di Nautil Resort yang dikelola orang Perancis dengan harga Rp600.000 per malam memang sebanding dengan nyamannya tempat yang ditawarkan. Panasnya Sumba membuat kami tergiur saat melihat kolam renang hotel. Jadilah tim NTT 1 melewatkan malam sambil berenang di bawah terang bintang.
Esoknya menuju Tambolaka melewati Mamodu. Bukit tinggi dengan pemandangan yang cantik. Dari Tambolaka kami menyewa ojek untuk pergi ke Pantai Kita yang waktu tempuh cuma 15 menit dari tengah kota. Pantai dengan gradasi warna biru yang cantik ini akan jadi pusat pariwisata Sumba dalam 2 tahun mendatang. Saat perjalanan pulang kami mampir sebentar di Perkebunan Mete untuk menonton matahari senja yang sedang pamit bersamaan dengan pamitnya tim NTT 1 dari perjalanan ACI 2011.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
-
Rp 472.000
-
Rp 2,763.000
Peringkat Grup Petualang
-
#1
Jumlah vote : 5391
-
#2
Jumlah vote : 3962
-
#3
Jumlah vote : 2238
-
#4
Jumlah vote : 2188
-
#5
Jumlah vote : 1415
Jurnal Petualang Favorit
Jurnal Petualang Lainnya
-
Dan Pemenangnya Adalah...
Oleh: Aku Cinta Indonesia
3 komentar
-
Masjid Agung Palembang: 263 Tahun Merentang Zaman
Oleh : Lalu Abdul Fatah- Sumatera 3
35 komentar
-
Cerita Tentang Triton dan Irish
Oleh : Yakub Hari Kristianto- Papua 2
10 komentar

