jejeran saung yang disewakan di Pantai Bosnik

Foto Selengkapnya

Pulau Biak, sebuah pulau kecil di bagian utara Provinsi Papua, dikelilingi oleh banyak pantai indah. Masing-masing pantai yang terletak di Biak Utara, Selatan, Timur, dan Barat memiliki karakter pantai yang berbeda. Kami tidak mempunyai cukup waktu untuk berkunjung ke masing-masing pantai dari setiap bagian Kota Biak, namun menurut informasi yang saya dapatkan dari catatan perjalanan beberapa orang, pantai di Biak Timur lah yang mempunyai jenis pantai dengan pasir putih dan air laut yang bening. Maka, meluncurlah kami ke Pantai Bosnik, yang terletak sekitar 10 km dari Biak Kota menuju ke Biak Timur.

Perjalanan dari Biak Kota menuju Pantai Bosnik dapat ditempuh selama kurang lebih 45 menit dengan menggunakan mobil. Jangan bayangkan supir-supir di Papua, termasuk Biak, akan menyetir dengan kecepatan normal layaknya di kota besar. Di Papua, para supir yang akan berkendara ke daerah pinggiran (bukan berkendara di dalam kota), mereka cenderung akan berjalan dengan sangat santai dan cenderung pelan.

Ketika ditanya, Pak Yanto supir kami menjelaskan bahwa mereka harus menyetir dengan pelan, karena khawatir tiba-tiba terdapat hewan yang melintasi jalan, khususnya anjing atau babi. Para supir akan berkendara dengan hati-hati jangan sampai menabrak kedua hewan tersebut, karena apabila mereka menabrak anjing atau babi, mereka diharuskan untuk membayar ganti rugi kepada pemilik hewan.

Besarnya ganti rugi, jika hewan berjenis kelamin betina, maka dihitung dari banyaknya puting susu, sementara jika hewannya berkelamin jantan, maka harus dihitung dari jumlah puting susu induknya. Jumlah besaran ganti rugi juga akan berbeda jika si pengendara adalah orang asli Papua dengan mereka yang merupakan orang pendatang, tentunya mereka yang pendatang akan membayar lebih mahal jika mereka menabrak anjing atau babi. Jadilah perjalanan kami siang itu pelan dan santai, maklum, Pak Yanto adalah jawa asli, pendatang yang lalu menetap di Biak.

Pantai Bosnik menawarkan pantai sepi, air tenang dan bening, serta landai dan berpasir putih halus. Menghadap ke pantai, terdapat saung-saung berjejer yang memang disewakan bagi para pengunjung dengan biaya Rp 50.000/saung, untuk waktu yang tidak terbatas. Terdapat pula 3 buah kamar mandi umum bagi para pengunjung yang ingin bilas dan berganti baju. Kamar mandinya seadanya, airnya pun tidak mengalir. Kami pun langsung berenang di pantai. Beberapa anak kecil siang itu berenang di pantai menggunakan ban hitam besar yang dapat disewa dengan biaya Rp 10.000/ban untuk waktu yang tidak terbatas.

Pak Yanto sambil menunggu kami berenang rupanya berinisiatif membeli sirup cocopandan dan susu kental manis di warung sekitar Pantai Bosnik. Beliau lalu meminta ibu-ibu penjual kelapa untuk dapat membuat es kelapa muda sirup susu. Kelapa muda dapat dibeli dengan harga Rp 5.000/buah. Si ibu lalu menyiapkan es kelapa muda sirup susu untuk kami minum sore itu. Kegiatan kami sepanjang sore hanya berenang di pantai, tidur-tiduran di saung dan minum es kelapa muda sirup susu sampai kembung. Selepas matahari tenggelam, kami pun meninggalkan Pantai Bosnik dan kembali ke Biak Kota.

 

 

Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Cari Penawaran Terbaik di Sini

    Peringkat Grup Petualang

    Selengkapnya

    Jurnal Petualang Lainnya