oleh: Giffarin Rindiwandana - NTT 2

"Baleo, Baleo!" teriakan tersebut terdengar apabila penduduk Lamalera melihat seekor Paus melintasi desa mereka. Desa yang terletak di selatan Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur ini mungkin adalah desa terakhir di dunia yang dimana manusia masih memburu Paus menggunakan tangan, hanya dengan bersenjatakan bambu yang berujung tombak harpoon. 

Desa ini berhasil memburu sekitar 15 sampai 25 Sperm atau Pilot Whales setiap tahunnya. Apabila mereka tidak melihat Paus, maka mereka bisa memburu Lumba-Lumba. Anda bisa mengikuti perburuan ini dengan biaya Rp 100.000,- tetapi bersiaplah menyaksikan petualangan yang brutal dan penuh dengan darah Paus. Hati-hati mungkin juga perahu yang anda tumpangi bisa terbalik atau tertarik Paus ke dalam lautan.

Untuk cerita lengkapnya anda bisa baca di artikel saya, Giffarin Rindiwandana, yang berjudul "Berburu Paus Lamalera"

Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Cari Penawaran Terbaik di Sini

    Peringkat Grup Petualang

    Selengkapnya

    Jurnal Petualang Lainnya