Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 20 Jan 2013 13:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mengintip Gunung Kelud, Si Cantik yang Sedang Tertidur

Reza Amrullah
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Puncak Gajah Mungkur dan puncak Kelud
Puncak Gajah Mungkur dan puncak Kelud
detikTravel Community - Di Jawa Timur, ada gunung api aktif namun memiliki lanskap menarik. Meski masih aktif, Gunung Kelud memiliki lanskap indah yang tak bisa dilewatkan begitu saja.

Kelud, nama sebuah gunung berapi di Jawa Timur. Tercatat pernah beberapa kali terjadi erupsi. Bahkan sampai menimbulkan kerugian besar yang menimpa Kabupaten Kediri, Blitar dan Tulungagung.

Erupsi terakhir terjadi pada bulan Oktober 2007. Letusan yang tidak besar namun meninggalkan bekas berupa anak gunung. Setelah itu Kelud tertidur.

Kawasan Wisata Gunung Kelud berada pada wilayah administratif Kabupaten Kediri. Udara di kawasan ini sangat sejuk karena berada pada ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut.

Gunung Kelud memiliki tiga puncak, yaitu Puncak Gajah Mungkur di sisi barat, Puncak Kelud di sisi timur laut dan Puncak Sumbing di sisi selatan. Panorama alam di sekitarnya sangat bagus. Pemandangan matahari terbit di kawasan ini memiliki keunikan yaitu dengan bias pelangi di sekeliling bola matahari.

Di kawasan wisata Gunung Kelud terdapat beberapa obyek wisata. Ada pemandangan matahari terbit dari Puncak Gajah Mungkur, Wisata Malam Anak Gunung Keludm, juga ada tempat aliran air panas.

Untuk bisa menikmati obyek wisata di kawasan ini diperlukan kaki yang kuat untuk menempuh banyak anak tangga. Mendaki ke Puncak Gajah Mungkur, pengunjung harus mendaki 492 buah anak tangga. Sedangkan untuk ke aliran air panas kurang lebih ada 1.000 buah anak tangga.

Aliran air panas ini mengandung belerang. Biasanya wisatawan yang datang sekadar merendam kaki untuk menghilangkan pegal-pegal. Namun, pengunjung harus jeli untuk memilih tempat yang airnya tidak terlalu panas.

Mencapai kawasan wisata Gunung Kelud hanya ada satu jalur, yaitu melalui Kecamatan Ngacar, Kediri. Berjarak sekitar 27 kilometer dari pusat kota Kediri.

Jalan mencapai kawasan wisata Gunung Kelud cukup mulus meskipun sempit. Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat melihat pemandangan indah berupa ladang, lembah, dan bukit hijau. Nanas adalah tanaman yang paling dominan di sepanjang perjalanan.

Untuk memasuki kawasan, pengunjung akan dikenakan tarif sebesar Rp 8.000 pada hari biasa dan Rp 10.000 pada hari libur. Sedangkan tarif masuk kendaraan adalah sebesar Rp 1.000 untuk sepeda motor dan Rp 2.000 untuk mobil.

Penginapan berupa guest house banyak terdapat di Desa Kepung, Kecamatan Ngancar. Tarifnya berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 150.000. Selain itu, di kawasan terdapat sebuah aula besar yang umumnya digunakan untuk menginap bagi para low-budget-traveler.

Setiap tanggal 23 Suro, penanggalan Jawa, selalu diadakan upacara Arung Sesaji yang merupakan simbol penolak bala Condro Sengkolo. Acara ini konon bertujuan sebagai penghargaan masyarakat kepada Lembu Suro, "penguasa" Gunung Kelud yang cintanya ditolak oleh Dyah Ayu Pusparini Dewi Sekartaji, putri dari Kerajaan Brawijaya.

Semakin jauh, perjalanan mendekati kawasan wisata semakin curam dan berkelok. Bunyikanlah klakson setiap kali akan melalui tikungan atau menjelang puncak pendakian untuk memberitahu pengendara dari arah berlawanan.

Suhu udara di kawasan Gunung Kelud berkisar antara 5 hingga 20 derajat Celcius. Pakaian tebal dan penutup kepala merupakan hal yang wajib untuk mengantisipasi udara dingin. Siapkan juga sandal gunung ataupun sepatu ringan untuk mendaki anak tangga.

Skenario anjuran untuk menikmati kawasan wisata Gunung Kelud adalah, datang di sore hari untuk menikmati pemandangan matahari terbenam. Di malam hari pengunjung dapat menyaksikan Anak Gunung Kelud bermandi cahaya lampu.

Pengunjung dapat menginap di aula. Berangkat ke Puncak Gajah Mungkur pada pukul 04.00 untuk menyaksikan pemandangan matahari terbit. Setelah puas menikmati pemandangan, pengunjung dapat turun ke aliran air panas.

Warung-warung di sekitar lokasi parkir menyediakan berbagai penganan untuk sarapan. Di perjalanan pulang, pengunjung dapat mampir untuk menikmati kuliner khas, yaitu sate bekicot. Harganya sangat murah, hanya Rp 15.000 untuk 50 tusuk.

Ini tips bagi para pecinta foto. Untuk mengambil foto landscape, gunakanlah tripod agar mendapatkan hasil maksimal. Gunakanlah shutter speed minimal 1/2000 sec dengan lens aperture f/4.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Raja Ampat Ala Sulawesi Nih

Minggu, 30 Apr 2017 12:55 WIB

Sombori berada di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Pulau-pulau karang di sana memiliki pemandangan yang tidak kalah dengan Raja Ampat.

Wisata Halal Indonesia, Boleh Juga

Minggu, 30 Apr 2017 11:15 WIB

Mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata halal, Indonesia tampaknya sudah mencuri perhatian dunia. Suatu langkah yang patut diapresiasi dan harus dimanfaatkan.

Aceh Terus Incar Turis Malaysia

Minggu, 30 Apr 2017 10:25 WIB

Kunjungan turis Malaysia ke Aceh terus meningkat. Disbudpar Aceh pun terus mencoba untuk mendatangkan lebih banyak turis asal Negeri Jiran itu.

Sangalaki, Si Cantik dari Derawan

Minggu, 30 Apr 2017 08:50 WIB

Kepulauan Derawan di Kaltim memiliki banyak pulau kecil. Salah satunya Sangalaki, yang pantainya berpasir putih dan ada penangkaran penyu. Cantik sekali!