Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 19 Nov 2013 10:07 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Bersafari Nggak Usah ke Afrika, ke Baluran Saja!

April
detikTravel Community
Foto 5 dari 5
spot wajib para traveler
spot wajib para traveler
detikTravel Community - Alam rimba ala Afrika di Baluran, Jatim begitu memesona dan tentu traveler ingin bersafari langsung di tengah hutan. Sunrise di Pantai Bama di Baluran pun tak kalah memikat, belum lagi alam bawah lautnya sungguh dahsyat.

Bersafari di padang rumput luas atau savana tidak hanya bisa dilakukan di Afrika saja lho. Di Indonesia tepatnya ujung timur pulau Jawa memiliki wilayah paling tandus dengan hamparan savana seluas 67,8 hektar, demikian dari situs TN Baluran.

Berbekal informasi dari Google dan komunikasi intensif dengan petugas Taman Nasional Baluran yang luar biasa ramah. Selama 3 bulan, akhirnya terjamah sudah Baluran yang dikenal dengan sebutan 'Africa van Java' dan memiliki slogan 'Complete your Adventure'.

Benar sekali, di Baluran semuanya masih sangat natural. Rumput-rumput yang dibiarkan tumbuh liar. Kawanan kera-kera mulai dari yang berbadan kecil sampai yang besar. Ada juga burung merak yang dengan cueknya berjalan hilir mudik tanpa rasa takut.

Selain itu banyak aneka jenis burung dan gerombolan kijang. Jika beruntung, bisa bertemu dengan banteng baluran yang jadi maskot di wilayah ini. Konon kalau tidak lagi musim kemarau panjang, sang banteng memilih bersembunyi di dalam hutan.

Oh iya, info buat kalian yang mau ke Baluran, bagusnya datang kesana sekitar bulan Agustus. Karena musimnya lagi panas, jadi suasana Afrikanya sangat lebih terasa.

Di Baluran kami menginap di wisma Bekol. Jangan berharap spring bed ala hotel bintang lima dengan fasilitas AC dan kamar mandi di dalam ya. Dari awal masuk aja sudah dikasih clue lewat papan wisata 'complete your adventure'.

Jadi, malam itu dilalui dengan tempat tidur single bed yang menurut saya sih cukup nyaman. Jujur bayangan awal justru lebih buruk dari apa yang didapat, mengingat tarifnya murah sekali, silahkan cek saja ya di web TN Baluran.

Oh iya, buat informasi, listrik mulai dipadamkan pukul 17.00 WIB dan baru akan dinyalakan kembali pukul 07.00 WIB. Jadi hemat-hemat baterai handphone dan kamera ya. Tapi kalau kepepet amat, bisa ikut numpang charging HP dan kamera di kantor Baluran yang berjarak hanya 10 langkah dari wisma.

Cuma kantor saja yang pakai genset, lainnya mati total bahkan ke toilet pun harus bawa senter. Jangan lupa untuk selalu menutup pintu dan jendela karena kera-kera kerap datang berkunjung ke wisma.

Aktivitas yang bisa dilakukan di Baluran tidak hanya safari track dan bird watching saja. Kegiatan yang paling seru itu menunggu sunrise di Pantai Bama yang indahnya terpampang nyata di hadapan mata. Subhanallah!

Pukul 04.00 WIB adalah waktu yang tepat untuk menanti sang fajar keluar dari ufuk timur. Dimulai dengan semburat warna jingga hingga sang matahari menampakan dirinya secara bulat utuh berwarna kuning keemasan. Semua terpana menyaksikan kebesaran Illahi.

Ini sunrise terbaik yang pernah saya saksikan sepanjang hidup, sungguh! Selepas sunrise mengeksplore hutan bakau di sekitar Pantai Bama juga mengasyikan. Buat penggemar fotografi puas banget dengan spot-spot natural yang indah di sini.

Puas menjelajah hutan bakau, dengan menyewa perahu kami pergi ke tengah laut untuk snorkeling. Subhanallah! Lagi-lagi terpana dengan keindahan alam bawah laut di Bama. Aneka jenis ikan berwarna warni hilir mudik ke sana kemari, terumbu karang juga nampak cantik sekali.

Salah satu jenis ikan favorit saya Clown Fish atau yang dikenal dengan ikan nemo. Nampak terlihat jelas sekali sedang bermain-main ditengah terumbu karang. Tanpa sadar saya sudah berenang menjauh dari perahu. Rasanya masih ingin terus snorkeling sampai keling.

Tapi mengingat jadwal masih padat menanti keinginan pribadi terpaksa ditahan dulu. Sebelum meninggakan Baluran, kami sempatkan berfoto di spot paling favorit bagi setiap pengunjung. Dengan latar jejeran tengkorak kepala sapi dan gunung Baluran yang gagah menjulang spot ini jadi tempat wajib untuk para petualang membuat pernyataan "I was here".

2 hari 1 malam usai sudah petualangan kecil kami di Baluran yang menyisakan kenangan indah dan menambah daftar LDR (Long Distance Relative alias kerabat jarak jauh). Terima kasih Mas Jojo yang dengan setia meladeni kebawelan saya selama 3 bulan demi mencari informasi selengkap-lengkapnya.

Terima kasih Ferdy yang dengan sabar memandu segerombolan cewek-cewek petualang yang tidak bisa berenang tapi hasrat snorkelingnya melebihi kemampuan renangnya. Terima kasih staf TN Baluran yang sudah bersedia kantornya dijadikan tempat charging HP secara berjamaah, antar dan jemput ke gerbang Batang dan Pantai Bama.

Serta staf kantin yang bersedia delivery nasi goreng di malam hari. Tanpa kalian semua, liburan singkat kami tidak berarti apa-apa.

Oh iya untuk teman-teman yang ingin berkunjung ke Baluran dari Jakarta bisa melalui beberapa cara. Pertama naik pesawat atau kereta dari Jakarta menuju Surabaya. Kemudian disambung via darat dari Surabaya ke Batang (Baluran) kurang lebih 6 jam dari Surabaya.

Di kemudian hari kami baru tahu kalau ternyata ada pesawat dari Jakarta ke Banyuwangi. Diperlukan waktu sekitar 2 jam dari Banyuwangi ke Batang (Baluran). Cara lainnya adalah naik kereta dari Jakarta menuju Yogyakarta, sambung lagi Yogyakarta menuju Banyuwangi dan kemudian lanjut ke Batang.

Cara terakhir adalah naik pesawat dari Jakarta ke Denpasar, kemudian via darat ke Batang. Tulisan ini juga saya dedikasikan untuk rekan-rekan pejalan yang ikut dalam petualangan Baluran kemarin. Emy, Ella, Ida dan Mbak Didi. You gals are wonderful travelmates!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED
Laporan dari Jepang

Foto: Kemilau Kuil Emas di Jepang

Senin, 25 Sep 2017 22:50 WIB

Liburan ke Jepang, traveler harus menyambangi Kota Kyoto. Di kota ini, kamu bisa melihat kemilau kuil Kinkakuji yang berlapiskan emas. Indah tak ada duanya.