Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau


Senin, 17 Ags 2015 13:25 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Simbol Tanggal Kemerdekaan RI di Monumen Bajra Sandhi, Bali

Mas Edy Masrur
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Monumen Bajra Sandhi
Monumen Bajra Sandhi
detikTravel Community - Sebagai simbol perjuangan rakyat Bali, arsitektur Monumen Bajra Sandhi tak lepas dari nilai-nilai filosofi. Di antaranya, simbol hari kemerdekaan Republik Indonesia, 17-8-45. Seperti apa bentuknya?

Meski disebut monumen, namuan bangunan ini lebih seperti museum. Museum yang juga dikenal dengan nama Monumen Perjuangan Rakyat Bali ini berdiri megah di tengah Lapangan Renon, Jalan Raya Puputan, Denpasar Timur, Denpasar.  

Selain hari libur nasional, Museum Bajra Sandhi dibuka setiap hari. Pada Senin-Jumat, museum dibuka pukul 08.30-17.00 WITA. Sedangkan pada Sabtu-Minggu, pengunjung bisa masuk mulai pukul 09.30-17.00 WITA.

Akhir April lalu, saya bersama murid-murid SMA saya mengunjungi museum yang dibangun pada 1987 dan baru diresmikan Presiden Megawati Soekarno Putri pada 14 Juni 2003 ini. Kebetulan, pengunjung sedang tidak terlalu banyak. Kami pun lumayan leluasa menjelajahi seluruh bagian museum. Monumen ini berada di tengah-tengah lapangan yang luasnya mencapai 13,8 hektare. Sedangkan luas bangunannya 70x70 meter.

Menurut denah bangunan yang saya baca, museum ini terdiri atas tiga bagian utama. Pertama, bagian nistaning utama mandala, yaitu lantai dasar gedung dengan beberapa ruang seperti ruang informasi, administrasi, pameran, perpustakaan, suvenir, rapat, dan toilet.

Kedua, madianing utama mandala, yaitu lantai tengah tempat memajang 33 diorama perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa, mulai zaman prasejarah hingga masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Di bagian ini, terdapat kolam ikan bundar bernama Puser Tasik dengan ornamen air mancur patung katak.

Ketiga, utamaning utama mandala, yaitu lantai atas yang juga disebut ruang peninjauan. Untuk menikmati panorama sekeliling monumen dari lantai atas ini, pengunjung harus menaiki tangga spiral setinggi sekitar 10 meter bernama tangga Tapak Dara. Saya tidak berani berjalan terlalu cepat di tangga ini, khawatir pusing. Dari puncak museum ini, saya bisa melihat sejumlah bangunan penting di Bali seperti Kantor Gubernur Bali, Gedung DPRD Provinsi Bali, dan Gereja Katedral Denpasar.

Sedangkan di bagian luar museum, terdapat kolam ikan dan gazebo alias bale bengong di empat penjuru museum. Jika mulai lelah, pengunjung bisa beristirahat di bale bengong ini sambil menikmati pemandangan sekeliling museum. Di antaranya, lapangan dan taman nan luas serta gedung-gedung penting di sekitarnya.

Karena menjadi simbol perjuangan rakyat Bali, arsitektur museum ini tak lepas dari nilai-nilai filosofi. Misalnya, jumlah anak tangga di pintu utama berjumlah 17. Di dalam monumen terdapat 8 tiang besar yang disebut Tiang Agung. Sedangkan monumen yang menjulang di bagian tengah berketinggian 45 meter. Bisa ditebak, angka-angka itu sama dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.

Selain itu, bentuk dan detail bangunan ini pun mencerminkan kepercayaan umat Hindu Bali. Bentuk bangunan ini saja menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh pemimpin umat Hindu saat mengiringi pengucapan mantra dalam upacara keagamaan. Karena itulah, museum ini dinamai Bajra Sandhi. Begitu juga berbagai patung yang menjadi ornamen museum. Semua memiliki makna filosofis sesuai kepercayaan umat Hindu. Bagaimana? Tertarik mengunjungi museum ini? Lumayanlah untuk menambah wawasan seputar sejarah Bali.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Wanita Cantik Panama dan Indonesia

Jumat, 26 Mei 2017 19:30 WIB

KBRI Panama City baru saja mengundang para selebgram dan public figure dari Panama ke Indonesia. Berikut foto-foto traveling mereka di tempat wisata Indonesia.