Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 20 Mar 2017 14:03 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Seperti Permadani Hijau, Bukit Bossolo yang Cantik dari Sulawesi Selatan

basri bachtiar
detikTravel Community
Foto 2 dari 5
detikTravel Community -

Bukit Bossolo merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup menarik perhatian para traveler. Bukit ini berada di Desa Ramba, Kecamatan Rumbia, Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Pada Waktu itu, Sabtu (21/1/2017) pagi, saya dan 3 teman saya berangkat dari Kota Makassar. Pada rencana awalnya kami mau berangkat pukul 07.00 akan tetapi karena pagi itu Makassar diguyur hujan deras, waktu keberangkan kami pun mundur hingga pukul 09.00. 

Perjalanan kami menuju Air terjun Tama Lulua melalui Jalan Pettarani, Makassar melewati Kabupaten Gowa kemudian Kabupaten Takalar dan hingga Jeneponto. Jalan yang agak rusak di Takalar membuat perjalanan kami agak lama dan sedikit tersendat. Setelah memasuki Kabupaten Jeneponto dan tampak pusat keramaian yang ditandai dengan adanya patung kuda, kami berbelok ke kiri melalui Jalan Sungai Kelara. Kemudian lurus mengikuti Jalan hingga kecamatan Kelara dan Kecamatan Rumbia. Rute ini sama dengan rute menuju basecamp pendakian Gunung Lampobatang.

Begitu kami memasuki kawasan Rumbia, nanti akan menemukan lapangan dekat dengan masjid dan setelah itu merupakan gerbang masuk menuju Air Terjun Tama Lulua atau Bukit Bossolo. Jangan khawatir terlewat karena ada spanduk besar yang menunjukan arah menuju Air Terjun atau Bukit Bossolo tersebut. Setelah itu tinggal mengikuti jalan hingga parkiran.

Untuk memasuki kawasan ini, dipungut biaya Rp 5.000 per orang. Trek menuju bukit ini sangatlah mudah dan tak perlu mengeluarkan banyak tenaga karena jalan yang dilalui hanya berupa jalan mendatar yang sudah di beton. Di bagian kiri ladang jagung dan sebelah kanan jurang yang cukup tinggi. Walaupun jalan menuju bukit ini sudah dibeton, kendaraan hanya boleh hingga parkiran yang sama dengan parkiran untuk menuju air terjun Tama lulua.

Jika untuk menuju air terjun, kita belok kanan dan kemudian menuruni anak tangga. Untuk menuju Bukit Bossolo, kita tinggal belok kiri mengikuti jalan lebar kurang lebih 10 menit. Setelah berjalan cukup dengan 10 menit, kita akan menemukan tanah lapang yang ditandai dengan adanya tulisan Bossolo.

Tulisan ini cukup unik karena terbentuk dari susunan bambu-bambu yang dikaitkan sehingga menarik untuk dilihat. Selain itu juga, di depan tulisan tersebut terdapat ban-ban yang sudah di cat warna warni sehingga menambah cantik jika diabadikan dengan lensa kamera.

Dari lokasi tulisan ini, kita dapat berjalan lagi menuju puncak Bukit Bossolo. Dari lokasi pertama ke lokasi puncak bukit, kita harus mendaki sebentar kurang lebih 5 menit dengan kemiringan 60 derajat. Puncak Bossolo ini hanya lahan sempit dengan luas kurang lebih 3 meter.

Puncak Bossolo ini dikelilingi dengan jurang yang terjal. Untuk menjaga keamanan pengunjung, pihak pengelola telah memasang pagar pembatas mengelilingi puncak tersebut dan juga telah memasang papan peringatan untuk lebih berhati-hati dan tidak berdiri diluar pagar. Dari puncak Angin berhembus cukup kencang dari Bukit Bossolo ini sehingga harus waspada dengan barang bawaan yang mudah terbang tertiup angin.

Setelah dari Puncak Bukit Bossolo, saya pun kembali lagi ke titik pertama. Di titik pertama ini, kita dapat melihat keindahan air terjun Tama Lulua. Hijaunya bukit-bukit di sekitar dan lembah di antara dua bukit yang sangat keren. Di Bukit Bossolo ini juga terdapat gazebo yang dapat digunakan pengunjung untuk duduk-duduk santai menikmati tiupan angin. Selain itu, terdapat penjual makanan dan minuman segar sehingga tak perlu khawatir jika kita tak membawa makanan.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED