detiktravel

Lucia Nancy|4811|KEP. BABEL & SUMSEL|43

Lahat, Wisata Sumatera Selatan yang Tersembunyi

Lucia Nancy - d'Traveler - Kamis, 26/05/2011 13:20:52 WIB
detikTravel Community -  <p>"Mau ngapain ke Lahat? Di sana kan nggak ada apa-apa." Begitulah kata sebagian orang yang kami ceritakan tentang destinasi wisata saya dan Rainer Oktovianus. Namun, jangan mengaku kalau anda berjiwa petualang jika tak bisa menemukan objek wisata di daerah pedesaan Lahat.<br /><br />Setelah puas menelusuri setiap sudut Pagaralam, kami berangkat ke Lahat dan ingin mengunjungi empat objek wisata yang sudah direkomendasikan seorang bapak dari hotel tempat kami menginap. Air Terjun Lematang, Gua Sarang Burung Wallet (Gua Besar), Bukit Tunjuk, dan Bukit Sorelo masuk dalam daftar wisata hari Sabtu, 9 Oktober 2010.<br /><br />Destinasi pertama berhasil kami kunjungi. Tak jauh setelah turun dari Pagaralam, anda bisa menemukan jembatan dan terdapat objek wisata Air Terjun Lematang di sisi kirinya. Cukup membayar Rp 2.000,- per-orang, anda bisa menuruni tangga ke bawah berjarak sekitar 7 meter menuju air terjun. Menariknya, kami melihat ada tube yang bisa digunakan untuk arung jeram. Tak menolaklah kami ketika ditawarkan oleh penjaganya untuk mencoba arung jeram-arung jeraman. Seru sekali walau hanya sebentar, bagian yang paling menjadi favorit adalah ketika kami dibanjiri hempasan Air Terjun Lematang yang membasahi seluruh tubuh. Membuat kami ketagihan hingga akhirnya mengulangnya lagi! Pakailah sandal gunung jika mengunjungi objek wisata ini, hati-hati dengan tangga yang berkelok dan bebatuan yang licin.<br /><br />Destinasi kedua adalah Gua Sarang Burung Wallet. Sebelum menuju ke sana, kami harus menemui Pak Lamudin, kepala desa di Kecamatan Pseksu, daerah tempat gua tersebut bersemayam. Amat disayangkan, setelah sekitar satu jam perjalanan melewati berbagai desa dan kecamatan, kami gagal berpetualang di Gua Sarang Burung Walet. Menurut Pak Lamudin, Gua Sarang Burung Wallet sudah dilindungi dan ditutup untuk umum oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan. Siapapun yang ingin berkunjung harus mempunyai surat izin dari BKSDA atau Badan Konservasi Sumber Daya Alam.<br /><br />Sebenarnya kami agak kecewa, namun setelah mengobrol bersama Pak Lamudin dan perangkat desa yang lain, kami jadi menyadari kalau surat izin itu ternyata penting. Banyak oknum yang ingin mengeksploitasi sarang burung wallet di sana. Lagipula, kami memang tidak punya persiapan khusus seperti para pecinta alam yang sudah biasa caving di sana. Jadi, jika anda penasaran dengan pesona gua ini, jangan lupa minta surat izinnya di Palembang ya!<br /><br />Dua tujuan terakhir kami yaitu Bukit Tunjuk dan Bukit Serelo bisa dinikmati secara bersamaan. Sekitar satu jam perjalanan, akhirnya kami sampai di bukit Serelo, bukit yang menawarkan pemandangan perkebunan bakau dan pelatihan gajah. Di sepanjang perjalanan menuju Bukit Serelo pun anda sudah bisa melihat Bukit Tunjuk. Sebenarnya lebih sesuai dinamakan Bukit Jempol karena bentuk puncaknya seperti ibu jari. Jalan menuju ke pusat pelatihan gajahnya cukup jauh, menerobos jalan sampai ke dalam mengarah ke atas bukit. Tetapi setelah sampai, rasanya ingin melompat ke seberang dan memeluk Bukit Tunjuk!<br /><br />Sebenarnya saya dan rekan antusias sekali ketika melihat tiga dari empat belas gajah yang menyambut kami. Namun, semuanya pudar ketika kami tahu bahwa gajah-gajah itu ternyata dilatih secara kasar untuk kepentingan pertunjukan sirkus. Ada bekas-bekas luka di kupingnya, rasa sakitnya bisa kami rasakan dari pancaran mata mereka. Kasihan gajah-gajah itu. Kami pun menyarankan ke para pelatihnya agar tidak menggunakan kayu untuk memukul mereka ketika tidak menurut. Tangan manusia rasanya sudah bisa membuat mereka terbiasa jika kita memperlakukannya dengan baik.<br /><br />Karena hari sudah menjelang gelap, kami memutuskan untuk kembali ke Vila Besemah di Pagaralam. Hati-hati sekali karena jalanan di daerah Lahat sangat gelap jika dilalui malam hari, tak ada lampu penerangan, hanya ada sinar lampu yang berasal dari rumah warga. Petualangan Lahat sebenarnya belum selesai, masih banyak objek wisata yang belum kami temukan karena jaraknya berjauhan satu sama lain dan letaknya tersembunyi di dalam pedesaan.<br /><br />Dari perjalanan hari ini, kami juga ingin menyuarakan kepada seluruh pelosok Indonesia untuk STOP MELAKUKAN PENYIKSAAN dan KEKERASAN PADA BINATANG! Jangan anggap mereka tak bisa merasakan sakit, karena tanpa mereka pun, manusia bukanlah apa-apa. [@lucianancy]</p>
Punya cerita dan foto pengalaman traveling yang menarik? Share disini yuk!
10 artikel paling menarik setiap bulan, akan mendapatkan hadiah uang tunai dan merchandise keren dari detikTravel!


Foto Terkait
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
Most
Popular
 

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com