Penjaga Ujung Barat Pulau Jawa

Herman Suparman - d'Traveler - Jum'at, 28/01/2011 12:01:58 WIB
detikTravel Community -  Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) merupakan kawasan konservasi untuk flora dan fauna langka. Salah satu hewan langka penghuninya adalah badak bercula satu, yang tidak akan ditemukan di tempat lain dan sampai saat ini hanya tersisa tidak lebih dari 50 ekor.<br /><br />Selain sebagai kawasan konservasi, TNUK juga dijadikan tempat tujuan wisata yang cukup lengkap mulai dari snorkeling, berenang, diving, canoing sampai trekking.<br /><br />Salah satu jalur trekking yang cukup mengasyikkan untuk dijelalahi adalah Cibom - Tanjung Layar dengan kontour tanah merah dan berubah jadi lumpur dikala musim hujan. Vegetasi jalur trekking yang berjarak kurang lebih 1.7 km ini didominasi oleh pepohonan yang cukup tinggi, salah satunya adalah Pohon Kiara berlubang yang tumbuh tepat ditengah jalan. Untungnya pohon raksasa ini mempunyai lubang yg cukup besar diantara akar, sehingga orang bisa melewatinya.<br /><br />Di Tanjung Layar terdapat beberapa objek wisata yg menarik, diantaranya adalah mercusuar, komplek penjara Belanda dan padang savana yang cukup luas. Terdapat dua mercusuar, mercusuar lama dan baru. Mercusuar lama sudah tidak layak dipergunakan lagi karena hancur oleh letusan Gunung Krakatau. Nah di area mercusuar lama inilah komplek penjara Belanda itu berada. Sedangkan fungsi mercusuar lama sudah digantikan oleh mercusuar baru yg dibangun pada tahun 1972. Dari atas mercusuar baru ini bisa langsung terlihat pemandangan indah laut lepas dan beberapa pulau disekitarnya.<br /><br />Sedikit ke arah timur, terdapat padang rumput savana cukup luas yg sering dijadikan tempat merumputnya banteng-banteng liar. Dan diujung padang rumput ini, berbatasan dengan lautan, tampak berdiri kokoh batu karang yg menjulang tinggi. Walaupun deburan ombak yg sangat kencang menghantamnya setiap saat, dia tetap tangguh dan setia menjaga kawasan ujung paling barat pulau Jawa ini.<br /><br />
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Most
Popular
 
Must Read close

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com