detiktravel

Saiful Azhar|49348|SUMUT 1|40

Orang Utan, Sensasi Pagi di Bukit Lawang

Saiful Azhar - d'Traveler - Senin, 11/07/2011 10:20:52 WIB
detikTravel Community -  <p>Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) merupakan suaka tropis terbesar dan terkaya di dunia dan salah satu yang ditetapkan UNESCO sebagai cagar biosfir. Salah satu kekayaan faunanya adalah Orang Utan (Pongo Pygmaeus Abelii) dan Bohorok Bukit Lawang adalah tempat rehabilitasi Orang Utan di Indonesia selain di Kalimantan. Bukit Lawang adalah tujuan kami selanjutnya.<br /><br />Kami menempuh perjalanan selama 10 jam dari Kutacane menuju Bukit Lawang. Pagi jam 8.00 setelah sarapan kami semua langsung dibawa oleh guide ke feeding area Orang Utan. Sebelum masuk ke wilayah Taman Nasional kita harus membayar izin masuk sebesar Rp. 20.000/orang dan kamera dikenakan biaya sebesar Rp. 50.000. <br /><br />Belum berapa lama kami melangkah dan mendaki ke feeding area kami semua disuruh untuk segera turun. "Ada Mina!!" teriak salah satu guide kami. Mina adalah Orang Utan betina yang paling galak dia tak segan-segan melukai manusia. Orang Utan adalah binatang yang paling sayang terhadap anaknya itu yang menyebabkan &lsquo;Mina&rsquo; menjadi galak karena pernah dipisahkan dari anaknya yang sudah mati. Ia beranggapan bahwa manusia yang membunuh anaknya.<br /><br />Orang Utan tidak akan melepas anaknya selama lima tahun sebelum anak tersebut tahu bagaimana cara mencari makan sendiri dan bisa hidup mandiri dan baru setelah lima tahun ia melepaskannya dan kembali bereproduksi lagi. Itulah yang menyebabkan populasi Orang Utan lama bertumbuh karena setidaknya harus butuh enam tahun untuk kembali berkembang biak.<br />&nbsp;<br />Selain Orang Utan ada juga kera yang banyak berkeliaran di Bukit Lawang. Pagi hari adalah waktunya para Rangers TNGL memberikan makan kepada para hewan disini. Kali ini kami beruntung karena banyak sekali Orang Utan dan monyet yang berkumpul di feeding area. Ternyata keberuntungan tidak memihak terhadap saya lagi-lagi saya hampir diserang monyet setelah dua hari sebelumnya menjadi sasaran para pacet.<br /><br />Tidak hanya itu kesialan sayapun berlanjut ketika saya sedang asik mengambil gambar tiba-tiba dari atas pohon seekor Orang Utan menjatuhkan kotorannya tepat dibelakang saya walhasil tas dan celana saya menjadi bau karena terkena kotoran Orang Utan. Benar-benar sebuah sensai di pagi hari yang tak terlupakan. Bukit Lawang selalu akan saya kenang dan Orang Utan takkan pernah terlupakan.</p>
Foto Terkait
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
Most
Popular
 

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com