detiktravel

Wisata Murah ke Genting Highland ,Kuala Lumpur dan Putra Jaya

Affandi Islmail - d'Traveler - Selasa, 19/07/2011 17:20:37 WIB
detikTravel Community -   Dengan banyaknya penerbangan murah akhir-akhir ini maka ke KL pun kita dapat terbang dengan murah. Website Air Asia misalnya menawarkan tiket gratis dimana kita hanya perlu membayar fuel surcharge dan airport tax sebesar 560 ribu untuk tiket Jakarta- KL pp.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Karena naik penerbangan murah atau low cost. Maka pesawat kita pun tidak mendarat di KLIA yang megah, melainkan di LCCT atau Terminal Penerbangan murah. Untuk itu jangan naik Taksi ke Bandar (kota) karena akan lebih mahal ongkos taksi dibandingkan tiket pesawat. Kita dapat naik Bas murah berwarna merah dengan ongkos RM 9 atau Rp 23000 yang bahkan dapat dibeli di pesawat. Bus ini berangkat 30 menit sekali menuju KL Sentral dalam waktu kira-kira 1 jam sampai 1 jam 15 menit. Perlu di ketahui bahwa bandar udara Sepang berjarak lebih dari 65 km dari pusat kota KL. Baru dari KL sentral kita dapat naik budjet taksi atau monorail ataupun angkutan lainnya menuju hotel atau rumah tumpangan.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Taksi yang membawa kami dari stasium KL Sentral menuju hotel di daerah Bukit Nanas kian menyusuri perlahan jalan Ampang. Barulah kami sadar bahwa sebentar lagi akan ada pemilihan umum di Malaysia dengan banyaknya spanduk kampanye untuk pilihan raya pada 8 maret lalu. Banyak tulisan yang cukup menggelitik seperti undilah barisan nasional. Baru kemudian kami tahu bahwa undilah artinya dalam bahasa indoinesia adalah pilihlah. &nbsp;Ada juga banyak singkatan ABU alias asal bukan umno.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Banyak orang berkata bahwa Malaysia dalam perubahan, perubahan pertama yang dirasakan adalah dalam pesawat yang membawa kami ke Bandara Sepang atau KLIA (Kuala Lumpur International Airport). Dalam kunjungan-kunjungan sebelumnya, menjadi ritual adalah mengisi formulir imigrasi dan pabean, bahkan jika memasuki Malaysia kita harus mengisi berapa banyak uang yang kita bawa. Dalam kunjungan terakhir ini pramugari menjawab bahwa tidak usah mengisi formulir atau borang inigrasi.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Telpon Murah dari Malaysia<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Kalau kita membawa HP dan tetap ingin berhubungan dengan sanak dan kerabat di Indonesia, jangan gunakan hp Indonesia kita dan roaming di Malaysia, bisa-bisa tagihan kita membengkak atau pulsa prabayar kita cepat habis terkuras. Segera beli sim card perdana lokal yang juga banyak pilihan dan saling bersaing seperti di Indonesia. Maka kita dapat bersms ria dan bertelpon hemat. IDD ke Indonsia bisa hanya dengan biaya 15 atau 20 sen per 30 detik. Masabual sebesar RM 5 anda pun dapat aktif dengan hanya membeli perdana sebesar 10 RM.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Suatu usaha unik untuk mengurangi penggunaan kertas, yang juga kemudian dijumpai pada kupon isi ulang salah satu operator telpon seluler di Malaysia, dimana kuponnya hanya cukup menampung 16 angka yang harus kita masukkan. Sebagai perbandingan voucher isi ulang yang biasa beredar di Indonesia ekuivalen dengan 10 voucher mini ini.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Namun, kita bukan hendak bercerita tentang pilihan raya ataupun voucher isi ulang. Tujuan kita kali ini adalah Genting Highlands, tempat wisata yang sejak tahun 1970 &nbsp;an sudah sangat terkenal di Indonesia dengan Casino de Gentingnya.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Terminal Pudu Raya menuju Genting.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Salah satu cara terbaik adalah dengan ikut tur sehingga kita hanya duduk dan sampai. Namun bepergian sendiri dengan kendaraan umum akan jauh lebih berkesan. Salah satunya adalah dengan berangkat dari terminal Pudu Raya di tengah kota lama KL. Demikian saran paman saya yang pernah ke Genting sekitar 20 tahun yang lalu. Tiket pp Pudu Raya Genting hanya RM 4 waktu itu dan perjalanan sekitar 90 menit. Dari Bukit Nanas kami naik KL Monorail menuju Imbi, setalah itu tukar LRT menuju Stasiun Plasa Rakyat. Dari sini hanya berjalan kaki menuju Terminal Pudu Raya. Hati-hati &nbsp;banyak Penyiluk saku (copet) demikian nasehat yang terpampang di dinding Terminal.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Terminal ini merupakan terminal terbesar di KL dan melayani hampir semua jurusan di semenanjung Malaysia. Bahkan dengan hanya 35 Ringgit Malaysia (RM) kita dapat naik bus menuju Singapura. Selain itu juga banyak bus dengan tujuan Hyatai (Thailand Selatan yang berbatasan dengan Malaysia). &nbsp;Tiket menuju Genting dijual dengan harga RM 8.50 termasuk tiket kereta kabel yang membawa kita dari terminal Bus menuju resort Genting Highland. (Tiket Bus RM 3.50 dan tiket kereta gantung RM 5). Pada saat di loket banyak juga calo yang menawarkan jasa taksi dengan ongkos RM 17 per orang dan dapat berangkat lebih cepat daripada menunggu jadwal bus yang kira-kira 50 menit lagi. Namun untuk perjalanan ke Genting jauh lebih lega naik Bus dari pada bersempit-sempit di dalam taksi.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Tepat pukul 13.30, dari pintu 13 Bus Genting ekpres mulai berangkat meninggalkan Terminal Pudu Raya. Dalam waktu kira-kiira 10 menit kemudian Bus sudah melaju di jalan bebas hambatan dengan tiga jalur yang mulus menuju arah utara. Kira-kira 25 km di luar kota KL, kita dapat melihat Batu Cave yang merupakan salah satu tempat wisata religius bagi umat Hindu. Tidak lama kemudian jalan bebas hambatan terasa kian mendaki dan mulai berliku-liku seperti di daerah puncak. Namun dengan mulus dan lebarnya jalan tidak ada kemacetan di sini. Setelah itu, Bus makin mendaki dan keluar dari jalan bebas hambatan. Jalan pun berliku-liku namun tetap lancar karena terdiri dari empat lajur. Kira-kitra satu jam setelah meninggalkan Terminal Bus Pudu Raya, kita pun sampai di Terminal Kereta Gantung .<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Setelah beristirahat sejenak sambil menikmati nasi lemak di salah satu kedai makan. Kami pun menuju ke kereta gantung. Tidak terlalu banyak orang yang mengantri sehingga dalam waktu sekejap kami sudah duduk di kereta gantung yang akan membawa kami ke puncak atas Genting Highland. Kereta gantung ini merupakan yang terpanjang di Asia Tenggara. Sepanjang perjalanan kita dapat melihat hutan tropik yang nasih lebat di bawah kami. Lebih dari 5 km dan lebih dari 15 atau duapuluh menit kami di kereta yang terus mendaki. Akhirnya kamipun tiba di Genting Resor. Udara dingin langsung menyeruak.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Hotel Terbesar di Dunia,<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Malaysia memang banyak menyimpan rekor sebagai yang paling....... di dunia. Pada waktu menara Petronas selesai dibangun pada akhir tahun 1997 atau 1998. Ia merupakan bangunan tertinggi di dunia dengan ketinggian lebih dari 450 meter. Namun kemudian ia dikalahkan oleh Taipei 101 dengan ketinggian lebih dari 500 meter. Dan saat ini sudah dikalahkan oleh Birj Khalifah di Dubai yang lebih daro 850 meter. Namun orang Malaysia masih dengan bangga menyebutnya sebagai Menara Kembar tertinggi di dunia. &nbsp;Maka tidak banyak yang tahu bahwa hotel di Genting Resort adalah hotel terbesar di dunia karena terdiri lebih dari 6700 kamar. Setelah kami datangi ternyata memang benar karena di dalam kompleks Genting terdapat lebih dari satu hotel sehingga bila dikumpulkan semua hotel tersebut memiliki ribuan kamar. Selain itu juga terdapat beberapa Casino selain Casino de Genting yang legendaris. Pemegang paspor Malaysia yang beragama Islam ternyata dilarang untuk masuk ke Casino.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Kumpulan Tempat Hiburan untuk seluruh Keluarga<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Di kompleks in terdapat banyak sekali hiburan untuk seluruh keluarga . Diantaranya Outdoors Theme Park atau dalam bahasa a disebut Taman Tema Luar dan Indoor Theme Park atau Taman Tema Dalam. Di kedua taman ini banyak sekali permainan sejenis yang ada di Dunia Fantasi.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Selain itu juga terdapat banyak restoran dan toko-toko sehingga tempat ini juga semacam pusat pertokoan yang sangat besar. Tempat pertunjukan, theater dsb juga melengkapi Genting Hingland sebagai resor yang utama. Semuanya tersedia dalam satu atap dan dapat dengan lengkap kita nikmati bila kita bermalam di sana.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Banyak Jalan Kembali Ke KL<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Setelah puas berkeliling dan kaki mulai lelah, kami memutuskan kembali dan segera menuju terminal kereta gantung. Karena hari mendekati sore cukup banyak orang yang mengantri setelah membeli tiket sebesar 5 RM. Hari mulai hujan dan cuaca berkabut sehingga dalam perjalanan 20 nmenit menuju Terminal Bus kita hampir tidak dapat melihat pemndangan di bawah yang sempat kita nikmati waktu naik. Hanya kira-kira 2 menit sebelum terminal kabut mulai hilang.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Di loket bus baru kami menyadari banyak jalan dari Genting ke KL, Bus ke Pudu Raya tiket yang pukul 5 dan 6 sudah habis sehingga kita hanya dapat membeli yang jam 7. Ternyata ada juga yang menuju KL Sentral namun juga sudah habis, Akhirnya masih ada yang jam 5 tetapi menuju Gombak, yaitu Terminal Putra atau statisun terakhir LTR Putra. Tiketnya hanya RM 2.80. Dalam waktu 30 menit saja Bus kami sudah tiba di Terminal Putra. Karena lokasinya masih di luar kota KL. Dari sini kita tinggal naik LTR sebanyak 12 statsiun menuju stasiun Dang Wangi tepat di depan Bukit Nanas dekat kotel kami dengan hanya membayar RM 2.30. dalam waktu 20 menit. &nbsp;Jadi kalau perginya kami menghabiskan lebih dari 3 jam ...naik Mono rail dengan membayar RM 1.60 dan LRT, RM 1.20 dan bus dengan 3.50 RM serta menunggu hampir satu jam. Maka pulangnya hanya sekitar satu jam dan jauh lebih hemat.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Masjid, Kelenteng, dan Pura di KL<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Malaysia selalu dengan bangga menceritakan bahwa di sana bermukim masyrakat multi etnik yang hidup dengan harmonis. Truly Asia...demikian semboyan wisatanya. Maka kami pun mencoba menyelusuri kota tua KL dan menemukan Masjid Jamik, Kelenteng Tua, serta Sri Maha Mariamman Temple.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Masjid Jamik atau juga Masjid India, merupakna Masjid denga arsitektur India Utara yang sangat menarik dan merupakan salah satu masjid tua tercantik di Malysia. Menurut prasasti yang ada di depan masjid, masjid ini dibangun pada 1909 dengan arsiktek Inggris &nbsp;A.B. Hubbock yang pernah bertugas di India. Mesjid ini dibangun dengan campuran bahan batu merah dan marmer, meiliki tiga biuah kubah dan menara yang menawan.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Ketika kami sedang asyik melihat prasasti, seorang penunggu masjid mendekat dan menceritakan bahwa sesungguhnya masij dibangun pada 1908 dan tgl 20 maret ini akan ada acara peryaan 100 tahun masjid jamik. Kami bahkan dijemput (diundang) untuk menghadiri upacara 1 abad tersebut.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Sedangkan kelenteng dan pura terletak berhadap-hadapan tidak jauh dari stasiun pasar seni .<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Naik ke Sky Bridge Menara Petronas dengan Gratis.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Kunjungan ke KL belum lengkap bila tidak ke Menara kembar Petronas. Yang dapat dicapai dari stasiun KLCC. Bagi wisatawan, kunjungan dapat dilakukan ke sky bridge yang menghubungkan kedua menara di lantai 41. Pengunjung harus mengantri untuk mengambil tiket dengan menyebutkan asal negara. Dan biasanya kalau kita mengambil tiket sekitar jam 11 atau jam 12 kita baru kebagian naik sekitar pukul 4 atau pukul 5 sore. Waktu itu kita kebagian tiket yang pukul 4.45 dan disuruh kembali 10 menit sebelumnya.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Pukul 4.35 kami sudah siap dan diantar ke ruang tunggu dimana terdapat sedikit cerita mengenai pembangunan menara petronas serta beberapa menara yang tinggi lainnya di dunia seperti Taipei 101 di Taipei Jinmao Tower di Shanghai dsb. Setelah itu kita disuguhi video mengenai Menara Petronas sekitar 5 menit dan setelah selesai segera menuju lift dengan kecepatan tinggi yang membawa kita ke lantai 41 dengan ketinggian sekitar 178 meter dari permukaan jalan. Dari jembatan ini kita dapat melihat hampir seluruh pemandangan kota Kuala Lumpur. Setelah sekitar 15 menit tur pun berakhir. Lumayan juga untuk sebuah tur gratis.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Putra Jaya Ibukota Adminstratif Malaysia<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Kalau Indonesia masih berwacana untuk memindahkan ibu kota ke tempoat lain dari Jakarta, maka Malaysia sudah memindahkan ibu kotanya ke Putra Jaya. Sebuah kota baru yang modern terletak di antara Kuala Lumpur dan Bandara International Kuala Lumpur.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Kita bisa naik Kereta Api dari KL Sentral menuju KLIA, tapi jangan naik yang ekpres kaena akan non stop.. Naik yang KLIA transit sehingga berhenti di Bandar Tasik Selatan dan juga Putra Jaya. &amp; Cyber jaya . Ongkos ke Putra jaya RM 9.50.... Namun lebih baik lagi kalau kita punya kereta (mobil sendiri)..<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Kota modern ini terdapat semua kantor pemerintahan, masjid, danau, jembatan, dan juga kantor perdana mentri. Terasa sangat modern dan kami sempat menunaikah sholat jumat di Masjid nya yang besar dan megah.<br /><br /> &nbsp;<br /><br /> Barangkali kalau Indonesia nanti bisa membangun ibu kota baru, paling tidak sama megahnya dengan Putra Jaya, supaya tidak kalah dengan Malaysia.<br /><br /> <br /><br />
Punya cerita dan foto pengalaman traveling yang menarik? Share disini yuk!
10 artikel paling menarik setiap bulan, akan mendapatkan hadiah uang tunai dan merchandise keren dari detikTravel!


Foto Terkait
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
 
Must Read close

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com