Kisah Sampanye 170 Tahun di Singapura
- Oleh: detikTravel - d'Traveler
- Kamis, 29/09/2011 11:53:00 WIB
- Komentar: 1
Inilah sampanye termahal di dunia itu, yang ditemukan oleh sekelompok penyelam di Kepulauan Aland, Finlandia, pada Juni 2010. Sampanye berusia 170 tahun ini terkubur bersama sebuah kapal yang karam di Lautan Baltik.
Di Abad 19 pernah diciptakan sampanye oleh rumah penghasil sampanye papan atas di dunia. Sampanye itu sempat karam di dasar lautan, dan kini "terdampar" di Singapura dan menjadi yang termahal di dunia.
Sampanye yang diproduksi tahun 1841 oleh Veuve Clicquot Ponsardin -- didirikan seorang Prancis bernama Philippe Clicquot-Muiron di tahun 1772, dan kelak menjadi sebuah brand sampanye premium di dunia -- dibawa sebuah kapal laut dan mengalami kecelakaan di laut Baltik.
Kapal yang diduga akan menuju Rusia itu tenggelam di dasar samudera berkedalaman 50 meter, yang gelap dan dingin, karam beserta isinya termasuk 145 botol anggur, yang 47 di antaranya adalah sampanye Veuve Clicquot.
Hampir dua abad kemudian, tepatnya pada Juni 2010, botol-botol unik itu ditemukan di Kepulauan Aland di Finlandia. Ajaib, mereka ditemukan dalam kondisi yang terjaga dan otentik, begitu pula isinya. Untuk sampanye keluaran Veuve Clicquot, sebuah "harta karun" telah ditemukan.
Oleh pemerintah Kepulauan Alans botol-botol sampanye itu kemudian dilelang, dan salah satunya menjadi sampanye tertua paling mahal di dunia. Harganya mencapai US$ 40.302 atau sekitar Rp 358 juta, dibeli oleh pemilik rumah wine di Singapura, Buyan.
Detikcom atas undangan Singapore Tourism Board (STB) baru-baru ini berkesempatan mengunjungi Buyan, dan ikut menyaksikan peluncuran sampanye tua dan termahal di dunia itu, di tengah semarak atmosfer gelaran Grand Prix Singapura 2011.
Pemilik Buyan, Julia Sherstyuk, mengatakan bahwa sampanye spesial itu suatu saat akan dibuka tapi hanya di acara yang sangat spesial pula.
"Sampanye ini akan kami minum. Kami tidak pernah bermaksud untuk sekadar memajangnya, atau menjadikannya investasi. Suatu hari nanti kami akan menikmatinya, mungkin bersama teman-teman, di acara amal, atau apa lah. Kami belum tahu," tutur Sherstyuk.
Berlokasi di Duxtor Hill 9/10, Buyan merupakan restoran bergaya dan bercita rasa Rusia, yang tampak berkelas baik eksterior maupun interiornya. Restoran ini terdiri dari tiga lantai dengan konsep yang berbeda-beda. Lantai satu untuk Bar and Casual Dining, lantai dua khusus untuk Fine Dining, serta lantai tiga untuk Casual Dining.
Terdapat pula sebuah ruangan khusus berisi koleksi anggur yang mewah, dalam lemari-lemari kaca yang cantik, mengelilingi sebuah meja besar indah untuk jamuan khusus. Beberapa koleksi dalam museum mini Buyan tersebut adalah Chateau-Chalon Vin Jaune 1821, Chateu Margaux 1877, Chateau Lafite Rothschild 1854, dan Heidsieck & Co. 1907. Harta karun Buyan ini bernilai sampai 5 juta dolar AS.
Jika Anda penyuka wine, Buyan bisa menjadi salah satu tempat di Singapura yang bisa Anda datangi bersama pasangan Anda, untuk menikmati sebuah makan malam yang berkelas dan romantis.
Foto Selengkapnya dapat dilihat disiniĀ http://de.tk/z0nsd
[Text dan Foto oleh Andi Sururi]
- 0 Komentar
- Send Your Comment
Web Admin: admin[at]detik.travel
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com




Sending your message
Sending your message



