detiktravel

Jalan-Jalan ke Wonosobo

Windy Mariiana A - d'Traveler - Senin, 24/10/2011 13:54:00 WIB
detikTravel Community -  

Perjalanan selama 4 hari 3 malam (21-24 April 2011) dilalui dengan kemacetan yang memakan malam pertama di daerah Nagrek dan sekitarnya sangat macet. Untuk sampai di Dieng kami harus menempuh perjalanan selama 19 jam dari Jakarta yang biasanya hanya memakan waktu 13 jam. Sampai di sana kami disambut dengan kabut yang turun dengan air-air tipis dan keadaan ini terlihat keren.

Tanpa basa basi lagi kami langsung ke homestay Pondok Lestari punya Pak Yanto yang sudah kami sewa selama 2 malam. Waktu mandi kami semua tidak ada yang berani menggunakan air dingin, semuanya pakai air hangat. Meskipun begitu, hangatnya air tersebut tidak bisa menghilangkan rasa dingin. Walhasil sesudah mandi semuanya seprti kucing yang habis tercebur, berselimut dan menggunakan mantel. Aku dan dua orang teman mencoba keluar untuk melihat keadaan di luar. Serasa seperti kota mati jam delapan dan sembilan sudah sangat sepi. Karena takut akhirnya kita berdua balik lagi ke homestay.

Besoknya (23 April), ditemani Pak Toha seorang guide, jam empat subuh kita semua sudah terbangun. Bisa kalian bayangkan sendiri dinginnya kaya apa. Hal ini kita lakuin buat bela-belain buat melihat sunrise di Gunung Cikunir yang terkenal. Naiknya saja sudah ngos-ngosan, tapi semua itu terbayar dengan apa yang kita dapat di sana. Subhanallah kerennya pemandangan dari atas sana.

Kita turun kira-kira sekitar jam tujuh dan langsung diantarkan ke Telaga Warna yang bisa dilihat dari atas bukit juga. What? Bukit lagi? Dan, ini menunjukan bahwa kita harus naik lagi, 15 menit kemudian sampailah kita di atas bukit dengan pesona Telaga Warna yang bagusnya luar biasa. Sambil makan nasi rames yang dibeli di kampung yang tadi dilewati selama perjalanan terasa sangat nikmat. Sesudah makan akhirnya kita kembali turun, dan lucunya salah satu temenku jatuh terus saat turun. Dan, itu membuat aku tertawa tiada henti sampai di bawah.

Sesampai dibawah, area Telaga Warna banyak sekali gua-gua yang diperuntukan sembahyang atau sekadar memuja. Selain itu, juga ada outboundnya, bau belerang sungguh menjadi tempat yang menakjubkan.

Setelah itu kita dibawa Pak Toha ke Kawah Sikidang, yaaag semacam kawah dengan tiga buah kawah. Pada akhirnya kembali diajak naik ke atas bukit lagi. Awalnya memang panas sampai di sana, akhirnya aku menyewa payung seharga dengan harga Rp5.000,00. Di tempat itu juga kita membeli bunga edelwiss, kirain itu bunga wangi tapi ternyata bau.

Selanjutnya, tempat terakhir adalah Komplek Candi Arjuna, sesuai nama tempatnya itu memang bekas komplek candi, ada lima candi yang berjejer rapi dan satu candi yang berdiri agak jauh. Masuklah kita kedalam candi tersebut satu persatu, bau menyan langsung menerobos hidungku, dan itu bikin merinding.

Pukul 14.00 WIB kita sampai di homestay dan langsung tidur sampai magrib. Padahal mah niatnya mau melihat anak dengan rambut gimbal yang terkenal karena rambutnya itu. Tapi, kita semua capek banget jadi batal, sejujurnya aku sangat takut melihat anak gimbal itu. Tapi, kita nggak bolah menunjukkan ekspresi muka yang aneh saat bertemu dengan dia.

Malampun dimulai lagi dengan rasa dingin yang menusuk. Akhirnya kita memutuskan untuk bermain remi (poker) siapa yang kalah dia yang membuat kopi. Sungguh keadaan yang bikin aku tertawa. Pukul 22.00 WIB sudah pada tidur dan aku pun juga memilih untuk tidur. Tapi pukul 02.00 WIB dua orang temanku terbangun. Karena itu aku juga ikut terbangun dan ngobrol-ngorol sampai jam tiga pagi.

Karena sudah terbangun, aku pun memutuskan melakukan packing. Karena nati akan pulang pukul 05.00 WIB. Kita pamitan dengan Pak yanto dan Pak toha sambil ditemani saat menunggu bus dari depan homestay untuk sampai ke Wonosobo. Yang bikin lucunya lagi Vindy memakai celana pendek untuk turun ke bawah dan dia sangat menyesal karena nggak kuat sama dinginnya suasana pagi buta di sana.

Sampai di bawah kita sudah kaya anak hilang, bingung harus nyambung bus apalagi. Benar juga sih "malu bertanya sesat dijalan". akhirnya kami pun tanya-tanya saja cuek. Naik bus jurusan terminal Mendolo, terminal ini kebersihannya sangat terjaga. Kami pun memesan 5 tiket Bus Sinar Jaya jurusan Kampung Rambutan yang harusnya ke Lebak Bulus dari pada nggak dapat bus ke Jakarta. Yang lebih aku suka, tempat makan di situ yang aku kira mahal ternyata murah meriah dan bisa makan sepuasnya hanya Rp7.000,00.

Kami sampai di Kp. Rambutan pukul 22.00 WIB, ya nggak selama berangkatnya. Alhamdulillah sudah selamat sampai rumah masing-masing. Dan, kami pun siap kembali menjadi karyawan dan mahasiswa.

 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
Most
Popular
 
Must Read close

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com