detiktravel

Sawarna Penuh Warna

Thopa Goodboy - d'Traveler - Selasa, 25/10/2011 13:50:00 WIB
detikTravel Community -  

Untuk hunting akbar 2011 anak-anak UKM Wretta Aksa rencananya bakal ke Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Banten. Akhirnya dikirim lah tim survey ke sana, rencananya ada empat orang, saya, Jonet, Ahong, dan Hari. Tapi, pas mau jalan survey, ternyata hanya saya dan Jonet yang bisa dan akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan sepeda motor dalam perjalanan ini. Untuk menghindari macet kita memilih untuk jalan jam 3 pagi, sekalian juga menghindari matahari, ramayana, robinson dan sebagainya.

Keputusan kami untuk berangkat pagi memang tepat, jalan yang kita lalui sangat lancar. Saat sampai di Bogor sempat terganggu oleh Polisi yang tiba-tiba memberhentikan laju kendaraan kami. Tapi, karena semuanya lengkap kami pun lolos dari cengkeraman oknum tersebut. Pastinya Polisi itu pasti merasa kecewa karena tidak mendapat sarapan.

Memasuki daerah Sukabumi perjalanan kami sempat tersendat karena macet. Awalnya saya pikir macet ini karena si Komo yang masih pagi sudah lewat tapi ternyata ini dikarenakan adanya kecelakaan. Sambil menunggu suasana ini membaik, saya dan Jonet memilih untuk berhenti di masjid yang berada di pinggir jalan, berhubung juga sudah memasuki waktu shalat Subuh. Setelah selesai shalat perjalanan pun kami lanjutkan kembali. Samapi di pertigaan Cibadak saya membelokan motor ke arah kanan dan melewati jalur alternatif, yaitu Cikadang. Ternyata perjalanan melewati Cikadang lebih tak berasa karena bagusnya pemandangan dan melihat suasana anak-anak SD yang berjalan kaki menuju ke sekolahnya.

Setibanya di Pelabuhan Ratu jam sudah menunjuk ke angka tujuh, perut juga sudah merasa lapar. Jadi, kita kembali minggir dan menghampiri tukang bubur. So, pagi ini kita sarapan bubur dulu, harganya juga nggak mahal hanyasekitar Rp4.000,00 per porsi. Selesai makan dan "setoran" sedikit kami kembali melanjutkan perjalanan. Dari Pelabuhan Raut kami terus mengikuti jalan ke arah Bayah. Jalanan yang kami lewati tidak berbeda jauh dengan Cikidang. Bedanya hanya pemandangannya, saat ini panorama alam yang disuguhkan adalah laut.

Perjalanan kita lanjutin terus sampai akhirnya kita sampai di pertigaan  Ciawi. Selanjutnya kami mengambil arah kiri menuju ke Desa Sawarna. Kondisi jalanan di sini juga lumayan tidak bagus sekali. Dari pertigaan Ciawi sampai Desa Sawarna ditempuh sekitar 20 menit. Dan, akhirnya kami sampai juga di Desa Sawarna pukul 09.30 WIB. Jadi, perjalanan sekitar 6 jam setengah plus istirahat, survey kali ini kita menginap di tempat Pak Kades untuk ngehemat biaya.

Setelah istirahat (makan, mandi, dan tidur) kita melanjutkan untuk mencari spot-spot yang nantinya akan di potret oleh anggota Wretta Aksa. Tujuan pertama adalah Pantai Ciantir dan Pantai Pasir Putih dengan ombak yang lumayan besar. Selanjutnya kita ke Pantai Tanjung Layar, terus lanjut ke tanjakan  Caringan. Tanjakan di mana kita bisa melihat keindahan Pantai Sawarna dari ketinggian.

Kami juga sedang mencari tempat penambangan batubara yang dilakukan secara tradisional. lama perjalanan ke tempat penambangan sekitar 1 jam dan itu dengan jalan kaki. Setelah survey ini, kami akhirnya memutuskan untuk kembali ke sana bersama para anggota Wretta Aksa yang lainnya nanti.

Mau jalan-jalan ke Jepang gratis? Ayo ikutan program Dream Destination Japan. 3 Petualang yang beruntung akan berangkat ke Jepang dan memperebutkan Grand Prize Rp 10 juta. Ayo daftar di sini.
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
Most
Popular
 
Must Read close

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com