detiktravel

Monumen Kresek, Saksi Sejarah G30 SPKI di Madiun

Yohanita Pthryana - d'Traveler - Jum'at, 23/12/2011 01:00:00 WIB
detikTravel Community -  

Kresek (16/12/2011), waktu itu, kita berempat memang sudah punya rencana liburan, tapi memang karena lagi g punya duit, dan sudah bosan dengan hal-hal yang berbau modern (mall), kita putuskan untuk mencoba sesuatu yang retro. Ya, kita memilih mengunjungi sebuah monumen pahlawan di dekat daerah kita yang bernama Monumen Kresek. Memang kedengarannya nama yang aneh tapi monumen ini di namakan sesuai dengan nama desa itu, yaitu Desa Kresek dan masih dalam Kabupaten Madiun. Untuk mencapai monumen ini, membutuhkan perjalanan sekitar 40menit dari Kota Madiun.

Sedikit cerita nih, Monumen Kresek ini bersejarah lho. Di mana terdapat 17 pahlawan yang gugur di Kresek karena keganasan PKI pada tahun 1948 dalam rangka membela UUD 45 dan Pancasila. Monumen Kresek ini, diresmikan oleh Bapak Gubernur Jawa Timur pada tahun 1991. Di situ tertulis bahwa monumen ini depersembahkan untuk generasi muda agar selalu mengingat pahlawan yang gugur karena kekejian PKI dalam membela UUD 45 dan Pancasila. Wah, berarti memang nggak salah, kita liburan ke sana, kan memang kita sebagai generasi muda yang "JASMERAH" yang artinya Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah. Meskipun, kita anak muda kalau masalah NKRI tetap harga mati.

Ada sesuatu yang seru, saat kita liburan kali ini. Kita ketemu dengan seorang kakek, rambutnya putih, berjenggot, dan sosoknya seperti pahlawan banget. Kita sempet heran saat melihatnya, kok pas banget momentnya, saat kita ada di tempat sejarah ketemu dengan orang yang kaya pahlawan gitu. Spontan, kita sebagai anak muda menyapa kakek itu. Kemudian kami saling berkenalan, dan namanya Pak Edwin tapi beliau minta dipanggil Opa Edwin. Umurnya sudah 79 tahun tapi beliau masih kuat untuk menaiki tangga yang lumayan tinggi lah untuk ukuran orang tua. Kami saling bercerita tentang asal masing-masing, kepribadian dan juga tentang monumen ini. Ternyata Opa juga orang Madiun, sama seperti kita dan beliau juga termasuk pahlawan kala kemerdekaan diperjuangkan.

Memang kita Cuma berempat sih dan kalau pas foto, selalu aja nggak bs berempat karena salah satu harus ada yang berkorban motoin kita. Dan, kita nggak nyangka banget, Opa menawarkan diri buat memfoto kita. Dengan rasa sungkan tapi seneng juga bisa akrab dengan Opa, kita mulai deh narsisnya, terus kita bisa deh foto berempat. Ada satu foto jg yang berlima dengan Opa Edwin (Opa nyuruh penjaga monumen buat motoin, hehehe).

Tema kita waktu itu, "retro, gaul, dan akrab". Kita emang anak muda yang kreatif, yang selalu memberikan tema di momen liburan atau momen khusus kita. Tujuannya biar nempel terus di hati dan jadi kenangan, hehehehe. Retro bersifat sejarah banget, gaul berarti kita sebagai anak muda yang gaul dan akrabnya di sini bermakna banget, yaitu dengan Opa Edwin yang baik hati.

Makasih ya Opa, kita berpisah dan semoga di lain kesempatan, kami berempat berharap bisa berjumpa lagi dengan sosok Opa yang sangat peduli dengan generasi muda.

 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
 

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com