Sejenak Melepas Penat di Danau Lido, Sukabumi

elda franzia - d'Traveler - Selasa, 17/01/2012 10:25:00 WIB
detikTravel Community -  

Perjalanan ini memang tidak direncanakan, kami hanya akan ke Bogor dalam cuaca yang mendung gerimis sepanjang jalan, akhirnya malah menyusuri Jl Raya Sukabumi sampai di Kawasan Rekreasi Danau Lido. Dari tol Jagorawi, keluar di Ciawi, kemudian menyusuri jalan menuju lokasi Danau Lido. Wisata ini merupakan rekreasi yang sudah lama ada, yang belakangan lebih dikenal sebagai area aktivitas olahraga udara seperti paralayang.

Saat tiba di lokasi, dengan biaya retribusi lokasi wisata yang cukup murah yaitu Rp 5.000 per orang, kami memasuki lokasi danau. Area atas merupakan lokasi restoran yang baru saja buka pada saat kami tiba pagi hari itu. Kami memesan kopi dan teh hangat, serta pisang goreng dan risol untuk mengisi perut yang mulai keroncongan. Setelah itu, kami memutuskan untuk mencoba naik rakit yang menjadi pusat aktivitas air di danau itu.

Untuk sampai ke lokasi wisata air, kami menuruni tangga undakan yang cukup licin karena tersiram air hujan. Wisata air di Danau Lido menyediakan aktivitas seperti perahu bebek yang dikayuh dan rakit bambu bermotor untuk mengelilingi danau. Kami memilih mencoba rakit yang sangat jarang dapat ditemui sekarang ini. Tiket wisata naik rakit yang ditetapkan adalah Rp 75.000 per rute, yaitu ke sekitar tengah danau untuk kemudian kembali lagi ke lokasi berangkat, yang katanya memakan waktu sekitar 10-15 menit.

Banyak pemilik perahu, atau mungkin calo perahu, yang menawarkan untuk carter perahu seharian dengan harga Rp 300.000, yang langsung kami tolak karena over budget. Tapi setelah akhirnya tawar-menawar yang cukup melelahkan, disepakati harga Rp 150.000 untuk keliling danau sepuasnya, termasuk mampir ke pulau tengah danau untuk membeli jagung bakar dan kelapa di sana.

Perjalanan di rakit pun dimulai. Menikmati pemandangan sekeliling danau yang cukup asri di atas rakit bambu, menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk kami. Mendung dan gerimis yang berganti dengan matahari, tidak menghalangi perjalanan kami ini. Beberapa kali rakit kami bertemu, bahkan hampir menabrak perahu bebek yang juga sedang mengelilingi danau.

Di tepian, tampak Lido Hotel dan Resort, sedang di sisi lain ada Rumah Makan Terapung dan tambak ikan mas yang cukup besar. Di tengah danau terdapat pulau kecil, di mana kami bisa berhenti dan membeli cemilan di sana. Pisang raja, jagung bakar, dan kelapa menjadi pilihan cemilan yang tersedia. Setelah kami membeli cemilan masing-masing, perjalanan keliling danau naik rakit kami lanjutkan.

Sebagai alternatif wisata, Danau Lido sebenarnya cukup menarik, tetapi kebersihan dan fasilitas yang ada tampaknya kurang diperhatikan. Selain itu harus dilakukannya tawar-menawar yang cukup alot untuk mencapai kesepakatan harga naik rakit akan mengurangi kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke sini. Tapi sekali lagi, rekreasi masyarakat kota perlu alternatif, dan Danau Lido akan menjadi lokasi wisata berbeda bagi anak kota. :)

Foto Terkait
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Must Read close

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com