Menyusuri Apiknya Wellington, Selandia Baru
- Oleh: Aris Subagio - d'Traveler
- Jum'at, 10/02/2012 16:44:00 WIB
- Komentar: 1
Berkunjung ke negeri orang selalu menghadirkan cerita yang menarik. Pertengahan Juli 2011, saya berkesempatan mengunjungi Kota Wellington, Selandia Baru, dalam rangka International Program for Academic Development (IPAD) yang diprakarsai oleh Universitas Paramadina.
Pukul 20.45 WIB saya bersama tim IPAD berangkat dari Indonesia menuju Wellington. Tepat pukul 06.00 waktu setempat kami tiba di Wellington. Hujan lebat dan udara yang sangat dingin menyambut kedatangan kami saat itu. Maklumlah saat itu kami datang pada saat musim dingin.
Para wisatawan sepakat, bahwa kota yang memiliki kombinasi kosmopolitan ini memang tidak boleh dilewatkan. Saat tiba di sana, kami akan menjalani short course untuk mengembangan kemampuan bahasa Inggris dan bidang akademik selama satu bulan. Meskipun, kunjungan tersebut dalam rangka pengembangan diri, saya memiliki banyak waktu untuk mengenal Kota Wellington yang merupakan juga kota pemerintahan Selandia Baru.
Kota yang masuk dalam kawasan pasifik ini memiliki banyak lokasi yang indah dan menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Berikut beberapa lokasi yang sempat saya kunjungi ketika berada di Wellington.
Botanical Garden
Ketika mengunjungi Botanical Garden terasa seperti berada di Kebun Raya Bogor yang berada di Bogor. Ya, ini merupakan tempat konservasi khusus untuk tanaman, mulai dari pohon yang berusia ratusan tahun hingga kebun anggrek yang bila musim panas tiba akan memiliki warna-warni yang sangat indah.
Di tempat ini pula kita dapat menemukan pemakaman dan wilayah perumahan pertama yang berada di Wellington. Bila Anda berada di tempat ini jangan lupa untuk berkunjung ke Carter Observatory yang juga berada di sana untuk menikmati keindahan alam semesta dari Kota Wellington.
Wellington Cable Car
Bertempat persis di samping Botanical Garden juga terdapat wahana transportasi yang bisa menjadi pilihan untuk wisatawan. Wellington Cable Car, sebuah kereta sejenis monorail. Menurut sejarahnya, Cable Car menjadi alat transportasi utama untuk mengantarkan penduduk Wllington yang tinggal di perbukitan. Selain sebagai kota pelabuhan, Wellington juga memiliki demografi perbukitan.
Saat ini hanya ada satu Cable Car ini hanya tersisa satu saja dan sudah berusia ratusan tahun. Wellington Cable Car dapat mengantar wisatawan atau penduduk yang ingin pergi ke Quambton Lay dengan cepat. Tarif satu kali jalan adalah 2 NZ$ sekitar Rp15.104,00 sedangkan bila menggunakan kartu pelajar atau mahasiswa hanya dikenakan biaya 1 NZ$ sekitar Rp7.552,00. Bila ingin mengetahui lebih detail mengenai sejarah Cable Car, terdapat Museum Cable Car yang menceritakan seluruh sejarah mengenai cable car berdekatan dan lokasi Wellington Cable Car.
Harbour Bay
Terkenal sebagai kota pelabuhan, pemerintah Kota Wellington berhasil menyulap lokasi ini menjadi tempat yang indah dan menarik. Lokasi ini bernama Harbour Bay. Di Harbour Bay hampir tiap hari, terutama weekend banyak penduduk lokal bersantai di sana. Mulai hanya membawa keluarganya untuk bersantai, bermain kano, menikmati suasana pelabuhan, dan bermain bahkan online di tepi pantai.
Meskipun, berbentuk pelabuhan lokasi juga menyediakan WiFi gratis bagi yang ingin online di pinggir pantai. Selain pemandangan pelabuhan yang indah, di Harbour Bay juga terdapat beberapa museum yang dapat kita kunjungi untuk mengetahui lebih dalam mengenai Wellington dan Selandia Baru.
Wellington mengemas pelabuhannya dengan luar biasa sehingga wisatawan bisa menikmati semua keindahannnya. Saat berada di sini, saya sempat membayangkan, apakah pemerintah Kota Jakarta bisa mengemas Pelabuhan Tanjung Priuk di Jakarta Utara menjadi menarik seperti Harbour Bay?
Te Papa Museum
Berlokasi tidak jauh dari Harbour Bay terdapat Te Papa Museum. Museum ini sangat berbeda dari museum yang saya kunjungi di Wellington. Museum ini merupakan salahsatu fasilitas pendidikan dan pengenalan sejarah dari Selandia Baru yang didukung dengan teknologi yang canggih.
Di museum ini kita dapat melihat cumi-cumi raksasa yang memiliki panjang hampir 6 meter. Ada lagi sudut yang mengenalkan kita pada masa sejarah dari flora dan fauna hingga terbentuknya permukaan bumi sekarang ini. Untuk memasuki museum ini kita tidak akan dikenakan biaya apapun.
Mount Victoria
Sepertinya tidak sah bila mengunjungi Wellington tapi belum mampir ke Mount Victoria. Berlokasi di salah satu bukit tertinggi di Wellington. Dari lokasi ini kita dapat melihat seluruh Kota Wellington dari atas bukit. Selain melihat pemandangan Kota Wellington, kita juga dapat melihat pemandangan perbukitan yang sangat indah yang berbaris rapi. Sejenak pemandangan tersebut mampu membuatku terpukau dengan kebesaran-Nya dan merasa tak ingin beranjak dari tempat tersebut.
Parliament House
Bergelar sebagai kota pemerintahan, Wellington memiliki Parliament House dengan desain yang cukup unik. Mereka juga sering menyebut Gedung Parliament House sebagai Bee House. Sebutan ini sesuai dengan bentuk gedungnya yang menyerupai seperti sarang lebah.
Selain dapat berfoto di gedung tersebut, kita juga dapat masuk secara gratis untuk melihat para anggota dewan yang sedang sidang, bila memang sedang ada agenda sidang. Pada waktu itu kebetulan saya berkesempatan untuk masuk dan melihat anggota dewan Selandia Baru yang sedang melakukan sidang. Namun, pada saat ingin memasuki dan melihat dewan bersidang kita harus melewati pengamanan yang berlapis, mungkin untuk memastikan agar semuanya berjalan tertib dan aman.
Saya duduk di lantai atas di mana saya dapat melihat seluruh anggota dewan. Yang menarik adalah setiap kali akan bersidang, mereka selalu mengadakan acara ritual sidang yang menurut saya cukup unik. Namun, bila sedang berdebat sama saja seperti di Indonesia alias tidak ada yang mau mengalah.
Selain tempat-tempat di atas, sebenarnya masih banyak tempat menarik lainnya yang bisa dikunjungi saat berada di Wellington, seperti Weta Cave, Zealandia, Island Bay, dan Wellington Zoo.
Belajar dari pengalaman yang berkunjung saat musim dingin, berikut ini saya juga menyampaikan beberapa tips yang bisa membantu kenyamanan perjalanan Anda di Wellington. Sekadar informasi, saa musim dingin, suhu di Wellington bisa mencapai 2-10 derajat Celcius.
- Bawa jaket hangat yang cukup tebal agar panas tubuh kita tidak keluar. Bila beli jaket hangat di Wellington harganya sangat mahal berkisar Rp750.000,00 sampai Rp1,5 juta.
- Untuk sarung tangan dan tutup kepala sebaiknya membeli di sana karena harganya jauh lebih murah dan bahannya sesuai dengan kondisi untuk menghadapi musim dingin.
- Bila berpergian keliling kota, hindari pulang larut malam. Selain keterbatasan waktu pelayanan angkutan transportasi, bila salju turun biasanya angkutan bus di sana tidak melayani warga yang tinggal di perbukitan karena jalannya sangat licin. Bila memilih naik taksi, biaya akan sangat mahal.
Wellington sudah memiliki sistem transportasi yang terintegrasi dengan baik. Namun, alat transportasi yang paling sering digunakan di sana adalah bus. Meskipun, angkutan bus mereka sudah sangat baik pelaksanaannya masih harus diperhatikan dengan baik.
Tarif bus di Wellington terbilang cukup mahal, tergantung wilayahnya. Semakin jauh wilayah yang kita tempuh akan semakin mahal. Oleh karena itu, bila memiliki rencana berwista alam sebaiknya membeli kartu langganan bus. Dengan kartu tersebut biayanya akan lebih murah dibandingkan dengan membayar tunai.
Keterbatasan jam operasional beberapa bus hanya melayani hingga pukul 18.00 waktu setempat. Seterusnya kedatangan bus hanya satu jam sekali. Jadi, bila ingin berpergian menggunakan bus jangan lupa untuk membawa selalu jadwal bus. Kita bisa mendapatkan jadwal bus di setiap shelter yang tersedia atau bisa mengambil di dalam bus itu sendiri.
Walaupun, terdapat kelebihan dan kekurangannya Kota Wellington tetap mampu mendatangkan wisatawan. Keindahan dan keunikan tata ruang serta kehidupan masyarakatnya menjadi magnet khusus untuk para penggemar travelling.

Jakarta Selatan
everyone can be a smart traveler...
- 0 Komentar
- Send Your Comment
Web Admin: admin[at]detik.travel
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com




Sending your message
Sending your message



