Upacara Kasada, Gunung Bromo dalam Selimut Budaya

Sri Anindiati Nursastri - d'Traveler - Rabu, 14/03/2012 15:19:00 WIB
detikTravel Community -  

Pada malam ke-14 Bulan Kesodo menurut tanggalan Jawa, masyarakat Tengger yang menetap di lereng Gunung Bromo melakukan ritual adat. Upacara Kasada menyadarkan banyak orang bahwa Bromo tak sekadar objek wisata alam.

Anda boleh saja mengenal Bromo sebagai gunung yang indah, dengan kawah aktif dan panorama memukau lautan pasir di sekelilingnya. Sebagai salah satu primadona Provinsi Jawa Timur, Bromo menjadi destinasi wajib bagi para traveler domestik dan mancanegara. Tapi tahukah Anda, mereka tak hanya mengincar keindahan alamnya saja.

Masyarakat Tengger yang bermukim di lereng Gunung Bromo lekat dengan tradisi turun-temurun, salah satunya Upacara Kasada. Upacara adat ini menjadi salah satu alasan para traveler untuk belajar sedikit tentang tanggalan Jawa. Kenapa?

Karena Upacara Kesada dilakukan pada malam ke-14 bulan Kesodo. Hari ini bisa jatuh di bulan masehi apa saja, bisa antara Februari dan Maret, atau bahkan Agustus seperti tahun 2011 kemarin.

Pada malam hari ini, masyarakat Tengger mengenakan baju adat untuk memulai prosesi upacara. Kasada diawali oleh pementasan tarian tradisional Rara Anteng dan Jaka Seger. Konon, dua nama ini adalah pasangan yang pertama tinggal di lereng Gunung Bromo. Nama 'Tengger' kemudian diambil dari potongan nama mereka.

Tepat pukul 00.00 WIB, dilakukan pelantikan dukun dan pemberkatan umat di lautan pasir Gunung Bromo. Dukun bagi masyarakat Tengger adalah pemimpin umat dalam bidang keagamaan, yang bertugas memimpin upacara-upacara ritual. Agar mereka bisa diangkat oleh para tetua adat, para calon dukun harus hafal mantera-mantera. Jumlah manteranya tidak sedikit dan lafalnya sama sekali tidak mudah!

Dukun yang terpilih lalu memimpin rombongan suku Tengger naik ke puncak Gunung Bromo, 2.392 mdpl. Mereka membawa sesaji dalam jumlah banyak, berupa hasil pertanian, buah-buahan, juga hewan ternak. Sesaji inilah yang menjadi persembahan untuk arwah para nenek moyang. Sesaji itu lalu dilempar ke dalam kawah sebagai pengantar harapan akan hidup yang lebih makmur.

Dari tahun ke tahun, upacara Kesada selalu dipenuhi para traveler yang ikut serta dalam ritual. Bahkan bagi beberapa orang, upacara ini adalah poin utamanya. Panorama indah Gunung Bromo bisa dinikmati di sela-selanya.

Foto Terkait
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Most
Popular
 
Must Read close

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com