detiktravel

Mengintip Dapur Raksasa Milik Kolonial Belanda

Afif Farhan - d'Traveler - Selasa, 12/06/2012 18:44:00 WIB
detikTravel Community -  

Di Sawahlunto, Sumatera Barat, terdapat sebuah gudang bekas peninggalan kolonial Belanda. Museum Gudang Ransum adalah tempat wisatawan melihat dapur raksasa yang dulu digunakan Belanda untuk memasak makanan bagi pekerja tambang.

Museum Gudang Ransum adalah salah satu peninggalan Belanda di Sawahlunto. Tempat ini terdiri dari beberapa bagian, seperti kompleks dapur umum, tungku pembakaran, hingga gudang bahan makanan basah dan kering.

Dulu, Sawahlunto merupakan kota tambang. Pemerintah Belanda mempekerjakan secara paksa warga lokal untuk menambang batu bara. Memang, Sawahlunto memiliki persediaan batu bara yang melimpah hingga sekarang.

Dalam prakteknya, Belanda tidak hanya memperkerjakan pribumi begitu saja. Orang-orang Belanda cukup cerdik. Mereka membangun Gudang Ransum sebagai dapur umum untuk memberi makan para pekerja tambangnya. Sehingga para pekerja paksa atau disebut juga 'orang rantai', bisa bekerja secara maksimal. Dapur ini menyuplai makanan untuk pekerja tambang dan keluarganya.

Kini Gudang Ransum menjadi museum bersejarah. Beranjak ke dalamnya, Anda akan menemukan kuali raksasa yang digunakan untuk memasak, wajan berukuran besar, hingga replika makanan yang dulu disajikan untuk para pekerja.

Jangan bayangkan daging sapi atau ayam. Mereka hanya memakan beras merah, telur asin, juga ikan asin. Jika ada perayaan seperti ulang tahun Ratu Belanda, barulah para pekerja tambang dapat menikmati sajian ayam dan daging. Dalam sehari, para koki Belanda bisa memasak 6.000 porsi dari ribuan kilogram bahan makanan.

Dalam bangunan yang didirikan pada 1918 ini juga terdapat tungku pemasak air, baju-baju koki, hingga foto-foto Gudang Ransum di masa lampau. Tak ketinggalan, ada juga senjata-senjata yang digunakan oleh para pejuang. Museum ini buka setiap hari kecuali Senin, dengan tiket masuk Rp 4.000 saja. Murah meriah!

 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
Most
Popular
 
Must Read close

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com