DetikTravel









Travel Highlight Jakarta

4 Tempat di Jakarta yang Mirip di Luar Negeri

Dicky Ardian - detikTravel - Kamis, 30/08/2012 09:35 WIB
Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk bisa mendapatkan pemandangan kota yang indah. Di Jakarta, ada beberapa tempat yang mirip dengan luar negeri. Berfoto di sini, yuk!

Jakarta tidak hanya Monas, Taman Mini, atau Ancol saja. Masih banyak lokasi lainnya yang tidak kalah menarik. Bahkan, ada juga tempat-tempat di Jakarta yang mirip dengan pemandangan luar negeri, seperti yang disusun detikTravel, Kamis (30/8/2012):

1. 'Louvre' Kementerian Pertanian

Siapa sangka, Kantor Kementerian Pertanian yang terletak di Jalan Harsono RM No 3, Ragunan, Jakarta Selatan ini punya bangunan yang mirip dengan Museum Louvre di Paris, Perancis. Bentuknya sangat mirip, sekilas seperti piramida di Mesir yang terbuat dari kaca. Sebelum traffic light Ragunan arah Cilandak, bangunan ini bisa dengan jelas terlihat.

Bangunan piramida kaca ini digunakan sebagai Pusat Informasi Agribisnis. Untuk bisa masuk ke dalam, Anda harus terlebih dulu menyeberangi jembatan. Ya, bangunan ini dikelilingi oleh kolam yang cukup luas.

Di bagian sebelah kiri bangunan, terdapat sebuah taman yang cukup luas. Taman ini ditumbuhi banyak sekali pohon-pohon yang menambah suasana sejuk. Ada juga bangku taman untuk bersantai.

Memang tidak banyak yang tahu tentang bangunan dan taman di Kementan ini. Saat detikTravel berkunjung, suasana pun sepi-sepi saja. Namun ternyata kawasan ini sangat cocok untuk dijadikan destinasi alternatif saat sore hari atau akhir pekan. Dengan parkir kendaraan di tempat yang telah disediakan, Anda bisa dengan bebas masuk dan menikmati taman ini tanpa harus izin dengan petugas. Piramida kaca ini buka setiap hari kerja. Namun taman di seklilingnya bisa Anda kunjungi kapan saja.

2. Pasar Baru dan Petak 9

Untuk kawasan yang mirip dengan negara China, Jakarta punya Pasar Baru dan Petak 9. Pasar Baru terletak di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Begitu memasuki kawasan Pasar Baru, gapura yang kental dengan desain khas Tionghoa akan menyambut kedatangan Anda.

Walaupun dikenal dengan nama pasar, tapi Pasar Baru sama sekali tidak terkesan kumuh atau kotor. Kawasan ini cukup bersih dan nyaman. Anda bisa berjalan-jalan di selasar yang ditutupi atap yang teduh. Di sebelah kanan dan kiri pasar terdapat banyak sekali toko-toko yang menjual beraneka macam kebutuhan.

Pasar ini dikenal dengan kawasan yang menjual berbagai produk tekstil impor yang terjangkau. Pada bagian belakang pasar, ada juga toko-toko elektronik, seperti kamera, TV, dan masih banyak lagi.

Puas berbelanja kebutuhan sehari-hari di Pasar Baru, Anda bisa berpindah ke Petak 9. Di sini suasana khas Negeri Tirai Bambu lebih terasa lagi. Kawasan ini menjual berbagai macam kebutuhan yang berkaitan dengan etnis Tionghoa. Pada saat Imlek tiba, Petak 9 berubah menjadi kawasan yang sangat ramai.

Aneka barang khas Imlek bisa Anda temukan di sini, mulai dari lampion, gantungan pintu, amplop angpao, lampion, baju, buah-buahan, hingga kue. Harga yang ditawarkan pun bervariasi mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah bisa Anda temui di sini.

Anda bisa mengunjungi pasar ini sejak pukul 9.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Khusus Sabtu dan Minggu malam, pasar ini tutup lebih malam. Suasana seperti di perkampungan China akan jelas terasa ketika berbelanja di sini.

3. Gereja Katedral

Gereja yang terletak di tengah kota ini, merupakan salah satu peninggalan Belanda yang masih berdiri kokoh hingga sekarang. Arsitekturnya penuh nuansa khas Eropa. Memasuki kawasan gereja, Anda pasti akan lupa kalau ini di Jakarta.

Gereja Katedral mempunyai nama resmi Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga, De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming. Gereja ini berada di Jalan Katedral No 2, Jakarta Pusat. Gereja Katedral diresmikan pada tahun 1901 dengan rancangan Pastor Antonius Dijkmans.

Ada 3 menara di Gereja Katedral, yaitu Menara Benteng Daud, Menara Gading dan Menara Angelus Dei. Menara ini dibuat dari besi. Bagian bawah menara didatangkan dari Belanda dan bagian atas dibuat di Batavia. Selama lebih dari seratus tahun gereja ini banyak mengalami kerusakan, namun upaya umat dan pastur untuk menjaga dan merawat gereja Katedral ini terbukti hingga sekarang.

Selain jemaat, untuk bisa masuk ke dalam gereja ini Anda harus terlebih dulu membuat perjanjian beberapa minggu sebelum kunjungan ke petugas. Tur ke dalam gereja bisa dilakukan setiap hari, kecuali saat gereja sedang menggelar ibadah.

4. Cafe Batavia

Cafe Batavia berdiri pada tahun 1993, terletak di dalam sebuah bangunan tua bernuansa kolonial Belanda. Bangunannya yang unik dan antik begitu menarik perhatian. Posisinya tepat berada di depan Museum Fatahillah.

Menikmati malam dalam suasana klasik di Cafe Batavia memberikan kesan yang romantis. Kalau soal harga, Cafe Batavia memang membanderol setiap menunya dengan cukup mahal. Namun suasananya yang susah dicari di Jakarta sepertinya sebanding dengan harga mahalnya.

Cafe Batavia biasanya buka pada hari Senin-Jumat pukul 08.00 hingga 01.00 WIB dini hari. Saat weekend, Cafe Batavia buka lebih lama, yaitu pukul 08.00 hingga 02.00 WIB dini hari.

(aff/fay)
Megahnya gapura di Pasar Baroe (Afif Farhan/detikTravel)
Baca Juga

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
Most
Popular
 
Must Read close
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com