Dahsyatnya Panorama dari Puncak Gunung Burangrang

bayu krisna - d'Traveler - Rabu, 05/09/2012 11:39:00 WIB
detikTravel Community -  

Berada di ketinggian 2.050 mdpl, Gunung Burangrang di Cisarua, Bandung Utara menjadi medan untuk pendaki pemula. Treknya memang tidak terlalu sulit, tapi panoramanya super dahsyat!

Gunung Burangrang berada di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Bandung Utara. Gunung ini menjadi satu rangkaian dengan Gunung Tangkuban Perahu dan Gunung Bukit Tunggul.

Rangkaian pegunungan tersebut merupakan sisa letusan besar Gunung Sunda Purba pada zaman prasejarah. Meskipun kurang populer di kalangan pendaki, Gunung Burangrang menawarkan pengalaman berbeda dengan pemandangan alam serta rangkaian perbukitan yang indah.

Saat ini kawasan Gunung Burangrang dikelola oleh PT Perhutani dan sebagian lahannya juga dimanfaatkan sebagai hutan pegunungan tempat latihan militer KOPASUS. Jadi, untuk memasuki kawasan ini biasanya agak sulit atau bahkan tertutup untuk pendakian ketika sedang digunakan latihan militer oleh pihak KOPASUS.

Untuk sampai di Puncak Burangrang, dari pos pendaftaran membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 jam melalui trek yang bisa dibilang cukup bersahabat bagi pendaki pemula. Oleh karena itu, tak jarang pendaki yang melahap pendakian Gunung Burangrang ini dalam waktu sehari. 

Sebelum memulai pendakian, di daerah pos pendaftaran saya bersama rombongan sudah bisa menikmati pemandangan Kota Bandung dari kejauhan. Berjalan sedikit ke balik bukit, terlihat pula Gunung Tangkuban Perahu dan rangkaian hijau perkebunan teh serta Situ Lembang yang menawan.

Sesaat pendakian dimulai rangkaian pohon pinus yang berjajar rapi menyambut kedatangan kami. Mereka pun setia mengiringi langkah kami menyusuri jalan setapak yang landai dan berdebu.

Setelah sekitar satu jam menikmati rangkaian hutan pinus, kami pun memasuki hutan alam dengan trek yang mulai menanjak, berliku, dan berbatu. Dari titik inilah perjalanan mulai menantang dengan jalan naik turun bukit. Bahkan kami juga akan melewati jalan setapak dengan jurang di sisi kanan dan kiri.

Sebelum sampai di puncak utama tepatnya saat kita berada di punggung bukit puncak kedua, kami melihat tugu berwarna putih yang menandai puncak Gunung Burangrang. Ya, puncak itu berada di seberang bukit.

Dari titik ini kami sudah bisa menikmati panorama rangkaian bukit dan pegunungan yang indah di atas awan. Terlihat juga jalur yang harus dilalui untuk mencapai puncak utama. 

Untuk sampai di puncak utama, kami harus terlebih dulu mendaki trek berupa tebing batu yang cukup terjal setinggi kurang lebih 10 meter. Bentuk trek yang satu ini mirip dengan "Tanjakan Setan" di trek Gunung Gede.

Akhirnya, kami pun sampai di puncak yang luasnya hanya sekitar 25 meter persegi. Di sini kami melihat dengan jelas Tugu Trianggulasi yang berwarna Putih setinggi 2,5 m. 

Tugu ini berdiri kokoh sebagai penanda puncak tertinggi Burangrang. Di tugu itu tertulis nama Gunung Burangrang dengan ketinggiannya, 2.050 mdpl. 

Seluas mata memandang, panorama alam pegunungan yang berbukit serta langit biru nan indah ini memanjakan mata kami. Dahsyat! Tak kalah dari pemandangan gunung-gunung lain yang lebih tinggi darinya.

Meskipun di puncak gunung ini tidak terdapat Anaphalis Javanica atau Edelweis si Bunga Abadi, pemandangannya tetap cantik bagai negeri di atas awan. Keadaan ini sudah lebih dari cukup untuk menghapus lelah selama perjalanan menuju puncak.

Foto Terkait
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
Most
Popular
 
Must Read close

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com