DetikTravel









Asyiknya Belajar Sejarah di Monas

Afif Farhan - detikTravel - Sabtu, 08/09/2012 13:35 WIB
Jakarta - Tidak hanya untuk berfoto-foto, Monas dapat menjadi tempat belajar yang mengasyikan. Ada diorama perjuangan kemerdekaan bangsa, rekaman proklamasi, dan masih banyak lagi. Jadi tambah pintar di Monas!

Siapa yang tidak kenal Monas? Ikon Jakarta ini menjadi tempat wisata yang tak pernah sepi, apalagi saat akhir pekan. Anda bisa berolahraga di sekitar tamannya atau berfoto-foto di sana. Tak hanya itu, Anda juga bisa belajar sejarah di Monas.

detiktravel berkunjung ke Monas beberapa waktu lalu. Objek wisata ini terletak di pusat Jakarta. Ada banyak cara untuk menuju ke sana, mulai dari naik kereta lalu turun di Gambir atau menggunakan TransJ dan turun di Halte Monas.

Untuk tiket masuk ke dalam Monas, seharga Rp 2.500 saja. Setelah membayar tiket, Anda akan menuju ke ruangan yang besar. Inilah ruangan diorama sejarah panjang bangsa ini dalam mencapai kemerdekaan.

Diorama tersebut sangat menarik. Bentuknya pun persis seperti apa yang ada dalam sejarah. Seperti, diorama Candi Borobudur, kerajaan-kerajaan Indonesia di masa lalu, hingga perjuangan para pahlawan dalam mencapai kemerdekaan, seperti sumpah pemuda dan lain-lain.

Ruangan diorama ini sangat luas. Tentu, anda dapat mengetahui sejarah perkembangan bangsa ini mulai dari masa kerajaan hingga kemerdekaan seperti sekarang ini. Ada juga papan-papan penjelasnya. Lengkap!

Beranjak menuju bagian puncak Monas, ada satu ruangan yang tak boleh Anda lewatkan. Ruangan tersebut adalah Ruang Kemerdekaan. Di sana terdapat pembacaan teks proklamasi oleh presiden pertama, Soekarno. Pembacaan proklamasi tersebut berlangsung setiap jam, mulai dari pukul 09.00-17.00 WIB selama tak lebih dari lima menit. Rasanya, Soekarno ada di depan Anda!

Beranjak ke puncaknya dengan biaya Rp 7.500, Anda akan mendapatkan pemandangan yang sangat cantik. Dari sinilah Anda bisa melihat Kota Jakarta dari ketinggian. Gedung-gedung bertingkat dan pencakar langitnya seolah mainan kecil. Apalagi mobil-mobil yang lalu lalang, seperti semut.

Siapkan pulau kamera untuk memotret keindahannya. Saat hari libur, dipastikan akan panjang antrian untuk menuju puncaknya Monas. alangkah baiknya anda datang lebih awal.

Tak hanya itu, di sekitar Monas juga terdapat patung-patung yang mengandung sejarah. Seperti Patung Chairil Anwar dan Patung Pangeran Diponegoro yang terletak di depan Mahkamah Agung, Anda dapat menemukannya dengan mudah. Patung-patung tersebut menggambarkan sosok kedua pahlawan tersebut.

Patung Pangeran Diponegoro berupa beliau yang terlihat gagah sambil menunggangi kuda. Di dekatnya terdapat riwayat hidup beliau dan perjuangan-perjuangan yang dilakukan. Sedangkan Chairil Anwar, meski patungnya berupa bagian kepala dari penyair ini saja, terdapat papan besar yang terukir puisinya. Ya, Puisi Karawan-Bekasi karyanya adalah 'bahan bakar' para pahlawan untuk berjuang melawan penjajah.

Selain itu, ada juga Patung Ra Kartini yang terletak persisi di depan Stasiun Gambir. Patung pemberian Jepang ini berupa tiga pose Ra Kartini, yaitu berjalan, menari, dan menyusui. Ini adalah penghormatan untuk beliau sebagai wanita yang gagah berani.

Bagaimana, jadi lebih pintar tentang sejarah di Monas bukan?


(aff/fay)
Ruang Kemerdekaan (Afif/detikTravel)
Baca Juga
Foto Terkait

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
 
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com