Hiii! Ada Bebek Kuntilanak di Aceh

Aulia Fitri - d'Traveler - Senin, 05/11/2012 08:35:00 WIB
detikTravel Community -  

Bagi para traveler, wisata kuliner bukan cuma soal rasa. Nama yang unik menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan. Di Kabupaten Aceh Besar, semua mencari Bebek Kuntilanak. Namanya ngeri, rasanya sedap....!

Namanya boleh horor, tapi soal rasa itu membuat ketagihan. Sie itek (bebek) yang lembut dipadu dengan aroma gonsengan kelapa yang telah digiling, menjadi satu rasa yang tidak tandingnya. Unik, gurih itulah dia!

Bicara soal panganan pengisi perut, gak cuma masalah nikmat dan kenyang. Soal rasa dan nama makanan pun menjadi ciri khas yang tersendiri. Begitulah sekilas yang tergambarkan dengan cita rasa masakan 'Bebek Kuntilanak' ala Desa Turam, Kecamatan Peukan Biluy Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Desa Turam, Mukim Darul Kamal, yang merupakan salah satu daerah bersejarah raja-raja di Aceh ini, tidak begitu jauh dari pusat Kota Banda Aceh. Anda bisa menempuhnya dengan kendaraan roda dua atau mobil sekitar 10-15 menit menuju ke tempat kuliner ini.

Kuliner jenis kari dengan bahan dasar daging bebek khas masakan Aceh Rayeuk (Aceh Besar) ini memang tidak ada nama resmi, namun sebutan 'Kuntilanak' itu pun hanya beredar dari mulut ke mulut dari para penikmat kuliner malam hari. Sehingga julukan Bebek Kuntilanak pun melekat dengan penikmat kuliner kalangan tertentu ini.

Ayah, begitulah sebutan juru kunci pemilik kuliner bebek yang buka saban malam hari dari mulai pukul 19.00 WIB sampai menjelang larut malam sekitar pukul 03.00 WIB pagi. Itu pun jika masih tersisa, kadang bisa lebih awal tutupnya.

Di Aceh, khususnya masakan Aceh Besar tidak heran lagi dengan aroma u teulheu atau u neulheu (kelapa gonseng gilingan). Tapi kenapa bisa mendapat julukan 'Kuntilanak'. Ini gara-gara kuliner bebek ini cuma ada di malam hari dan medan menuju ke rumah Ayah ini terkenal cukup gelap. Jadi ada baiknya bagi Anda yang pergi tidak sendirian dan ada baiknya beserta teman.

Harga satu piring plus nasi kari bebek ini terbilang murah dan tidak perlu banyak merogoh banyak kantong Anda. Tapi eits.., tunggu dulu, Anda jangan membayangkan tempat kuliner ini seperti layaknya warung makan apalagi resto atau cafe, melainkan hanya sebuah rumah warga biasa dengan suasana kampung, milik Ayah tadi.

Di sini kita akan dijamu layaknya bertamu ke rumah seseorang. Hitung-hitung Anda bersilaturahmi begitulah suasana untuk menikmati saboh ceupe sie itek (satu piring kari bebek) dengan beralaskan tikar ala kadarnya.

Menariknya, kuliner ke kampung-kampung seperti ini juga bisa jadi ajang saling berkomunikasi dan berinteraksi bersama masyarakat setempat. Apalagi jika pada jam-jam makan malam, rasanya seperti dinner bersama saudara sekampung. Menikmati kuliner kari bebek memang tidak sembarangan, padanan rasa dan aroma memang selalu menjadi daya tarik tersendiri.

Pengalaman menikmati Bebek Kuntilanak di Desa Turam ini cukup beda dengan kari bebek di tempat lainnya di Aceh. Di kota kecil Matangglumpangdua misalnya, Kabupaten Bireuen, dimana kota yang terkenal Sate Matang ini punya ciri khas sendiri.

Tapi yang pasti rasa antara ciri khas dan perbedaan tempat tidak membuat dua kuliner sama-sama bebek ini saling mengalahkan.

Di Matang sendiri, saking sering menikmati sie itek, begitulah tulisan di gerobak penjualnya, saya sendiri sudah mampu membedakan aroma mana yang mantap dan mana yang kurang maknyus. Di antara empat gerobak yang sering mangkal di seputaran jalan besar Medan-Banda Aceh untuk berjualan sie itek ini, beberapa tempat di antara punya aroma yang saling berbeda.

Lagi-lagi empuknya olahan daging bebek dari masing-masing gerobak juga punya perbedaan tersendiri. Mungkin inilah yang namanya pengalaman icip kuliner, tanpa harus melangkahi profesi atau hobinya Pak Bondan.

Jadi, kesimpulannya jika Anda sempat traveling ke Banda Aceh jangan lupa untuk mampir ke Desa Turam sambil menikmati sensasi Bebek Kuntilanak dan berwisata malam. Begitu juga saat melewati perjalanan darat dari Banda Aceh ke Medan jangan lupa pula mampir di kota kecil Matangglumpangdua. Jika bosan dengan kuliner bebek, Sate Matang dengan bumbu kacang khas tentunya patut dicoba.

Mau jalan-jalan ke Jepang gratis? Ayo ikutan program Dream Destination Japan. 3 Petualang yang beruntung akan berangkat ke Jepang dan memperebutkan Grand Prize Rp 10 juta. Ayo daftar di sini.
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
 
Must Read close

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com