DetikTravel









Laporan dari Korsel

Cara Keren Menghabiskan Waktu Sehari di Seoul

Ari Saputra - detikTravel - Senin, 22/10/2012 09:01 WIB
Saat perjalanan dinas atau bisnis ke luar negeri, alangkah asyiknya kalau bisa meluangkan waktu untuk traveling. Di Seoul, Korea Selatan, jangan khawatir kalau Anda hanya punya waktu luang sehari. Ikutilah cara ini!

Bila perjalanan singkat itu kebetulan di Seoul, Korsel dan hanya ada waktu sehari, jangan khawatir. detikTravel, Senin (22/10/2012) menyusun contoh itinerary yang dapat menjadi pilihan yang menarik di antara berbagai lokasi wisata yang banyak tersebar di Seoul:

08.00 - City Hall

Mulailah pagi Anda dengan main ke City Hall, sebuah gedung gaya lama yang diterawat dan dijadikan pemerintah setempat menjadi sebuah hall raksasa. Berbagai konser dan kegiatan pameran skala nasaional dan internasional dilakukan di sini. Di City Hall ini, konser gratis PSY si Gangnam Style pernah digelar dan berhasil menyedot 85.000 penonton.

Bangunan lama City Hall ini merupakan fasad di depan bangunan modern dengan desain khas minimalis dan penuh kaca. Di depannya terdapat lapangan luas kira-kira 2 kali lapangan sepakbola.

Di tempat ini, Anda bisa menikmati suasana kota dan berfoto dengan latar gedung City Hall. Di bawah gedung ini terdapat stasiun kereta bawah tanah City Hall, sehingga siapa saja bisa mengakses ke sini dengan murah.

10.00 - Istana Deoksugung

Istana yang dibangun sejak abad ke-15 ini berada di seberang City Hall. Istana ini menjadi wisata khas Korea karena menyimpan sejarah Korea yang orisinil, lengkap dengan bangunan dan parade penjaganya.

Setiap pukul 10.00 terdapat parade unik yakni apel pagi penjaga Istana Deoksugung. Para penjaga ini berjumlah 30-an orang dengan busana dan atribut kekaisaran zaman dahulu, lengkap dengan bendera kebesarannya.

Anda juga bisa berfoto bersama dengan para penjaga istana. Namun jangan berhara mendapatkan senyum manis penjaga karena para penjaga istana tetap memasang wajah serius dan tampil gagah.

Saya sarankan untuk melihat apel tersebut sebelum memasuki kompleks istana. Untuk masuk ke kompleks istana ini, wisatawan akan dipungut tiket yang terbilang murah yakni sebesar 1.000 won (sekitar Rp 9.000) untuk orang dewasa dan 500 won untuk anak-anak. Tidak ada pembedaan tiket bagi turis asing maupun turis lokal.

Di dalam kompleks istana ini terdapat museum nasional yang menyimpan berbagai peninggalan masa lalu Korea. Ada tiket khusus yang tarifnya sama dengan tiket masuk istana.

12.00-13.00 Da-Dong

Keluar kompleks Istana Deoksugung, cobalah berjalan kaki sekitar 15 menit ke daerah Da-Dong, Jungg-gu. Daerah ini merupakan kawasan yang dipadati gedung perkantoran dan juga restoran khas lokal.

Sepanjang jalan ini dipadati dengan kafe dan toko kecil dengan display yang menarik. Acara foto-foto dengan latar kafe yang unik dijamin mampu menghabiskan waktu hingga satu jam.

Jangan khawatir. Meski berbagai petunjuk jalan menggunakan huruf Korea, tetapi di berbagai sudut jalan terdapat gerai Tourist Information. Terdapat petugas yang mampu berbahasa Inggris bila kesasar.

13.00-14.00 Jungg-gu

Makan siang di Jungg-gu. Makanan di sini sangat lengkap bagi pecinta kuliner khas Korea. Hanya saja, harganya relatif mahal seperti pada umumnya Korea. Sebagai gambaran, satu gelas es jeruk nipis yang di Jakarta seharga Rp 5.000, di sana bisa 5 kali lipat harganya.

Namun bila budget terbatas, bisa mencari makanan siap saji yang banyak bertebaran di kawasan ini.

Bila perjalanan singkat ini pada hari kerja (weekday), Anda dapat melihat langsung dan menilai bagaimana para pekerja kantoran dan muda-mudi di Seoul sangat modis dan fashionable. Dari level sopir hingga top manajemen, warga Korea berusaha tampil trendi dan nyentrik seperti dalam adegan film Full House maupun film Korea yang lain.

14.00-17.00 Seoul Tower

Dari Jungg-gu, dapat menggunakan bus khusus menuju ke Menara Seoul (Seoul Tower). Busnya mencolok dengan halte khusus bertuliskan 'Bus City Tour'. Bus ini beroperasi hingga malam hari, pukul 23.00. Waktu tempuh dengan menggunakan bus kurang dari 30 menit saja.

Lewat menara Seoul, kita bisa menikmati lanskap Kota Seoul karena menaranya dibangun di salah satu sebuah bukit dari sekian banyak bukit yang mengelilingi Seoul. Lokasinya yang tinggi bakal mengingatkan The Peak di Hongkong.

Di Seoul Tower ini terdapat pula ribuan gembok yang dipasang di pagar tepat di bibir tebing. Di setiap gembok bertuliskan pesan cinta. Orang pun mengenal gembok tersebut dengan gembok cinta, tempat sepasang kekasih menggembok cintanya dari godaan orang lain.

Di Seoul Tower juga terdapat berbagai restoran dan kafe yang menghadap ke lanskap Seoul. Sangat tepat untuk menyatakn cinta dan memberi simbol dengan gembok di pagar itu.

Selepas gelap, ada baiknya menunggu agak malam sehingga menjadi lebih afdol karena melihat langsung Kota Seoul pada malam hari.

17.00-21.00 Pusat Belanja Myeongdong

Dari Seoul Tower menuju Myengdong cukup singkat tidak kurang dari 30 menit menggunakan bus City Tour.
Myeongdong merupakan surga belanja bagi siapa saja yang ke Korea. Dibandingkan Hongkong, harga di sini relatif lebih mahal hingga 2-3 kali lipat. Namun jangan ragukan barang-barangnya, sangat bagus.Barang-barang tersebut dipajang di gerai-gerai di toko yang berjajar rapih di sepanjang Myeongdong.

Di tengah jalan yang sudah ditutup untuk kendaraan ini, para PKL berderet rapih menjajakan barang-barang berkualitas. Uniknya, para pedagang disini dapat dikatakan 'pasif'. Mereka hanya diam dan tidak berteriak menjajakan barang dagangannya seperti di Kowloon ataupun Ladies Market di Hongkong. Mereka baru akan bereaksi bila pembeli menanyakan harga atau pilihan warna.

Myeongdong menjadi pilihan untuk membeli oleh-oleh dibawa pulang ke Indonesia.

Di tempat ini juga terdapat berbagai makanan khas Korea mudah diperoleh. Masakan Korea terbilang tidak jauh berbeda dengan masakan Indonesia. Bumbunya terasa menyengat di lidah seperti masakan Indonesia kebanyakan. Hanya saja, nasi di Korea terasa seperti nasi ketan di sini yakni kenyal dan lengket.

(shf/shf)
City Hall Seoul (Ari/detikTravel)
Baca Juga
Foto Terkait

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
 
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com