DetikTravel









Cerita 'Pedang Misterius' di Gunung Karst, Bandung Barat

Desi Puspasari - detikTravel - Selasa, 26/02/2013 17:07 WIB
Tentu Anda heran, bila ada pedang raksasa tertancap di atas bukit. Itulah yang akan dirasakan saat lewat di Kawasan Karst Citatah, Bandung Barat. Keberadaan pedang itu pun, mengundang tanya siapapun yang baru melihatnya. Ada apa ya?

Saat menuju Bandung dengan melewati jalur Puncak, terlebih dahulu Anda akan melintasi daerah Jalan Raya Gunung Masigit. Di jalan ini, pelancong akan disuguhkan panorama pegunungan kapur yang menawan. Banyak traveler mengenal daerah ini sebagai Kawasan Karst Citatah.

Sebenarnya, Kawasan Karst Citatah mmemiliki panorama unik dan mengagumkan. Tak heran bila daerah ini juga sering digunakan untuk syuting film, salah satunya '18+ True Love Never Dies' yang dibintangi oleh Adipati Dolken dan Samuel Zylgwyn. Namun sayang, udara di daerah ini kurang bersahabat dan jalanannya sangat berdebu.

Beberapa waktu lalu detikTravel pun sempat melintasi jalan ini menuju Bandung. Di antara kelokan-kelokan tajam saya melihat panorama yang tak biasa di kiri jalan. Gunung-gunung kapur membentang kokoh di jalan yang mengarah Bandung. Kalau dilihat-lihat lebih detil, sebenarnya Kawasan Karst Citatah ini sangatlah cantik dan memesona.

Namun, ada satu bukit yang mencuri pehatian. Bila dilihat dengan jelas, ada pedang raksasa yang menancap di salah satu bukitnya. Sudah tentu, pedang tersebut membuat saya penasaran.

Terlebih Kawasan Karst Citatah juga menyimpan banyak penemuan kuno. Seperti adanya Gua Pawon yang pernah ditemukan situs purbakala berupa alat-alat batu, gerabah, bongkah andesit sebagai alat tumbuk, dan tulang-tulang yang diyakini sebagai tulang binatang.

Melipir ke pinggir jalan, sembari mengambil beberapa foto saya pun mencari warga sekitar untuk bertanya.

"Tidak ada yang tahu persis tentang pedang itu," kata Irah, salah seorang pedagang yang ada di kawasan itu, kepada detikTravel beberapa waktu lalu.

Irah pun menambahkan, konon pedang itu jatuh dari langit saat tsunami Aceh. Namun, tak semua orang bisa percaya dengan mudah tentang cerita pedang hitam tersebut. Logikanya, tidak mungkin ada pedang yang tiba-tiba jatuh dari langit.

Setelah mencari informasi dari berbagai sumber, keberadaan pedang ini memang sempat menghebohkan warga sekitar Desa Citatah. Keberadaannya juga dikaitkan dengan cerita mistik, tentang bukit Klenik yang menjadi tempat menancapnya pedang tersebut.

Berbagai versi cerita pun bermunculan. Salah satunya menceritakan kalau sebenarnya itu adalah belati raksasa yang menjadi ciri Kopassus. Belati dengan panjang sekitar 9 meter itu sengaja dipasang di pinggir bukit, dan ditancapkan sebagai tanda bukit tersebut kini milik Kopassus.

Bila penasaran, saat melintas di Jalan Raya Cipatat Anda bisa melihat belati raksasa tersebut.

(sst/sst)
Pedang raksasa bila dilihat dari jauh (Desi/detikTravel)
Baca Juga
Foto Terkait

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
 
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com