DetikTravel









Travel Highlight Makassar

Wajib Coba, Tradisi Minum Kopi Khas Makassar

Muhammad Nur Abdurrahman - d'traveler - Kamis, 21/03/2013 15:35 WIB
Makassar - Tidak hanya Aceh atau Belitong saja yang memiliki tradisi minum kopi. Di Makassar, Anda pun bisa datang ke warung-warung kopi di jalanan. Silakan menikmati suasana Makassar dengan secangkir kopi Toraja. Slrupp!

Jika pertama kali traveling ke Makassar, Anda akan menjumpai kerumunan orang yang sedang duduk-duduk di warung kopi. Seperti halnya Aceh yang terkenal warung kopinya, begitu pun di Makassar. Jika dihitung, jumlah warung kopi se-Makassar mungkin mencapai ratusan.

Ada beberapa warung kopi (warkop) terkenal di Makassar, seperti Warkop Phoenam, Warkop Dottoro, Warkop Daeng Anas, Warkop Daeng Sija atau Warkop Hei Hong. Untuk memperoleh bahan baku kopi tidaklah sulit, karena di Sulawesi Selatan terdapat dua daerah penghasil kopi kelas dunia, yakni di Toraja dan di Kalosi.

Rata-rata kopi yang disajikan merupakan perpaduan kopi Robusta dan Arabika yang dimasak sebelum disajikan. Selain kopi hitam, kopi susu tidak kalah mantapnya.

Warkop Phoenam akan kita jumpai di tiga tempat di Makassar, seperti di Jalan Jampea, Jalan Boulevard dan Jalan Ratulangi. Warkop ini sudah tegak berdiri sejak tahun 1946 di Makassar.

Phoenam dalam bahasa Tionghoa berarti tempat persinggahan. Warkop ini juga sudah buka cabang di Jakarta, yakni di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Selain menyajikan kopi, Warkop Phoenam juga menawarkan menu teh susu atau menu roti bakar selai kaya.

Di utara kota Makassar, juga terdapat Warkop Dottoro yang dirintis H. Naba, sejak tahun 1960-an. Merek Dottoro diadaptasi dari asal kata Dokter, yang pelafalan Makassarnya dibaca Dottoro.

Kata Dottoro ini sendiri mempunyai maksud dapat menyembuhkan kaum pria yang merasa jenuh atau suntuk berdiam diri di rumahnya. Warkop Dottoro ini juga dapat dijumpai di beberapa jalan di Makassar, seperti di warkop induknya di Jalan Tinumbu, di Jalan Satando, Jalan Pattimura dan Jalan Veteran. Pengunjung Warkop Dottoro ini terdiri dari berbagai macam kelas, dari tingkatan jelata hingga dari kelompok juragan.

Salah satu kerabat H Naba yang bernama Daeng Sija, juga telah membuka beberapa warkop di Makassar dan beberapa kota lainnya. Anda bisa datang ke Warkop Daeng Sija di Jalan Boulevard dan Jalan Labu.

Di Jalan Pelita Raya, juga terdapat Warkop Daeng Anas yang ramai dari pagi hingga petang hari. Kopi ini hasil racikan Daeng Anas atau Nasrullah. Daeng Anas merintis usaha warkop secara mandiri dan lepas dari nama keluarganya, sejak tahun 2002 dengan membuka warkop di Jalan AP Pettarani dan pada tahun 2004 Daeng Anas pindah ke Jalan AP Pettarani.

Di warkop Daeng Anas ini merupakan tempat favorit beberapa pejabat setingkat Gubernur dan Walikota beserta para pengikutnya. Selain itu, warkop ini juga jadi tempat persinggahan berbagai profesi seperti pegawai negeri, karyawan perusahaan swasta atau komunitas jurnalis di Makassar.

Daeng Anas meracik kopinya dengan memadu gilingan kopi yang masih kasar dari dua jenis kopi Arabika dan kopi Robusta. Ilmu meracik kopinya merupakan keahlian warisan dari sang Ayah, H Muhammad Nawir yang membuka Warkop Sinar Daya di Daya, Makassar, sejak tahun 1960-an.

Setelah dua jenis kopi ini dicampur, kopi lalu dimasak dengan teko yang terbuat dari besi kuningan. Cara masaknya sama persis dengan kopi tarik khas Aceh atau kopi tiam. Sebelum disajikan kopi harus dipanaskan terus di atas kompor.

Selain warkop yang bercitarasa klasik ini, di beberapa sudut jalan juga terdapat warkop 'kelas dua'. Warkop tersebut tidak memprioritaskan rasa, tapi memanjakan pelanggannya dengan layanan bebas WiFi internet dan buka hingga larut malam.

Berlama-lama di Makassar, Anda akan semakin betah jika sekali-kali mencoba ikut nongkrong di warung-warung kopi di Makassar. Seperti misalnya Jefriar Dunda yang harinya tak lengkap bila dalam sehari ia tidak nongkrong di warkop, satu hingga dua kali, di pagi dan sore hari.

"Suasana di warkop tidak pernah membosankan, karena selalu kita menemukan segala hal yang baru, seperti rekan bisnis atau pengetahuan baru dari berbagai tipe jenis orang," pungkas Jefriar yang merupakan distributor kelontongan asal Makassar-Manado ini.

(mna/aff)
Daeng Anas sedang meracik kopinya (MN Abdurrahman/detikTravel)
Baca Juga
Foto Terkait

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
Most
Popular
 
Must Read close
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com