DetikTravel









Travel Highlight Aceh

Mengintip Tempat Permaisuri Aceh Ganti Baju

Desi Puspasari - detikTravel - Kamis, 18/04/2013 11:05 WIB
Banda Aceh - Ternyata Aceh juga punya Taman Sari seperti Yogyakarta. Taman Sari Gunongan namanya. Konon, destinasi di Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh ini dahulu menjadi tempat ganti baju para permaisuri Kesultanan Aceh. Intip yuk!

Traveling ke sebuah daerah tidaklah lengkap tanpa mengulas sedikit sejarahnya. Begitu juga dengan Aceh yang mempunyai beberapa peninggalan budaya bernilai sejarah. Salah satunya yang harus Anda lihat adalah Taman Sari Gunongan.

"Ini ruang publik yang paling besar di Aceh. Setiap malam ramai anak muda kalau malam minggu lebih ramai," cerita Public Relations Komunitas I Love Aceh, Roma, kepada detikTravel, Rabu (16/4/2013).

Sebelum menjelajah lebih jauh Taman Sari Gunongan, sebaiknya Anda melihat dulu sejarah masa lalunya. Taman Sari Gunongan adalah salah satu peninggalan Kesultanan Aceh. Taman Sari Gunongan dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Setelah dirinya berhasil menaklukkan Kerajaan Pahang di Semenanjung Malaka, ternyata ia jatuh cinta dengan putri dari kerajaan yang dikalahkannya tersebut bernama Putroe Phang.

Demi cintanya yang teramat dalam, Sultan Iskandar Muda bersedia memenuhi permintaan sang putri untuk membangun sebuah taman sari yang sangat indah lengkap dengan Gunongan sebagai tempat menghibur diri. Selain sebagai tempat bercengkerama keluarga kerajaan, Gunongan juga digunakan sebagai tempat berganti pakaian permaisuri setelah mandi di Sungai Isyiki yang mengalir di tengah-tengah istana.

Maka dibangunlah bangunan ini yang sampai sekarang masih berdiri kokoh. Tidak sulit untuk menjangkau tempat ini. Ya, bangunan bersejarah ini terletak di pusat kota, tepatnya di Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh. Traveler bisa menggunakan kendaraan bermotor atau menggunakan angkutan umum melalui Jalan Teuku Umar.

Meski Gunongan berfungsi sebagai tempat permaisuri berganti pakaian, tentu saja saat ini kegiatan tersebut sudah tidak dilakukan lagi. Kini, Gunongan sudah menjadi bangunan bersejarah yang dilestarikan dan menjadi ruang publik yang asyik untuk jalan-jalan.

"Kalau malam Minggu selalu ada acara kumpul anak muda, seperti komunitas break dance dan parkour," kata Roma.

Roma juga menceritakan, terkadang di sana juga ada pameran dan jajanan. Apalagi untuk masuk ke area Taman Sari Gunongan, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk. Hanya saja, pengunjung harus baya uang parkir saja.

Walaupun tidak lebih besar dari Taman Sari di Yogyakarta, Gunongan tetap mampu menarik banyak wisatawan. Bagaimana tidak, di sini traveler juga bisa melihat indahnya panorama Aceh dari puncak Gunongan. Saking indahnya, bangunan berwarna putih ini pun kerap menjadi sasaran para fotografer yang berburu foto.

"Ada taman, bangku-bangku, replika taman yang dijadikan sebagai prostan untuk anak-anak, perpus, kolam ikan. Di situ juga ada kantor dewan kerajinan Aceh," tambah Roma.

Pemandangan di sekitar Gunongan semakin cantik dengan nuansa alam nan hijau. Walau tidak bisa mengintip permasisuri saat ganti baju, di sini masih ada pemandangan super cantik!

(ptr/fay)
Baca Juga

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Most
Popular
 
Must Read close
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com