DetikTravel









Travel Highlight Kuburan

Kisah Makam Keramat di Tengah Kebun Raya Bogor

Dewi Kania - detikTravel - Kamis, 02/05/2013 08:46 WIB
Siapa sangka, bahwa di tengah objek wisata Kebun Raya Bogor ada sebuah kuburan yang dikeramatkan. Inilah makam yang diyakini sebagai Ratu Galuh, istri Prabu Siliwangi. Seperti apa kisahnya?

Jika mendengar kata makam, kadang terbayang kesan mistis atau keramat. Di kawasan kompleks Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, terdapat sebuah makam keramat. Di dalam area makam tersebut diyakini terdapat makam Ratu Galuh Mangkualam yang merupakan istri kedua dari Prabu Siliwangi.

Abdurrahman, sang penjaga makam menceritakan sedikit sejarah makam ini kepada detikTravel saat mengunjungi lokasi, Rabu (1/5/2013) kemarin. Menurut dia, makam Ratu Galuh ini ada sejak 600 tahun lalu. Situs makam ini ditemukan pada tahun 1946 oleh H Rahmat yang tidak lain adalah ayahanda dari Abdurrahman sang juru kunci.

Dulunya, kondisi makam ini belum bagus seperti sekarang. Makam mulai ditata dengan rapi pada tahun 1978 oleh nenek Abdurrahman yang menurut pengakuannya adalah keturunan Brawijiya. Makam tersebut tidak pernah sepi pengunjung, baik itu untuk berwisata ataupun berziarah.

Lokasi makam tersebut berdekatan dengan Jembatan Gantung yang merupakan salah satu ikon Kebun Raya Bogor. Dari tahun ke tahun pengunjung yang datang terus bertambah dengan tujuan yang sama yaitu berziarah ke makam Ratu Galuh.

"Pengunjung makam ini asalnya dari sekitar Kota Bogor, tapi ada juga turis asing yang tahu sejarah makam ini sering datang," tutur Abdurrahman.

Seperti yang dikatakan Nadi, peziarah asal Bogor, ia datang kesini sudah sering mengajak keluarga serta teman untuk berdoa di makam Ratu Galuh. Ada juga Muhtadin, pengunjung lain yang sengaja datang bersama rekan-rekannya dari Jakarta Pusat.

"Insya Allah kita tahu sejarahnya. Setelah ziarah ia bisa memadukan antara cerita yang didapat dari juru kunci dan informasi dari luar sehingga hasilnya menjadi objektif," kata Abdurrahman.

Abdurrahman yakin ini bukan makam sembarangan. Ratu Galuh diyakininya tidak merestui kedatangan Presiden AS George W Bush beberapa tahun lalu. Akibatnya Bush tidak bisa mendarat di helipad di Kebun Raya Bogor karena hujan lebat dan angin ribut.

"Gara-gara tidak meminta izin kepada Ratu Galuh dan para sesepuh lainnya maka terjadilah bencana tersebut," cerita Abdurrahman dengan yakinnya.

Selain makam Ratu Galuh, di komplek itu juga terdapat makam sesepuh Bogor, Mbah Jepra. Dia dulunya merupakan seorang panglima kerajaan Pajajaran. Selain itu, juga ada makam Senopati Mbah Baul.

Ada semacam aturan tidak tertulis untuk mereka yang akan berziarah ke komplek 3 makam ini. Yang pertama kali harus dikunjungi adalah makam Ratu Galuh. Kemudian dilanjutkan berziarah ke makam Mbah Jepra dan diakhiri dengan mengunjungi makam senopati Mbah Baul.

Sementara itu, untuk urutan ritual berziarah dimulai dari memanjatkan doa, berdzikir dan yang terakhir adalah menabur bunga di atas makam Ratu Galuh serta membakar kemenyan. Tetapi, semua peziarah akan lebih diarahkan kepada dzikir dan doa kepada Tuhan.

Masing-masing makam mempunyai simbol tersendiri. Khusus untuk Ratu Galuh, di atas pusaranya terdapat replika mahkota berwarna emas yang terbuat dari semen. Mahkota tersebut menyimbolkan kepemimpinan atau status seorang Galuh Mangkualam.

Jika lain kali Anda ke Kebun Raya, jangan hanya datang ke Jembatan Gantung atau Museum Zoologi saja. Jangan lupa, Kebun Raya memiliki objek wisata sejarah yang diyakini sebagai makam Ratu Galuh, istri dari Prabu Siliwangi.

(aff/aff)
Tampak depan pintu masuk area makam Ratu Galuh di Kebun Raya Bogor (Dewi/detikTravel)
Baca Juga

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Most
Popular
 
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com