detiktravel

Gresik Juga Punya Pantai Ramai Seperti Ancol

Mawan Sidarta - d'Traveler - Jum'at, 10/05/2013 11:15:00 WIB
detikTravel Community -  

Gresik di Jawa Timur terkenal oleh industri semennya. Ternyata, kabupaten ini juga punya pantai yang ramainya tak kalah dengan Ancol. Coba saja berlibur ke Pantai WiSID dan buktikan sendiri kesamaannya dengan pantai paling eksis di Jakarta itu.

Belum banyak yang tahu, kota yang terkenal oleh kue pudak-nya ini juga memiliki pesona pantai yang sangat mengagumkan. Umumnya orang mengenal nama Kota Gresik karena keberadaan industri petrokimia dan semen.

Gresik juga dikenal masyarakat luas sebagai Kota Santri. Sebab, di kota yang kondang dengan kuliner otak-otak bandengnya ini pernah hidup seorang pejuang Islam yang kini makamnya banyak dikunjungi wisatawan dan peziarah.

Di Jakarta orang mengenal objek wisata Pantai Ancol, sedangkan di Surabaya wisatawan juga tidak asing dengan Pantai Ria Kenjeran. Gresik pun tidak mau ketinggalan, ada sebuah destinasi berupa pantai yang bukan saja memesona tetapi juga menjadi andalan masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

Bisa dibayangkan kalau suatu destinasi sudah ditetapkan sebagai andalan, tentu pada saat liburan pasti penuh dengan wisatawan. Itu pula yang dialami oleh WiSID (Wisata Segoro Indah Dalegan). WiSID berada di pantai utara Kota Gresik. Objek wisata pantai ini berada di perbatasan antara Kota Gresik dengan Kota Lamongan.

Perjalanan menuju Desa Dalegan, Panceng-Gresik di mana Pantai WiSID berada membutuhkan waktu kira-kira 45 menit bila dimulai dari kawasan sentra industri Manyar Gresik. Dari Kecamatan Manyar inilah kami menyusuri Jalan Daendels di pantai utara Gresik sampai ke Desa Dalegan.

Selama perjalanan, kami menyaksikan usaha pertambakan rakyat yang begitu luas di sebelah kanan-kiri jalan. Tidak mengherankan bila Kota Gresik ini juga potensial dengan usaha budidaya ikan atau udang.

Melewati Kecamatan Bunga, traveler akan disuguhi panorama pesawahan dan perbukitan kapur yang mendominasi kawasan Desa Bunga. Ketika memasuki Desa Dalegan, Anda akan menjumpai penanda WiSID. Dari jalan raya masih perlu 2 kilometer lagi untuk bisa sampai ke objek wisata WiSID.

Memasuki WiSID dikenakan tiket masuk sebesar Rp 6.500 ditambah biaya parkir Rp 2.000. Tentu ini sangat murah bila dibandingkan dengan kesenangan yang akan didapatkan di pantai ini. Selanjutnya Anda bisa bermain sepuasnya di pantai berpasir putih ini.

Di WiSID, wisatawan bisa berenang dengan atau tanpa bantuan ban yang disewakan dengan ongkos yang murah. Ada perahu gowes atau yang dikenal dengan perahu bebek yang siap membawa pengunjung ke tengah laut. Bagi mereka yang hobi menyanyi, pihak pengelola pantai juga menyediakan tempat karaoke keluarga lengkap dengan perangkat sound system-nya.

Pantai WiSID di saat cuaca sedang bersahabat sangat cocok untuk main layang-layang. Menemani buah hati bermain layang-layang dan istana pasir tentu sangat tepat di pantai ini. Ada juga wahana uji adrenalin bagi anak-anak yang berupa jaring tali.

Di sebelah barat pantai dibangun tanggul yang terbuat dari drum-drum berisi semen menjorok ke laut sepanjang kira-kira 500 meter. Kaum muda-mudi biasanya asyik berfoto ria di tempat ini dengan latar belakang panorama pantai.

Pengunjung tak perlu khawatir kelaparan karena di pantai ini tersedia pedagang kaki lima. Di samping itu juga ada warung-warung makanan yang menyajikan beragam menu sesuai selera kita. Di sisi timur pantai terdapat fasilitas arena bermain bagi anak-anak. Ada ayunan, perosotan juga permainan lain yang pasti disukai anak-anak maupun dewasa.

Hari Minggu, saat kami berkunjung ke WiSID objek wisata ini penuh sesak dengan pengunjung. Di pantai inilah warga masyarakat Gresik dan sekitarnya "tumpah ruah" melakukan refreshing demi mengisi liburan. Selain biaya masuk yang relatif murah, WiSID tidak kalah kerennya dengan Ancol di Jakarta maupun Kenjeran di Surabaya.

Setelah lelah bermain air, layang-layang dan istana pasir, kami bergegas kembali pulang karena esok paginya si kecil mulai sekolah lagi. Kami sempatkan mampir sebentar di kawasan Desa Bunder.

Buah hati kami ingin minum legen, air pohon aren yang dipercaya mampu mengembalikan stamina. Cocok untuk kami minum selama perjalanan pulang. Sebagian lagi buat oleh-oleh keluarga di rumah.



Foto Terkait
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
 

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com