DetikTravel









Tak Cuma Piramida, Ada Relief Berbentuk Rahim di Candi Sukuh

Dewi Kania - detikTravel - Jumat, 17/05/2013 07:35 WIB
Karanganyar - Wisata sejarah tak kalah menarik dengan wisata alam di kawasan Gunung Lawu. Candi Sukuh yang terletak di lereng Lawu yang menyimpan banyak cerita misteri, dari piramida sampai relief aneh berbentuk rahim.

Candi ini berlokasi di ketinggian 910 mdpl lereng Gunung Lawu, tepat berada di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Letak candi ini tersembunyi jauh dari jalan-jalan utama yang biasa wisatawan lewati.

Saya menemui jalan berkelok yang tak ada habisnya. Suguhan ladang dan sawah pertanian milik warga Lawu yang menghampar sanggup menemani kita menuju komplek Candi Sukuh. Sempat saya penasaran untuk mencapai candi ini dengan cara konyol.

Saya menaiki minibus dari depan vila tempat saya menginap. Turun dari minibus, dengan giat kami berjalan kaki sampai ke atas. Banyak yang bilang kalau jalan kaki ke atas tidak jauh, sekitar 1 kilometer. Dari depan gerbang pintu masuk Sukuh banyak tukang ojek yang siap mengantarkan traveler menuju Sukuh.

Jalan semakin menanjak dan saya sempat putus asa. Akhirnya, saya berhenti karena kelelahan. Saya ke sini karena penasaran seperti apa candi yang mempunyai kekhasan relief yang berupa rahim wanita.

Akhirnya, tibalah saya di komplek Candi Sukuh ini. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 3.000 Anda bisa puas menikmati bentuk relief dan menyelami kawasan candi. Tak sabar kaki ini melangkah, dan saya terkesan setelah melihat beberapa lingga dan yoni yang menjadi simbol kesuburan. Saya menyusuri satu per satu bagian dari candi ditemani pemandu wisata.

Candi ini ditemukan oleh arkeolog pada masa pemerintahan Gubernur Raffles tahun 1815. Usaha pelestarian komplek candi ini dilakukan oleh Dinas Purbakala sejak tahun 1917. Konon, candi ini didirikan pada abad ke 15 masehi semasa dengan pemerintahan Suhita, Ratu Majapahit yang memerintah pada tahun 1429-1446.

Komplek candi ini menghadap ke barat dan terbagi atas 3 bagian teras yang melambangkan kesempurnaan. Secara keseluruhan pola halaman dan penggambaran lingga candi juga merupakan simbol menuju keabadian atau kesempurnaan yang diwujudkan melalui berbagai upacara keagamaan atau ruwat di sana.

Pada titik-titik tertentu dari komplek candi ini masih banyak terdapat sesajen. Saat melewati bagian ketiga dari candi tersebut, itulah candi induk yang tergolong sakral. Sedikit mata ini meneliti dan memahami relief yang ada.

Di candi utama itu terdapat ikon utama candi, yakni relief yang menggambarkan rahim wanita. Memang benar yang diceritakan orang, relief ini memang mirip rahim wanita. Selain itu, bangunan candi ini sedikit mempunyai kemiripan dengan piramida Suku Maya di Mexico.

Setelah itu, Anda nanti akan melihat tangga sempit mengarah ke atas. Saya ingin mencoba sensasi melewati tangga sempit itu. Hati-hati! Jalannya licin berlumut. Kata pemandu, tangga sempit ini memiliki mitos.

Kalau gadis perempuan yang melewati tangga ini kemudian bajunya robek, berarti perempuan itu sudah tidak perawan lagi. Namun, saya berpikir bagaimana tidak robek, jalannya saja sempit sekali. Sesampainya di atas candi tertinggi itu, ada lagi sesajen yang digeletakan di atas bangunan.

Perhatikan saat Anda mengunjungi Candi Sukuh. Jangan sesekali nekat berjalan kaki, mintalah ojek untuk mengantar Anda ke komplek candi dengan aman. Jangan pergi di siang hari, karena kabut akan menyelimuti bangunan candi yang bersejarah itu.

(ptr/fay)
Komplek wilayah Candi Sukuh (Dewi/detikTravel)
Foto Terkait

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
Most
Popular
 
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com