detiktravel

Pontianak Punya Monumen Keren Selain Tugu Khatulistiwa

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel - Jumat, 17/05/2013 08:36 WIB
Pontianak - Pontianak identik dengan Tugu Khatulistiwa. Padahal, kota ini punya monumen yang tak kalah bersejarah. Tugu Digulis atau Tugu Bambu Runcing menceritakan perjuangan pemuda Kalimantan meraih kemerdekaan RI.

Tak jarang traveler melewatkan Tugu Digulis saat berkunjung ke Pontianak, Kalimantan Barat. Satu-satunya monumen yang paling diingat pasti Tugu Khatulistiwa, bukan Tugu Digulis yang jelas-jelas terletak di tengah kota. Padahal, tugu ini juga punya sejarah terkait perjuangan pemuda Kalimantan Barat dalam meraih kemerdekaan.

detikTravel berkunjung ke Tugu Digulis beberapa waktu lalu, di sela-sela Ekspedisi Women Across Borneo. Letaknya di Jl Jenderal Ahmad Yani, tepat di bundaran Universitas Tanjungpura alias Bundaran Untan.

Monumen ini berbentuk 11 bambu runcing yang menjulang tinggi ke angkasa, masing-masing berbeda ukuran. Warnanya kuning kehijauan layaknya bambu pada umumnya. Monumen ini diresmikan pada 10 November 1987 oleh Gubernur Kalimantan Barat saat itu, H Soedjiman.

Ada kisah kelam di balik berdirinya monumen ini. Semua berawal pada 1914, saat terbentuknya Partai Sarekat Islam (SI) di Ngabang (sekarang Kota Landak). Organisasi berbasis keagamaan ini mendapat banyak simpati dari masyarakat, hingga akhirnya pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan perintah untuk membekukan seluruh kegiatan Sarekat Islam.

Perintah itu digelontorkan akibat maraknya pemberontakan anggota SI di Jawa dan Sumatera. Pemerintah Hindia Belanda pun menangkap 11 tokoh pergerakan Kalimantan Barat. Tiga dari 11 tokoh itu meninggal saat diasingkan ke Boven Digoel di Irian Barat, sementara 5 di antaranya wafat dalam Peristiwa Mandor di Kabupaten Landak.

11 Bambu runcing di Tugu Digulis itu masing-masing melambangkan tokoh pejuang. Mereka adalah Achmad Marzuki, Achmad Su'ud bin Bilal Achmad, Gusti Djohan Idrus, Gusti Hamzah, Gusti Moehammad Situt Machmud, Gusti Soeloeng Lelanang, Jeranding Sari Sawang Amasundin, Hj Rais bin H Abdurahman, Moehammad Hambal alias Bung Tambal, Moehammad Sohor dan Ya' Moehammad Sabran.

Nama-nama mereka sekarang diabadikan menjadi nama jalan-jalan di Pontianak. Meski Tugu Digulis berada di tengah bundaran, wisatawan bisa meminggirkan mobil untuk melihat dan mengabadikannya dalam kamera. Terbukti kan, Pontianak tak selalu identik dengan Tugu Khatulistiwa? Promo tiket ke Pontianak mulai dari Rp. 477.094

Tugu ini punya sejarah terkait perjuangan pemuda Kalbar meraih kemerdekaan RI (Sastri/ detikTravel)

Dari Tujuan Mulai dari  
Jakarta London Rp. 5.613.842 PILIH
Jakarta Hong Kong Rp. 1.299.070 PILIH

Powered by
Foto Terkait
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Most
Popular
 
Must Read close

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com