DetikTravel









Berselimut Aura Mistis di Gua Batu Bantimurung, Sulsel

Putri Rizqi Hernasari - detikTravel - Rabu, 22/05/2013 16:47 WIB
Maros - Sunyi dan gelap jadi kesan pertama yang traveler rasakan saat berada di Gua Batu, TN Bantimurung Bulusaraung, Sulsel. Tapi jangan terburu takut, uji nyali Anda dengan terus masuk dan rasakan aura yang membuat merinding.

Kebanyakan turis biasanya datang ke Museum Kupu-kupu atau air terjun saat ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TNBB) di Maros, Sulsel. Tapi tak hanya itu, taman nasional yang dikenal sebagai Kerajaan Kupu-kupu ini juga punya banyak destinasi menarik lain.

Salah satu objek wisata yang menarik namun jarang didatangi pengunjung adalah Gua Batu. Gua ini memiliki posisi di atas air terjun Bantimurung.

Untuk mencapainya, traveler bisa melalui tangga yang berada di tak jauh dari air terjun. Setelah itu, Anda masih diminta untuk menyusuri jalan setapak, baru kemudian tiba di mulut gua.

Jika dihitung, jarak dari anak tangga pertama hingga mulut gua sekitar 800 meter. Meski cukup jauh, semua itu tidak akan terasa karena jalan yang Anda lalui masih sangat asri. Ada banyak pohon besar di kanan-kiri jalan.

Begitu tiba di depan gua, nuansa gelap dan sunyi langsung terasa. Tidak ada pencahayaan sama sekali di dalamnya. Untuk itu, turis bisa menggunakan senter yang disewakan penduduk sekitar. Harganya Rp 10.000/senter.

Setelah memegang senter, barulah pelancong bisa masuk dan melihat bagian dalam gua. detikTravel pun pernah memberanikan diri untuk masuk ke dalam Gua Batu beberapa waktu lalu.

Namun, sebelum masuk, ada peraturan tak tertulis yang harus wisatawan perhatikan. Anda tidak boleh berbicara keras di dalam gua. Tak jelas apa tujuannya, yang pasti jika ingin aman ketika berada di dalamnya, masyarakat setempat menyarankan hal tersebut.

Tenang, dingin, gelap dan sepi adalah suasana yang terasa begitu berada di dalam gua. Rasa ngeri pun langsung menyelimuti hati saya. Betapa tidak, dalam gua yang begitu besar tidak ada cahaya sama sekali. Bahkan, cahaya matahari pun tidak ada sama sekali.

Menengok ke atas, gua ini dipenuhi oleh banyak stalaktit yang cantik. Menunduk ke bawah, lantai Gua Batu berupa tanah yang saat itu basah karena terkena tetesan air dari stalaktit.

Baru sebentar masuk ke dalam gua, aura seram terasa begitu kental. Terlebih, semakin ke dalam, suasana gua semakin gelap dan sepi. Saya pun langsung merinding.

Senter pun saya arahkan ke sekeliling. Terlihat ada beberapa ruangan di bagian atas gua, dekat langit-langit. Menurut orang sekitar, itu adalah tempat para petapa bersemedi. Salah satunya adalah petapa yang kuburannya berada tepat di sebelah gua.

Mendengar cerita itu di tengah kegelapan gua, rasa tegang semakin terasa. Setelah selesai memasuki seluruh ruangan di dalam gua, saya pun segera keluar. Perlahan cahaya mulai terlihat, dan akhirnya saya pun tiba di pintu keluar. Perasaan lega langsung terasa.

Jika ingin masuk ke Gua Batu, turis cukup membayar biaya masuk ke taman nasional saja, yaitu Rp 15.000/orang. Jadi, sudah siapkah Anda menguji nyali di Gua Batu di TNBB?

(ptr/fay)
Pintu masuk gua (Putri/detikTravel)
Baca Juga
Foto Terkait

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
Most
Popular
 
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com