detiktravel

Misteri di Balik Penemuan Situs Purbakala Sidoarjo

Mawan Sidarta - d'Traveler - Senin, 10/06/2013 16:30:00 WIB
detikTravel Community -  

Kota Trowulan memang dikenal kebanyakan traveler sebagai tempat melihat situs kuno warisan Majapahit. Tapi bukan cuma, Sidoarjo juga punya situs semacam ini. Lebih menarik lagi, ada misteri di balik penemuannya.

Sisa kebesaran masa silam Kerajaan Majapahit ternyata tidak hanya terpusat di Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Di Sidoarjo juga banyak kita jumpai situs-situs purbakala warisan Majapahit. Sayang, kondisinya cukup memprihatinkan. Seperti contohnya yang ada di Desa Medalem, Tulangan, Sidoarjo ini.

Di desa ini, para traveler bisa melihat dan menemukan tumpukan batu bata kuno yang diyakini sebagai pendopo. Pendopo ini biasanya digunakan sebagai tempat untuk berkumpul atau bermusyawarahnya orang-orang yang ada di desa itu.

Situs yang baru ditemukan pada tahun 1991 ini oleh masyarakat setempat dinamakan Candi Medalem. Hal ini sesuai dengan nama desa tempat situs ini ditemukan.

Bila dilihat, Candi Medalem sebenarnya merupakan tumpukan batu bata kuno. Bentuk candinya sendiri masih menjadi tanda tanya besar. Seorang juru pelihara candi yang sekaligus penemu Candi Medalem bernama Tamaji, mengisahkan bahwa dulu di atas candi ini hidup dan tumbuh beberapa pohon besar.

Suatu ketika ia bermimpi bertemu dengan seorang perempuan tua. Dalam mimpinya, nenek itu berpesan agar Tamaji merawat benda yang ada di bawah pohon beringin, asem dan kecacil yang sudah berusia ratusan tahun itu. Setelah mendapatkan pesan di dalam mimpi tersebut, pria paruh baya ini kemudian menceritakannya kembali kepada tokoh dan masyarakat Desa Medalem.

Setelah berunding, mereka akhirnya setuju untuk menebang sekaligus mencabuti akar pepohonan yang menyeramkan itu. Alhasil dari penggalian dan pembongkaran akar pepohonan tua itu ditemukan susunan batu bata kuno yang kemudian dikenal dengan nama Candi Medalem seperti sekarang ini.

Lebih lanjut sang juru pelihara menerangkan bahwa situs ini lebih mirip bangunan dasar atau pondasi sebuah candi. Sedangkan bagian badan dan atap candi diperkirakan hancur karena proses pelapukan selama ratusan tahun. Selain itu, remuknya batu bata candi ini juga akibat perkembangan sistem perakaran pepohonan besar seperti beringin, asem dan kecacil yang sempat ditanam di atasnya.

Tenang saja, untuk dapat melihat situs ini traveler tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis. Ketika kami berkunjung ke sana, suasana tampak sepi. Tidak ada seorang wisatawan pun yang kami jumpai di situs ini.

Awalnya hanya ada saya dan teman-teman saya di sana. Setelah beberapa puluh menit mengambil gambar candi baru kemudian datanglah Pak Tamaji. Lalu kami pun terlibat perbincangan serius seputar asal-usul ditemukannya Candi Medalem.

Berdasarkan cerita, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Purbakala Sidoarjo kurang bersungguh-sungguh merespon temuan situs. Padahal situs ini diperkirakan warisan Kerajaan Majapahit ini. Sampai sekarang perbaikan-perbaikan yang sifatnya meningkatkan daya tarik wisatawan malah belum dilakukan secara maksimal.

Untunglah, warga Kampung Medalem selama ini cukup antusias menjaga warisan sejarah ini. Menurut Pak Tamaji warga dengan sukarela memberikan sumbangan.

Sumbangan ini banyak diberikan ketikaa ia memerlukan dana untuk pembuatan pagar tembok dan perawatan kompleks Candi Medalem. Hasilnya pagar tembok yang cukup bagus dibangun di pelataran candi yang merupakan sumbangan riil warga Kampung Medalem.

"Kalau nggak ada bantuan warga, kompleks candinya mungkin nggak kayak begini," ujar Pak Tamaji.

Harapan Pak Tamaji sederhana saja. Candi yang ditemukannya pada tahun 1991 itu harus dipelihara dan dijaga sebagai aset budaya dan sejarah bangsa. Seperti pesan sang nenek yang datang kepadanya melalui mimpinya untuk merawat warisan ini.

Bagi traveler yang penasaran dan ingin menyaksikan Candi Medalem dengan kisah penemuannya yang unik itu bisa mendatangi Kecamatan Tulangan, Sidoarjo. Ada banyak angkutan umum yang melewati kawasan ini dari terminal Kota Sidoarjo.

Untuk memudahkan agar cepat sampai ke lokasi situs, traveler bisa berjalan menuju Pabrik Gula Toelangan yang merupakan pabrik gula warisan Belanda yang bisa dijadikan patokan. Tidak jauh dari pabrik gula ini terdapat sungai yang melintasi Desa Medalem.

Foto Terkait
 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
Most
Popular
 
Must Read close

Follow us on @detiktravel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com