DetikTravel










Inikah Desa Paling Nyeni di Asia?

Fetry Wuryasti - d'traveler - Senin, 29/07/2013 16:46 WIB
Perumahan di perbukitan warna-warni mengingatkan akan desa di Italia, Eropa. Eits, ini bukan di Eropa melainkan di Desa Gamcheon, Busan, Korea Selatan. Apakah ini desa paling nyeni di Asia?

Ditengok dari CNN, Senin (29/7/2013), pertama kali pengunjung akan menyadari dengan cepat, bahwa rumah-rumah di Desa Gamcheon, Busan berwarna pastel dan tersusun berundak-undak. Ini hanya sebagian dari cerita menarik di balik bukit yang dikenal dengan dengan sebutan labirin.

Tidak seperti agenda perjalanan lainnya, Desa Gamcheon menawarkan hal yang kontras dibanding tampilan gedung pencakar langit yang mewah di "New Busan" atau kesibukan pasar di "Old Busan". Desa sepi ini adalah tujuan bagi wisatawan yang berlibur bukan untuk berburu kuliner atau bermalas-malasan di pantai.

Gamcheon merupakan tempat bagi wisatawan yang tertarik dengan wisata seni dan sejarah. Pada tahun 1950, Desa Gamcheon adalah sebuah kota kumuh penuh dengan pengungsi Perang Korea. Namun sekarang, desa ini telah berubah drastis. Rumah-rumah dibangun bertingkat karena kebetulan berada di bukit.

Karena letaknya yang sedemikian rupa, tidak ada rumah yang tertutup rumah lainnya. Tata arsitektur seperti ini merupakan ajaran keyakinan Taegeukdo, yang memungkinkan orang lain untuk mencapai kesejahteraan. Tema seni Gamcheon dimulai pada tahun 2009. Saat itu Desa Gamcheon menjadi tuan rumah sebuah proyek seni publik.

Mahasiswa seni dan seniman diundang untuk mendekorasi desa. Sementara penduduk desa yang telah tinggal lama memang mencat rumah mereka dengan warna pastel. Kemudian para seniman menambahkan puluhan sentuhan warna-warni di seluruh kota.

Hasil kerja para seniman mendandani Desa Gancheom membuatnya mendapat julukan "Korea Machu Picchu" dan "Korea Santorini". Pemandangan terbaik dari tempat tertinggi di Desa ini Sky Garden. Di sini terdapat pusat informasi desa dan yang menarik, Anda bisa tersesat dalam labirin lorong-lorong desa ini.

Traveler akan menemukan kejutan yang berbeda di setiap gang. Anda bisa menemukan rumah dengan atap penuh dengan patung burung hingga patung "The Little Prince," dari novel Prancis dengan judul yang sama. Hampir mustahil bagi traveler untuk tidak tersesat saat berkeliling di Desa Gamcheon.

Setiap gang mengarah ke 3-4 gang lainnya. Cara agar tidak tersesat, wisatawan bisa mengikuti petunjuk jalan dari susunan kayu lukis yang membentuk ikan. Lebih dari 300 rumah penduduk diperkirakan telah kosong. Para seniman berencana mengubahnya menjadi ruang pameran.

Di Busan, traveler bisa naik kereta bawah tanah menuju Stasiun Toseong-dong. Lalu Anda bisa melanjutkanya dengan taksi ke Sekolah Dasar Gamjeong Busan dengan biaya sekitar USD 2,5 (Rp 24 ribu).

(sst/sst)
Dahulu desa ini kumuh dan penuh dengan pengungsi (cnn.com)
Baca Juga

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
 
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com