DetikTravel









Dusun Bambu, Ini Dia Tempat Liburan Baru di Bandung

Tya Eka Yulianti - d'traveler - Jumat, 17/01/2014 15:01 WIB
Bandung tak ada habisnya menawarkan tempat wisata yang menarik. Kini, hadir sebuah tempat wisata baru dengan konsep ekowisata di utara Bandung, yakni Dusun Bambu. Seperti apa ya?

Dusun Bambu ini berada di Kampung Cijanggel, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Letaknya sekitar 10 kilometer dari Terminal Ledeng di Jalan Setiabudi dan tak jauh dari tempat wisata alam Curug Cimahi.

Memasuki area Dusun Bambu ini, Anda akan merasakan atmosfer yang berbeda. Layaknya suasana perkampungan Sunda zaman dahulu, Anda akan dibawa mulai dari hamparan sawah berundak-undak dan danau kecil, lalu masuk ke area villa yang rimbun dan hijau.

Luas lahan Dusun Bambu sekitar 15 hektar, namun bangunannya hanya berkisar 5.100 meter persegi saja atau sekitar 3 persen. Areal ini diisi dengan tempat penginapan, restoran dan kafe, area bermain anak dan camping ground.

Yang menarik, pengunjung bisa memilih dengan leluasa jika ingin menikmati Dusun Bambu ini di area mana. Sebut saja area Purbasari, saung di tepi danau buatan. Di tengah danau tersebut terdapat panggung ampitheater yang akan dijadikan area pertunjukkan seni dan budaya. Tak lupa, ada sampan pula yang melintasi danau.

Burangrang, hadir dalam konsep restoran dan kafe dengan desain green arsitektur yang cantik. Ada juga Lutung Kasarung, tempat makan di atas pohon yang berbentuk seperti sarang burung yang terbuat dari ranting.

"Beda tempat, beda sensasinya," ujar PR Dusun Bambu Novita Febrianti. Makanan yang ditawarkan, mulai dari makanan khas Sunda, Indonesia dan Internasional, kepada detikTravel, Kamis (16/1/2014).

Pilih di area manapun, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang luar biasa. Pohon yang menjulang, hamparan rumput dan kebun bunga, serta danau.

Ada juga Pasar Khatulistiwa yang menyediakan berbagai hasil bumi seperti buah dan sayuran yang dapat dibeli pengunjung. Ada jajanan kuliner khas Sunda seperti Tahu Gejrot.

"Kami memiliki 5 unit villa untuk tempat menginap. Kisaran harganya Rp 2-4,5 juta," ujar Anti, begitu ia akrab disapa.

Diakui Anti, rate penginapan di Dusun Bambu berada di atas rata-rata hotel atau penginapan di Bandung.

"Tapi yang spesial, setiap kamar disediakan butler (pelayan) tersendiri. Dia akan siap melayani semua kebutuhan tamu. Selain itu, tamu yang menginap juga akan mendapatkan jamuan seperti bandrek, sekoteng atau mie tek-tek yang lewat pada sore atau malam hari di depan villa," tuturnya.

Masing-masing villa dinamai sesuai dengan tokoh khas Sunda seperti Sangkuriang atau Kabayan Iteung. Namun bagi yang tak menginap di tempat ini tak perlu khawatir, karena Dusun Bambu masih bisa dinikmati.

Seluruh area di Dusun Bambu selain villa masih dan tentunya makan dengan suasana yang berbeda. Untuk masuk ke Dusun Bambu, masing-masing pengunjung dikenai biaya Rp 15 ribu.

"Dengan membayar biaya masuk, pengunjung akan mendapatkan welcome drink yaitu minuman tradisional Lahang Jahe dan satu pohon untuk ditanam," tuturnya.

Pohon tersebut akan diberi identitas pengunjung seperti nama, nomor telepon dan email. Nantinya, jika pohon sudah siap tanam, pengunjung akan diberitahu untuk kemudian menanamnya.

Mengusung konsep taman wisata keluarga, Dusun Bambu tak seperti tempat wisata lain yang sudah lebih dulu hadir.

"Kami tak ada wahana permainan seperti ATV, flying fox dan lainnya. Kami lebih menghadirkan wahana yang lebih edukatif yang membuah anak-anak atau anggota keluarga lebih cinta dengan alam seperti 'kaulinan barudak' contohnya panahan kayu," katanya.

Nama Dusun Bambu sendiri diambil karena tempat ini akan menjadi tempat konservasi bambu. Saat ini, baru ada sekitar 50 jenis bambu yang telah ditanam di area Dusun Bambu dari rencananya 112 jenis. Di sini, Anda juga akan melihat banyak ornamen bambu yang dibuat menjadi tugu, atap, sekat, pajangan, lampu dan hiasan.

Dusun Bambu buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Rasakan bercengkrama dengam alam di Dusun Bambu. Sensasi mendaki gunung, melintasi lembah, melihat aliran sungai atau menyusuri pematang sawah akan memberikan pengalaman yang menyenangkan.

(ptr/fay)
Hamparan sawah berundak bisa wisatawan temukan di sini (Tya/detikTravel)
Baca Juga
Foto Terkait

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Most
Popular
 
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com