DetikTravel

Seperti Ini Cantiknya Pantai Drini dari Atas Bukit

Mas Edy Masrur - d'Traveler - Senin, 24/08/2015 14:20:00 WIB
detikTravel Community -  

Nama Pantai Drini di Gunungkidul sudah cukup populer di kalangan traveler penggemar pantai. Bagi yang berencana liburan ke sana, mungkin bisa naik ke atas salah satu bukit dan melihat keindahannya secara menyeluruh.

Tidak sulit menemukan Pantai Drini. Letaknya sangat dekat dengan perkampungan penduduk di Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Karena sudah bayar tiket masuk gerbang pantai-pantai di Gunungkidul, saya tak perlu membayar tiket masuk lagi, cukup ongkos parkir.

Karakter Pantai Drini agak mirip dengan Pantai Ngandong. Pantai diapit dua bukit dan terdapat batu karang yang menyerupai pulau kecil. Saat air laut pasang, batu karang itu terpisah dari bibir pantai sehingga seolah terapung.
Bedanya, batu karang itu lebih besar daripada batu karang yang terdapat di Pantai Ngandong. Bahkan batu tersebut ditumbuhi pepohonan yang cukup rimbun. Ombak yang menyentuh bibir pantai pun lebih tenang.

Pantai Drini merupakan pantai yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia. Nama Drini dikabarkan berasal dari tumbuhan pemphis aciluda yang oleh masyarakat setempat disebut pohon drini. Dulu, di tempat ini terdapat banyak pohon drini.

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di pantai ini. Pengunjung dapat melihat dengan jelas rumput laut di antara karang-karang dan biota laut lainnya. Selain itu, pengunjung bisa menangkap ikan-ikan kecil yang berenang atau bersembunyi di balik karang.

Saya dan kawan-kawan tertarik menaiki bukit karang di sisi kiri pantai. Ada gadis kecil penjaga tangga untuk naik bukit itu. Kami diminta bayar Rp 2.000 per orang. Lumayanlah ada tangga, daripada kalau harus memanjat bebatuan tajam itu.

Nah, dari atas bukti ini, Anda bisa memperoleh view yang indah. Terlihat semua sisi pantai, termasuk pantai di sebelah kiri bukit. Sayangnya, langit yang awalnya biru tiba-tiba gelap karena mendung tebal. Untung stok foto sudah lumayan banyak.

Sesaat kemudian kami turun lalu makan siang. Kami memilih salah satu tempat makan yang menyajikan ikan bakar hasil tangkapan nelayan. Sebelum menu yang kami pesan sampai di meja makan, hujan turun sangat deras dengan disertai angin kencang. Kami pun terpaksa pindah dari gazebo tepi pantai ke warung lesehan yang aman dari angin dan hujan.

Rasa ikan bakar lengkap dengan sayuran dan sambal yang disajikan. Menurut saya, mengusir galau akibat hujan. Air kelapa muda membuat makan siang saat itu semakin terasa lengkap. Harganya pun terjangkau. Untuk kami berlima, cukup Rp 165.000. Makan siang ini pun menutup penjelajahan kami di Pantai Drini.

 

Foto Terkait

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Most
Popular
 
Must Read close
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com