DetikTravel

Seperti Apa Masjid Pertama di Amerika?

Afif Farhan - detikTravel - Jumat, 17/02/2017 19:47 WIB
North Dakota - Bukan di New York, Washington DC atau di Los Angeles. Berada di tengah padang rumput dan dikelilingi ladang gandum, beginilah masjid pertama di AS.

Bagi traveler Muslim, sangat menarik untuk menelusuri sejarah perkembangan Islam di Negeri Paman Sam. Melihat dan merasakan kehidupan Muslim yang menjadi minoritas, bakal jadi pengalaman yang baru.

Sejarah perkembangan Islam di AS tersimpan di suatu kota kecil bernama Ross. Berada di North Dakota, bagian utara Amerika dengan kota besar yang paling dekat ke sana adalah Minneapolis. Itu saja masih harus duduk di mobil selama 8 jam perjalanan.

Ada apa di Ross? Dirangkum detikTravel dari berbagai sumber seperti Atlas Obscura, New York Times dan Voa News, Jumat (17/2/2017) di sana terdapat masjid yang dinilai tertua di AS. Masjid tanpa nama 'al' di depannya, dikenal dengan sebutan Mosque North Dakota alias Masjid North Dakota.

Sejarah mencatat, masjid tersebut dibangun tahun 1929. Adalah para Muslim pendatang dari Lebanon dan Suriah, mereka merantau jauh-jauh ke AS untuk bekerja sekaligus membawa agama Islam.

Inilah Masjid North Dakota pada awal dibangun (Islamic Networks Group/Facebook)Inilah Masjid North Dakota pada awal dibangun (Islamic Networks Group/Facebook)


Dibangunlah sebuah masjid di tengah-tengah padang rumput. Bangunannya sangat sederhana, hanya rumah saja seperti umumnya. Tanpa ada kubah atau tulisan kaligrafi yang menghiasinya.

Masjidnya tidak besar-besar amat, hanya berukuran 33 meter persegi. Bagian dalamnya hanya satu ruangan dengan sajadah yang mengarah ke kiblat. Dulunya, para Muslim pendatang sempat ditolak dan diberlakukan tidak baik. Cemohan rasis dan lain sebagainya membuat mereka sedikit tersiksa.

Namun makin berjalan waktu, toleransi antar umat beragama timbul. Masyarakat Kota Ross menerima para pendatang Muslim dan hidup harmonis. Seiring berjalan waktu juga, masjidnya lama-lama rapuh hingga harus ditutup di tahun 1979.

Tonton video 20detik di sini:


Di tahun 2005, masyarakat setempat penganut agama Kristen sama-sama menggandeng tangan dan menyumbang uang. Mereka membangun kembali Masjid North Dakota tersebut dengan arsitektur sebaik mungkin (ditambah kubah di bagian atapnya agar makin mencirikan sebagai masjid). Orang-orang Muslim kembali memiliki masjid dan dapat beribadah.

Bagian dalam masjid yang sederhana (First Congregational UCC/Facebook)Bagian dalam masjid yang sederhana (First Congregational UCC/Facebook)


Yang berbeda, kini masjidnya juga berfungsi sebagai mini museum. Di dalamnya terpampang kumpulan foto-foto Masjid North Dakota sekaligus informasi sejarahnya. Masjidnya terbuka untuk umum, Siapa saja boleh masuk dan bagi umat Muslim dapat beribadah di dalamnya.

Selamat datang di Rumah Allah pertama di Negeri Paman Sam.

Tampak Masjid North Dakota kini (Neil Becker/Facebook)Tampak Masjid North Dakota kini (Neil Becker/Facebook)
(aff/aff)
Baca Juga

Redaksi: redaksi[at]detik.travel
Moderator: admin[at]detik.travel
Media Partner: promosi[at]detik.com 
Iklan: sales[at]detik.com
Artikel
Terbaru
Most
Popular
 
Twitter Detik Travel
Follow us on @detiktravel
Email To Detik Travel

Contact Us

redaksi[at]detik.travel
admin[at]detik.travel
sales[at]detik.com