Gunung Papandayan, Pendakian Istimewa di Garut

Kawah belerang Papandayan

Kawah belerang Papandayan

Foto Selengkapnya:
detikTravel Community - 

Sebagai satu-satunya gunung berapi di Garut, Papandayan memiliki jalur pendakian yang istimewa. Selama perjalanan, pendaki bisa langsung menyaksikan ladang edelweis, hutan mati, dan kawah belerang yang memesona.

Papandayan menjadi destinasi kedua untuk kami daki setelah Gunung Gede, Bogor, Jawa Barat. Papandayan terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dengan waktu tempuh kira-kira satu jam dari pusat Kota Garut kami bisa mencapainya.

Matahari terbit dengan cantiknya di ufuk timur. Awan-awan biru, serta sejuknya udara kaki Gunung Papandayan menjadi penyemangat di awal langkah kami. Track awal yang kami tempuh berbatu dan terjal.

Awal pendakian, mata tak akan habisnya melihat hamparan kawah belerang berbau tajam yang menusuk hidung. Segera kami memakai masker yang dibasahi oleh air untuk tetap bisa bernapas. Ini adalah salah satu solusi yang kami dapat dari seorang kawan yang telah lebih dahulu mengalaminya.

Tegur sapa dan senyum-senyum ramah kami dapatkan dari pendaki lain di tengah perjalanan menuju Pondok Selada. Tak perlu membawa air terlalu banyak, Pondok Selada memiliki limpahan sumber air yang segar. Lama pendakian yang ditempuh menuju Pondok Selada hanya sekitar dua jam.

Oleh karena track terjal yang kami tempuh hanya berada di awal, canda tawa masih bisa kami dapatkan setibanya di Pondok Selada. Dengan bekal seadanya, kami memasak di bawah jejeran awan-awan putih yang memayungi dan melindungi kami dari teriknya matahari.

Awan berganti bintang, api unggun dengan cantiknya menari-nari seakan menghibur dan menemani kami menikmati segelas teh hangat. Rasa kekeluargaan yang kami ciptakan di sini jauh lebih berperan untuk melawan rasa dingin yang kami rasakan.

Tegal Alun menjadi tujuan kami selanjutnya. Melewati track yang bisa dibilang terjal, kami tetap bersemangat menapaki satu demi satu langkah untuk mencapainya. Tak henti-hentinya ucapan rasa kagum yang kami peruntukan kepada Tuhan atas ciptaan yang yang luar biasa.

Erupsi yang terjadi pada tahun 2002 menghasilkan hutan mati yang menjadikan Papadayan terlihat sangat eksotis. Satu jam kemudian kami tersenyum lebar dan tak lupa mengucap rasa syukur atas apa yang kami lihat yaitu hamparan edelweis.

Punya cerita dan foto pengalaman traveling yang menarik? Share disini yuk!
10 artikel paling menarik setiap bulan, akan mendapatkan hadiah uang tunai dan merchandise keren dari detikTravel!




Contributor
Oleh: Nindy Elviana
Bekasi

Penjelajah alam Indonesia

Related Photos

Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.travel
    Web Admin: admin[at]detik.travel
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com