Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau


Jumat, 30 Mei 2014 10:53 WIB

TRAVEL NEWS

Petualang Caldera, 3 Hari Jelajah Bali dengan Rp 150 Ribu

Redaksi Travel
Mereka berkeliling Bali dengan bekal Rp 150 ribu saja (Idham/detikTravel)
Mereka berkeliling Bali dengan bekal Rp 150 ribu saja (Idham/detikTravel)
Bali - Petualangan The Extreme Journey Caldera belum usai. Setelah selesai menjelajah Jawa, kini perjalanan berlanjut ke Bali. Tantangan kali ini, keliling Bali selama 3 hari hanya dengan berbekal Rp 150 ribu. Seseru apa?

Setelah lomba stand up paddle di Pantai Sanur, peserta melanjutkan tantangan yang tak kalah seru. Mengelilingi Bali dengan bersepeda hingga Sabtu (31/5/2014) pukul 08.30 WITA.

Peserta dilepas di Pantai Sanur menjelang siang, Kamis (29/5/2014). Setiap peserta dibekali sepeda gunung lengkap dengan pompa sepeda, ban cadangan dan alat memperbaiki ban. Soal dana, setiap tim hanya diberi uang sebesar Rp.150.000 untuk 3 hari. Bagaimana strategi mereka untuk bertahan?

Peserta pun mulai mengayuh. Mencari berbagai destinasi yang penuh dengan teka-teki dan wajib dikunjungi. Peraturannya, peserta hanya boleh mengendarai sepeda mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WITA.

Dari Sanur, Tim Biru bergerak mencari Bendera merah putih. Mereka menemukannya di depan Hotel Thomas House di daerah Sanur. Setiba di sana, tim langsung menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sepeda kembali dikayuh, tim tak henti-henti melongok kanan dan kiri, mencari pohon beringin yang di bawahnya terdapat 3 patung pelopor. Akhirnya, mereka temukan di daerah Batu Bulan, sekitar 5 km dari Sanur.

Selanjutnya, tim mengunjungi pengrajin atap alang-alang, belajar pembuatan, mengetahui kualitas serta harga. Lalu foto bersama sebagai bukti.

Tantangan selanjutnya tak kalah unik. Tim diwajibkan berfoto bersama monyet paling besar. Tim Biru bergerak. Sepeda dikayuh, rantai sepeda sempat lepas sekali, akhirnya mereka tiba di Monkey Forest. Biaya masuk Monkey Forest mencapai Rp 30.000 setiap orang. Jika membayar, maka uang akan terkuras. Akhirnya, Tim Biru mensiasati dengan berfoto dari luar pagar.

Tantangan menaklukkan manajemen keuangan tak selesai sampai di situ saja. Setiap peserta juga diwajibkan membeli satu set baju adat Bali seperti selendang, sarung dan untuk peserta pria. Tim Biru mengayuh sepeda ke Pasar Central Ubud. Mereka menghabiskan hampir Rp 120.000 untuk membeli 3 set baju Bali.

Sementara itu, uang anggaran yang diberikan panitia hanya menyisakan sekitar Rp 30.000. Keputusan harus diambil dan dilaksanakan dengan disiplin. Mereka memutuskan hanya sekali makan nasi selama perjalanan. Sedangkan lainnya, Tim Biru cuma makan roti, pisang serta teh manis.

Jarum jam telah menunjukkan sekitar pukul 17.30 WITA. 30 Menit lagi menuju batas waktu diperbolehkan menggunakan sepeda. Mereka harus mencari penginapan untuk menghabiskan malam. Tim Biru mencoba menghubungi rekannya yang memiliki rumah di daerah Ubud. Kendati begitu, belum ada kepastian hingga mereka meninggalkan pasar Central Ubud sekitar pukul 17.40 WITA.

Jika Tim Biru menghubungi rekannya untuk mendapatkan penginapan, Tim Hijau memilih beristirahat menanti pukul 06.00 pagi keesokan harinya di emperan sebuah toko di Jalan Ubud Raya.

Tim Merah tak kalah gesit. Mereka mencoba menginap di Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Ubud. Setelah memberi penjelasan kepada polisi, akhirnya mereka diizikan menginap di sebuah balai yang terdapat di area Polsek. KTP pun dipegang pihak kepolisian hingga mereka melanjutkan perjalanan.

Tim Merah tampak bersantai sekitar pukul 18.45 WITA. Sebuah peta Bali berukuran kecil terhampar di depan mereka, tim melakukan evaluasi perjalanan dan menyiapkan strategi perjalanan esok hari. Setelah itu, salah satu anggota tim mengeluarkan ban dalam sepeda. Ia coba menambal, tadi siang terkena ranjau dan belum sempat diperbaiki. Sebab, bekal lem yang diberikan kepada mereka ternyata habis.

Tim Merah pun mengisahkan perjalanan perjalanan mereka. Dari Sanur, tim bergerak mencari pohon beringin yang di bawahnya terdapat 3 patung menggambarkan sosok pahlawan. Mereka berhasil menemukannya di daerah Batu Bulan.

Setelah itu, mereka melacak bendera Merah Putih untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Agak sulit mencari karena berhubung hari libur. Bendera Merah Putih pun berhasil ditemui di kantor dusun, daerah Celuk. Mereka pun menyanyikan Indonesia sambil ditonton anak-anak desa.

Perjalanan dilanjutkan. Tim Merah berkunjung ke sebuah rumah penduduk, membuat Gebogan atau Banten. Gebogan merupakan wadah sesaji untuk upacara persembahan ibu atau bumi. Kemudian, mereka menuju daerah Silungan mempelajari pembuatan atap alang-alang. Selanjutnya, Tim Merah membuat dekorasi atau hiasan janur.

Sembari mencari tempat untuk bermalam, Tim Merah singgah di sebuah toko pinggir jalan di daerah Ubud. Mereka membeli 3 set baju adat Bali dengan total harga Rp 150.000 sesuai dengan uang yang diberikan panitia untuk perjalanan selama 3 hari. Lalu, bagaimana makan dan minum Tim Merah?

Sejak ditetapkan menjadi satu tim di Jakarta, anggota Tim Merah langsung menerapkan komitmen dan disiplin tinggi dalam penggunaan uang. Karena itu, penghematan dan untuk menekan pengeluaran telah dilakukan dari hari pertama, Jumat (23/5/2014). Mereka mengandalkan 'nebeng' untuk menekan biaya transportasi. Sedangkan untuk anggaran makan, hanya dijatahkan sebesar Rp 5.000 per hari untuk setiap orang.

Sementara itu, seluruh tim telah menginap di tempat pilihannya masing-masing. Malam mulai merambat, mereka bersiap istirahat, besok melanjutkan petualangan dan penjelajahan yang akan membuat mereka kuat.

(shf/shf)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED