Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 13 Sep 2015 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

Festival Boalemo Jadi Pembuka Sail Tomini 2015 di Gorontalo

Johanes Randy
Redaksi Travel
Tari - tarian lokal di festival Boalemo (dok. Kemenpar)
Tari - tarian lokal di festival Boalemo (dok. Kemenpar)
Gorontalo - Dalam rangkaian acara Sail Tomini, Festival Boalemo di Gorontalo sudah terlebih dulu diadakan. Acara yang bertempat di Pantai Bolihutua dari 10-14 September 2015 itu pun berlangung meriah dengan berbagai atraksi dan tarian budaya lokal.

Berdasarkan press release dari Kemenpar yang diterima detikTravel, Minggu (13/9/2015) Festival Boalemo di Gorontalo telah berlangsung meriah dan menjadi pembuka dari rangkaian acara Sail Tomini 2015 pekan depan. Festival itu diresmikan oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, serta dihadiri oleh Esthy Reko Astuty sebagai Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar pada Kamis lalu (10/9)

Kemeriahan Festival Boalemo dibuka oleh atraksi pesawat sukhoi di atas Pantai Bolihutuo sebagai penanda. Selain itu atraksi terjun payung dari TNI AU yang membawa tiga bendera, yakni bendera Provinsi Gorontalo, bendera Boalemo, dan Bendera Indonesia kian menambah ramai acara pembukaan.

"Festival Boalemo merupakan festival tahunan. Namun kali ini merupakan rangkaian dari kegiatan Sail Tomini. Jadi ini merupakan target kegiatan besar Sail tomini yang rutin sudah menjadi agenda nasional, jelas Esthy.

Daerah Boalemo di Gorontalo memang memiliki potensi budaya yang beragam dan menarik. Sejumlah pertunjukan budaya dan wisata bahari Boalemo serta 1000 Tarian Selamat Datang atau Tarian Kolosal Tidi Lo Polopalo turut dipertontonkan.

"Kita lihat sendiri potensinya sangat besar sekali yang terkait di tiga provinsi di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo sendiri," tambah Esthy.

Peserta yang datang juga dapat menikmati Festival Timbilotohe, Festival Layang-Layang, pemilihan Nou dan Uti (Duta Wisata Tahun 2015), Festival Kuliner, lomba bahari, Sailing Pass kapal-kapal nelayan, Yacht Rally, gelar budaya multi etnis, Festival Karawo, tebar benih ikan dan pameran potensi daerah.

"Karena ini sudah tahunan, kita berharap menjadi kalender event dari provinsi yang waktunya semoga tidak berubah - ubah, harus fix," tutup Esthy.

(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED