Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 24 Apr 2016 13:20 WIB

TRAVEL NEWS

Bule Australia yang Girang Melihat Tukik di Sangalaki

Afif Farhan
Redaksi Travel
Tukik di Sangalaki (Afif/detikTravel)
Tukik di Sangalaki (Afif/detikTravel)
Derawan - Siapa yang tidak suka melihat tukik? Bayi penyu yang lucu nan menggemaskan. Bule Australia saja girang bukan main saat melihatnya dari dekat di Pulau Sangalaki, Kaltim.

Masih dalam rangkaian acara Familiarization Trip Australian Travel Agent Australia dari Kementerian Pariwisata yang diikuti detikTravel, hari Minggu (24/4/2016) 16 orang Australia mewakili masing-masing operator tur di Australia mengunjungi Pulau Sangalaki. Pulau yang hanya berjarak 40 menit dari Derawan, Berau, Kalimantan Timur.

Hamparan pasir putih menyambut kedatangan mereka di Pulau Sangalaki. Semua sibuk dengan kamera, untuk berselfie dan bergaya. Air lautnya pun jernih!


Pulau Sangalaki yang cantik (Afif/detikTravel)

"Crystal water! Wow wonderful," ujar Nicole Adrienne dari Meridian World.

Memed, pemandu lokal dari Derawan Paradise langsung mengarahkan rombongan ke bagian dalam Pulau Sangalaki. Dia pun menjelaskan, pulau ini sebenarnya adalah wilayah konservasi dari Kementerian Kehutanan Indonesia dan tempat berkembangbiaknya penyu hijau.

"Tukik ini baru saja lahir, jumlahnya 500-an. Kemarin sudah kita lepas dan sekarang adalah sisanya," katanya menjelaskan di depan kolam untuk menampung tukik.

Para bule Australia langsung mendekat ke kolam. Beberapa dari mereka terlihat gemas melihat tukiknya. Ada pula yang menyentuhnya langsung.

"Jika memegang harap jangan terlalu lama. Pegang cangkangnya agar tidak terjatuh," ujar Memed mengingatkan.


Melihat tukik-tukik dari dekat (Afid/detikTravel)

"Lucu banget. Tolong fotoin dong," kata Veronica Vecchio dari Travel Hotspot Perth.

"Lihat itu berenang-renang. Oh my god, sini sini," ujar Alexander Poulos dari Travel Industry Trainne.


Veronica yang berfoto bersama tukik (Afif/detikTravel)


Alexander yang kegirangan melihat tukik (Afif/detikTravel)

Pulau Sangalaki sendiri tidak dihuni manusia. Hanya ada resor saja dan tempat penelitian penyu. Menurut peserta fam trip lainnya, Cyrill Robert dari Kim Travel pulau konservasi penyu ini sangat menarik untuk turis.

"Tempat yang bagus dan masih alami. Bagus bagi turis untuk bisa tahu dan melihat tukik seperti ini dari dekat," ucapnya.

Tentu saja, bagi para travel agen Australia, Pulau Sangalaki dapat mereka jual sebagai salah satu destinasi wisata bagi wisatawan dari Negeri Kangguru. Nuansa alaminya masih sangat terjaga, dari hutan, pantai dan bawah lautnya.

"Amazing. Terumbu karang, ikan dan tukik. Welcome to the wildlife," kata Scott Thomas dari Novotel Sydney.

(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Shinkansen Made In China

Sabtu, 23 Sep 2017 23:15 WIB

China punya kereta 'Shinkansen' baru bernama Fuxing. Kereta cepat ini mampu melaju dengan kecepatan 400 Km/jam. Traveler mesti coba kalau liburan ke China.