Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 13 Ags 2017 09:00 WIB

TRAVEL NEWS

Pariwisata Puaskan Jokowi

Afif Farhan
Redaksi Travel
Ilustrasi turis yang datang ke Bali (Thinkstock)
Ilustrasi turis yang datang ke Bali (Thinkstock)
Jember - Menteri Pariwisata Arief Yahya optimis target 15 juta turis akan tercapai tahun 2017 ini. Aksesbilitas khususnya penerbangan, menjadi kuncinya.

"Pak Presiden Jokowi puas dengan pariwisata Indonesia sekarang. Pariwisata kita itu tumbuh 22,4 persen dibanding pertumbuhan ekonomi nasional kita hanya 5 persen. Artinya pariwisata tumbuh 4 kali lipat," papar Menteri Pariwisata Arief Yahya kepada detikTravel, Sabtu (12/8/2017) malam di Alun-alun Jember saat sela-sela kunjungannya ke Jember Fashion Carnaval.

Apa yang membuat pertumbuhan pariwisata Indonesia begitu cepat?

"Pertama itu aksesibilitas. Beberapa maskapai seperti AirAsia buka rute ke Macau dan ke India. Nanti, Lion juga buka ke India. Penerbangan carter flight juga sudah banyak dari China ke Manado," terang Arief.

Soal kunjungan turis, Arief menjelaskan bahwa rata-rata tiap bulan di tahun 2017 ini sudah mencapai angka 1,1 juta. Dirinya sudah merasa cukup tenang jika terus stabil dan meningkat, khususnya di musim liburan summer bagi turis Eropa dan akhir tahun nanti.

"Sampai Juni sudah 6,5 juta turis datang ke Indonesia. Tinggal 8,5 juta lagi, saya optimis itu tercapai. Minimal 90 persen saja, yakin itu bisa," tegas pria asal Banyuwangi tersebut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) bersama calon-calon duta wisata Jember (Afif/detikTravel)Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) bersama calon-calon duta wisata Jember (Afif Farhan/detikTravel)


Selain atraksi dan akomodasi yang terus berkembang, ditambah pengelolaan 10 Destinasi Prioritas, poin paling penting memang aksesbilitas. Makin banyak pesawat melayani penerbangan langsung ke Indonesia, artinya makin banyak turis yang datang.

"Soal akses, saya dan Menteri Perhubungan dipanggil langsung oleh Pak Presiden. Pak Presiden memerintahkan langsung kepada Menteri Perhubungan untuk membantu pariwisata, bersinergi antar kementerian, seperti Kementerian Parwisata, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura dan airlines," papar Arief.

"Untuk 10 Destinasi Prioritas, di Wakatobi sudah ada investor dari Australia yang mau kelola pelabuhan, amenitas dan akses," tambahnya.

Arief pun meminta setiap stakeholder dari kementerian sampai pihak swasta saling bergandeng tangan. Terakhir dia menekankan, pariwisata dapat menjadi penghasil devisa terbesar bagi negara di tahun 2019 mendatang.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kunjungan ke kantor AirAsia (dok Kemenpar)Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam kunjungan ke kantor AirAsia (dok Kemenpar)
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED