BACK TO TOP

Kamis, 07/01/2016 17:40 WIB

Liburan 2 Hari Bareng Keluarga di Ho Chi Minh

Afif Farhan - detiktravel
Ingin ke luar negeri bareng keluarga? Coba liburan ke Ho Chi Minh di Vietnam. Cukup 2 hari, Anda bersama keluarga dapat bersenang-senang.

Pertama untuk soal tempat bermalam, ada banyak penginapan di kawasan District 1. Beberapa di antaranya yakni Hong Kong Kaiteki Hotel, Lavender Boutique Hotel, Vien Dong Hotel, Vintage Hostel dan lain-lain. Tinggal pilih sesuai bujet dan selera saja.

Soal tempat wisata, Ho Chi Minh punya banyak tempat yang bisa didatangi bareng keluarga. 2 Hari 1 malam, rasanya cukup untuk traveling ke sana. Tapi ingat, kebanyakan maskapai terbang dari Jakarta ke Ho Chi Minh paling cepat waktu tempuhnya 3 jam.

Ada pula maskapai yang berangkatnya pagi, tapi tibanya baru sore hari karena transit di Kuala Lumpur atau Singapura dulu. Maka dari itu, perhitungan itinerary ini bisa dimulai untuk hari berikutnya. Terserah traveler saja, asyiknya bagaimana.

Disusun detikTravel, Kamis (7/1/2016) berikut itinerary liburan 2 hari 1 malam di Ho Chi Minh bareng keluarga:


(Thinkstock)

1. Hari pertama pagi: Jade Emperor pagoda

Kita mulai liburan keluarga di Ho Chi Minh dari Jade Emperor Pagoda alias Kuil Chua Ngoc Hoang. Inilah salah satu kuil tertua di Vietnam yang dibangun pada tahun 1892. Bangunan dan keaslian kuilnya tetap terawat meski dikepung bangunan-bangunan modern.

Kuil ini adalah tempat umat yang menganut ajaran Taoisme. Di dalamnya, banyak patung-patung dewa di tiap sudut bangunan. Satu hal yang menarik, kuil ini memiliki kolam berisi ratusan kura-kura. Dipercaya, kura-kura adalah 'penjaga' dari Kuil Chua Ngoc Hoang.

Bangunannya yang berarsitekturkan seperti kuil-kuil di Tiongkok menjadi daya tarik bagi traveler yang suka fotografi. Kuilnya dibuka dari pukul 07.00 sampai 18.00 waktu setempat. Ada pemandu setempat yang senang hati akan menjelaskan sejarah kuilnya untuk Anda.


(Thinkstock)

2. Hari pertama siang: Saigon Post Office

Sebelum masuk ke makan siang, mari mampir dulu ke Saigon Post Office. Jaraknya dari Kuil Chua Ngoc Hoang, sekitar 2,5 km atau bisa ditempuh dalam waktu 11 menit saja naik mobil. Inilah salah satu bangunan bersejarah di Vietnam, peninggalan kolonial Prancis.

Pada tahun 1887, Prancis menjajah Vietnam, Kamboja dan Laos. Mereka pun menamakan wilayah penjajahannya, Indochina Perancis dengan pusatnya di Hanoi. Indochina Perancis pun runtuh karena berhasil direbut oleh Jepang di awal tahun 1945. Hingga akhirnya Jepang menyerah kepada Sekutu, Indochina pun sudah tidak ada lagi.

Kembali ke Saigon Post Office, inilah kantor pos pertama yang ada di Vietnam. Kantor pos ini didirikan tahun 1886-1891 oleh arsitektur Prancis yang tersohor kala itu, Gustave Eiffel. Dia jugalah sang arsitek Menara Eiffel.

Maka tak heran, bangunan kantor posnya benar-benar bergaya ala Eropa. Bangunannya terdiri dari dua lantai dengan satu jam besar tepat di bagian tengahnya. Sudah pasti, traveler yang datang ke sana, akan berfoto-foto di depan kantor posnya. Benar-benar seperti berada di Eropa!

Jangan cuma dilihat dari luar, ayo masuk ke dalam. Pemerintah Vietnam patut diacungi jempol karena bangunannya tetap dirawat dan dipertahankan keasliannya. Malah, masih berfungsi sebagai kantor pos sampai sekarang.

Traveler bisa melihat bagaimana petugas pos setempat sedang bekerja. Ada pula toko suvenir yang menjajakan berbagai kaos dan pasti saja kartu pos. Yang jadi favorit, adalah traveler bisa mengirim kartu pos untuk kerabat dari sana. Asyik!

Saigon Post Office sendiri masuk kawasan Old Quarter yang ibaratnya seperti kawasan Kota Tua di Jakarta. Banyak bangunan di sana peninggalan kolonial Prancis. Serta, ada pula beragam rumah makan yang bisa menjadi tempat untuk makan siang sebelum menjelajahi destinasi lainnya seperti Brotzeit Restaurant, Ty Coz Saigon dan Propoganda Restaurant.


(Thinkstock)

3. Hari pertama sore: Saigon Notre Dame Cathedral

Puas menjelajahi dan berfoto-foto di Saigon Post Office, serta sudah makan siang, kini saatnya kembali menjelajahi kawasan Old Quarter. Cuma menyebarang dari sana, siap-siap terhipnosis dengan pemandangan katedral yang indah di depan mata. Ini dia katedral pertama di Vietnam, Saigon Notre Dame Cathedral!

Beberapa referensi sejarah menyebut, kolonial Prancis ketika mendaratkan kaki di Saigon (nama Kota Ho Chi Minh di masa lalu) pertama kali membangun Saigon Notre Dame Cathedral. Pembangunannya diperkirakan sekitar tahun 1863-1880.

Bangunan Saigon Notre Dame Cathedral pun 'Eropa banget'. Katedralnya punya dua menara setinggi sekitar 50 meter di bagian kiri dan kanannya yang dilengkapi dengan lonceng. Temboknya terbuat dari batu bata merah, yang kabarnya didatangkan langsung dari Prancis.

Di depan katedralnya, terdapat patung Bunda Maria. Konon ceritanya, ketika Asia Tenggara dihantam Tsunami di akhir tahun 2004 silam, patungnya terlihat menangis.

Di sekitar patung Bunda Maria, terdapat taman yang asri. Bagian dalam Saigon Post Office pun tak kalah cantik. Siapa pun bebas berfoto-foto di sana, asal menjaga ketertiban dan menaati peraturan ya!


(Bonsai River Cruise)

4. Hari pertama malam: Bonsai River Cruise

Dari Saigon Notre Dame Catedral, saatnya menuju Bonsai River Cruise yang berjarak hanya 2,3 km saja. Di sinilah, kita akan menutup hari dengan penuh spesial dengan makan malam di atas kapal yang mengalir di Sungai Saigon. Bonsai Dinner Cruise!

Dengan kapal yang terbuat dari kayu dan tampilannya seperti kapal tradisional namun fasilitasnya selayak hotel berbintang, kita akan diajak mengelilingi Sungai Saigon. Silakan duduk-duduk di dek dan memotret keindahannya di kala senja sebelum waktu makan malam tiba. Ketika malam pun tak kalah cantik pemandangannya, cahaya lampu kota terlihat berkerlap-kerlip.

Ketika waktu makan malam tiba, siap-siap kalap dengan aneka menu yang disajikan. Makanan dari berbagai negara lengkap di sana. Tapi yang spesial, tentu saja makanan khas Vietnam.

Ada banh xeo, yakni adonan tepung beras dan santan kelapa yang dalamnya berisi daging ayam dan ditambahkan tauge serta bawang. Kalau dilihat seperti semacam kebab. Ada lagi goi ngo sen, salad segar yang berisikan sayuran dan dicampur udang. Serta, masih banyak lagi!

Makan malam di sana bersama keluarga rasanya pasti spesial. Yang harus diingat, Anda harus terlebih dulu melakukan reservasi melalui situs resmi Bonsai River Cruise.


(Dam Sen Water Park)

5. Hari kedua pagi: Dam Sen Water Park

Hari kedua pagi, saatnya main air bersama keluarga di Dam Sen Water Park. Water park keren di Vietnam yang berjarak sekitar 45 menit naik mobil. Bahkan berbagai ulasan traveler di internet menyebutkan, bermain ke Dam Sen Water Park adalah satu hal yang wajib dilakukan di Ho Chi Minh. Apalagi, bagi traveler yang berlibur ke sana dengan keluarganya.

Alamat lengkap Dam Sen Water Park, ada di 3 Hoa Binh, Phuong 3, Ho Chi Minh. Water Park ini dibuka pertama kali tahun 1999 dengan luas 3.000 meter persegi. Bisa menampung 1.000 pengunjung dalam satu waktu.

Dam Sen Water Park memiliki 15 wahana permainan. Yang paling digemari anak-anak, adalah Aqua Dance tempatnya air mancur yang seolah menari karena memuncratkan air dengan berbagai gaya dan anak-anak bisa main basah-basahan.

Ada lagi Children's Pool, kolam renang yang dangkal dan luas dengan dua patung gajah di tengah-tengahnya. Jangan lewatkan juga, bermain di Wave Pool, kolam ombak yang serasa membuat kita sedang berada di lautan.

Mau yang lebih menantang, cobalah bermain di Tornado. Inilah seluncuran sepanjang 119 meter, dengan titik paling tinggi 20 meter. Dari ketinggian tersebut, siap-siap meluncur dengan kencang ke kolam. Byur!

Ada pula Boomerang, seluncuran setinggi 12 meter, yang harus dinaiki dengan perahu karet. Di atas perahunya, sambil duduk, badan akan terpontang-panting seperti bumerang karena aliran air di landasan. Seru!

Tiket masuk ke Dam Sen Water Park, sebesar 140.000 Dong atau setara Rp 85 ribu bagi orang dewasa di atas umur 16 tahun. Sedangkan untuk anak-anak, di bawah 16 tahun tiket masuknya 80.000 Dong atau setara Rp 48 ribu. Tidak mahal bukan?


(Thinkstock)

6. Hari kedua siang: Ben Thanh Market

Kembali ke arah jalan pulang ke pusat kota, kita mampir dulu di Ben Thanh Market. Inilah pasar tradisional terbesar di Ho Chi Minh yang juga masuk dalam list wajib destinasi yang dikunjungi turis. Saatnya belanja oleh-oleh!

Ada banyak berbagai barang yang bisa diburu untuk oleh-oleh, dari berbagai kaos hingga camilan. Berbagai tas, sepatu sampai alat-alat kerajinan juga asyik untuk dibawa pulang. Namanya pasar tradisional, jangan kaget kalau suasananya sangat ramai ya!

Yang enak adalah, nilai tukar Dong (mata uang Vietnam) lebih lemah dari mata uang Rupiah. Misalnya, harga sebungkus camilan di sana seharga 28.000 Dong yang jika dirupiahkan sebesar Rp 17 ribu saja. Benar-benar dibikin kalap belanja deh!





(aff/fay)
0 4 0
KOMENTAR