BACK TO TOP

Kamis, 20/10/2016 13:40 WIB

Ayo Melalak di Medan 3 Hari 2 Malam

Kurnia Yustiana - detiktravel
Liburan ke Medan, banyak objek wisata menarik yang bisa dikunjungi. Kalau berencana berlibur 3 hari di sana, berikut itinerary yang bisa dicoba.

Medan termasuk salah satu destinasi di Sumatera Utara yang banyak dikunjungi turis lokal maupun mancanegara. Berbagai aktivitas liburan seru bisa dilakukan di sini.

Mulai dari wisata sejarah, wisata religi hingga wisata kuliner. Rasanya berlibur di Medan selama beberapa hari pun tak mudah bikin bosan. Disusun detikTravel, Kamis (20/10/2016), berikut itinerary liburan 3 hari di Medan:

1. Hari ke-1 pagi: Masjid Raya Al Mashun

(Fitraya/detikTravel)(Fitraya/detikTravel)
Traveler bisa memulai perjalanan di hari pertama dengan berkunjung ke Masjid Raya Al Mashun. Dibangun sekitar tahun 1906 oleh Sultan Ma'moen Al Rasyid, Masjid Raya Al Mashun merupakan masjid yang tertua kedua di Medan.

Rumah ibadah yang menjadi objek wisata religi ini pun telah menjadi salah satu ikon Kota Medan yang banyak dikunjungi traveler. Dari luarnya saja masjid sudah tampak megah dengan arsitektur bergaya Spanyol, India dan Timur Tengah. Masuk ke dalam, tempatnya pun sungguh nyaman untuk beribadah bagi umat Muslim.

2. Hari ke-1 siang: Istana Maimun

(Petrus D Sitepu/d'Traveler)(Petrus D Sitepu/d'Traveler)
Lanjut berwisata sejarah di Medan, saatnya mampir ke Istana Maimun di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun. Istana didirikan sekitar tahun 1888 dengan arsitektur gabungan antara Islam, Spanyol, Melayu, India dan Italia.

Istana peninggalan Kesultanan Deli ini luasnya mencapai 2.772 m2 dengan 30 ruangan. Saat memasukinya, traveler bisa mengenal lebih jauh tentang peninggalan pemerintahan Kesultanan Deli. Kalau mau berfoto dengan latar istana yang cantik ini pun boleh lho.

3. Hari ke-1 sore: Jembatan Titi Gantung

(Merzagamal/d'Traveler)(Merzagamal/d'Traveler)
Usai menilik Istana Maimun, lanjutkan perjalanan ke Jembatan Titi Gantung yang tidak jauh dari Stasiun Kereta Medan. Ini merupakan jembatan kuno peninggalan Belanda yang sudah berdiri sejak abad ke-18.

Kabarnya, tak hanya sebagai sarana penghubung, dulu jembatan menjadi tempat favorit kolonial Belanda untuk menghabiskan sore yang tenang di Kota Medan. Jembatan bergaya klasik Victoria ini pada malam hari juga masih ramai dengan orang Belanda yang bersantai sambil menghisap cerutu.

Pada tahun 2013 lalu, banyak pedagang buku bekas yang berjualan di Titi Gantung. Namun sudah direlokasi dan traveler bisa lebih leluasa bertamasya di sekitar jembatan.

4. Hari ke-2 pagi: Tjong A Fie Mansion

(Sastri/detikTravel)(Sastri/detikTravel)
Hari kedua jalan-jalan di Medan diawali dengan berkunjung ke rumah sosok legendaris di Medan. Namanya Tjong A Fie. Ia adalah warga Tiongkok yang merantau ke Medan, membangun usaha dan menjadi bangsawan di Ibukota Sumatera Utara itu.

Tjong A Fie memang begitu ulet dan teguh dalam membangun usahanya dan bisnisnya berkembang pesat, tak heran jika ia menjadi sosok meleganda.

Kini, traveler bisa berkunjung ke rumahnya di Jl Ahmad yani. Bangunannya bergaya Tiongkok, lengkap dengan lampion serta patung singa menyapa di sisi kiri dan kanan.

Traveler yang memasuki rumahnya pun serasa kembali ke masa lalu. Dengan tata rumah yang ada, traveler dapat merasakan seperti apa kehidupan sang bangsawan Medan ala Tjong A Fie.

5. Hari ke-2 siang: Pajak Ikan

(desychristantys/Instagram)(desychristantys/Instagram)
Namanya memang Pajak Ikan, namun area belanja yang tak jauh dari Lapangan Merdeka ini sebenarnya banyak menjual tekstil. Bisa dibilang, inilah lokasi surga belanja tekstil di Medan.

Aneka jenis kain dari yang lokal hingga impor, ada di sini. Kalau mau mencari ulos yang merupakan kain tradisional Batak pun ada lho. Pilihannya banyak dan harganya pun cukup ramah di kantong dibandingkan pasar-pasar lainnya.

6. Hari ke-2 sore: Balai Kota Lama

(Rudi Chandra/d'Traveler)(Rudi Chandra/d'Traveler)
Balai Kota Lama dibangun sekitar tahun 1906 oleh arsitek bernama Hulswit. Lokasi bangunan dengan arsitektur Eropa ini tepat di depan Merdeka Walk. Meskipun usianya cukup tua, kemegahan gedung yang fotogenik ini tetap terpancar.

Traveler bisa sekadar berjalan-jalan di Balai Kota Lama serta foto-foto. Di dekatnya juga ada gedung Kantor Pos Besar Medan yang tak kalah indah. Bangunan bergaya Eropa itu juga asyik buat foto-foto.

7. Hari ke-2 malam: Merdeka Walk

(Fitraya/detikTravel)(Fitraya/detikTravel)
Sebelum mengakhiri jalan-jalan di hari kedua, mampir dulu ke Merdeka Walk buat icip-icip kuliner lokal hingga internasional. Tempat ini memang begitu populer buat wisata kuliner di malam hari.

Area yang luasnya mencapai 6.600 m2 itu menjadi tempat bagi puluhan outlet makanan. Nasi lemak, pancake durian, sup buntut, soto Medan, tomyam, sushi hingga pizza bisa dinikmati di sini.

8. Hari ke-3 pagi: Restoran Tip Top

(tiptop-medan.com)(tiptop-medan.com)
Mau menikmati kue dan es krim sambil bernostalgia, datang saja ke Restoran Tip Top. Restoran ini berdiri sejak sekitar tahun 1934 dan ramai dikunjungi traveler karena kue dan es krim yang terkenal lezat.

Suasana restoran tua namun tetap terawat terasa ketika memasuki Tip top. Kursi, meja makan, etalase, semua bernuansa lawas seperti suasana Medan di tahun 30-an. Untuk rasa, restoran ini diyakini masih memakai resep yang diwariskan secara turun temurun.

9. Hari ke-3 siang: Jl Ahmad Yani

(indonesia.travel)(indonesia.travel)
Tiba saatnya belanja oleh-oleh di kawasan Jl Ahmad Yani sebelum kembali ke daerah asal. Jejeran toko oleh-oleh, mulai dari kerajinan tangan dan barang khas Medan bisa dibeli di sini. Suvenir khas Danau Toba juga tersedia lho.

Harga jualnya juga tak bikin kantong bolong. Asyiknya lagi banyak pilihan toko yang letaknya berdekatan, jadi traveler tak harus terpaku memilih barang di satu toko saja.


Ayo Melalak di Medan 3 Hari 2 Malam
(krn/krn)
0 4 0 1

Artikel Terkait

KOMENTAR