BACK TO TOP

Kamis, 20/10/2016 14:40 WIB

Ide Liburan 3 Hari 2 Malam di Danau Toba

Johanes Randy Prakoso - detiktravel
Danau Toba di Sumatera Utara memang menjadi ikon wisata yang wajib didatangi oleh traveler. Kalau masih bingung, simak dulu itinerary 3 hari 2 malam ini.

Start dari Bandara Silangit di Tapanuli Utara, traveler bisa melihat pesona Toba dan kekayaan budaya Batak. Mulai dari berkunjung ke Museum TB Silalahi hingga berkunjung ke Rumah Pengasingan Bung Karno di Parapat.

Jangan lewatkan juga Pulau Samosir yang menjadi awal dari kebudayaan Batak. Traveler pun bisa ikut menortor bareng Sigale-gale, belajar menenun ulos hingga mencicipi lezatnya Roti Samuel di Bukit Beta.

Dihimpun detikTravel, Kamis (20/10/2016) berikut adalah panduan keliling Danau Toba selama 3 hari 2 malam. Dijamin seru dan berkesan!

1. Hari ke-1 pagi: Bandara Silangit

(Agnes/detikTravel)(Agnes/detikTravel)
Bandara Silangit di Siborongborong, Tapanuli Utara resmi beroperasi bulan Maret 2016 silam. Bandara tersebut sekaligus menjadi gerbang masuk wisatawan menuju Danau Toba yang merupakan '10 Bali Baru.'

Traveler pun bisa terbang ke Bandara Silangit dari sejumlah kota besar seperti Medan hingga Jakarta. Sudah ada maskapai Lion Air, Wings Air, Sriwijaya hingga Garuda Indonesia yang membuka rute ke sana secara langsung atau direct.

Jika ingin lebih maksimal, pilihlah penerbangan paling pagi ke Bandara Silangit. Sesampainya di sana, traveler bisa langsung berwisata ke Museum TB Silalahi di Balige.

2. Hari ke-1 pagi: Museum TB Silalahi

(Rudi Chandra/d'Traveler)(Rudi Chandra/d'Traveler)
Berlokasi di Jalan Tb Silalahi No 88, Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, traveler bisa menjumpai Museum TB Silalahi. Museum ini dapat diakses sekitar 23 menit dari Bandara Silangit via jalur darat.

Museum yang berisi jejak langkah dan sejarah TB Silalahi ini dibangun sebagai sarana untuk memberi semangat generasi muda untuk menggapai cita-cita dengan berkaca dari perjalanan TB Silalahi. Mulai dari masa kecilnya hingga dewasa.

Benda-benda di museum ini berupa koleksi pribadi TB Silalahi. Ada pakaian dinas, bintang jasa, tanda kehormatan, kendaraan pribadi dan dinas hingga senjata yang pernah digunakan. Ada pula kenang-kenangan dari berbagai negara yang diberikan kepada TB Silalahi.

3. Hari ke-1 siang: Rumah Bung Karno Parapat

(Rudi Chandra/d'Traveler)(Rudi Chandra/d'Traveler)
Setelah puas berwisata di Museum TB Silalahi, lanjutkan perjalanan Anda menuju Rumah Pengasingan Bung Karno di Parapat. Usahakan berangkat usai makan siang, karena perjalanannya akan memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit.

Beralamat persis di Jalan Istana, No 5, traveler bisa menemukan rumah pengasingan Bung Karno yang telah menjadi Mess Pemda. Sayangnya rumah tersebut telah mengalami renovasi, sehingga tidak semua bagian dan perabotnya asli seperti dahulu.

Konon, hanya kursi rotan di lantai 2 yang merupakan furniture asli rumah tersebut. Sisanya merupakan furniture baru. Selain itu, hanya foto-foto Bung Karno, Sjahrir, dan Haji Agus Salim semasa di Parapat yang menjadi bukti sejarah bahwa tempat ini pernah menjadi tempat pengasingan pemimpin Republik Indonesia dahulu kala.

4. Hari ke-2 pagi: Menyeberang ke Danau Toba

(INSIDE TOBA/d'Traveler)(INSIDE TOBA/d'Traveler)
Pada hari kedua, bangunlah lebih pagi untuk berangkat ke Samosir dari Parapat. Ada dua pelabuhan yang melayani antar jemput penumpang via kapal wisata atau ferry, yakni di Pelabuhan Ajibata dan Tigaraja.

Biaya penyeberangan menaiki kapal dari Ajibata sekitar Rp 3.500 per orang dan Rp 106.000 untuk mobil. Sementara itu, biaya dari Pelabuhan Tigaraja hanya Rp 5.000 per orang dan Rp 10.000 untuk sepeda motor.

Untuk mencapai Pelabuhan Tomok di Samosir, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dari Pelabuhan Ajibata. Tapi tentunya lama perjalanan tidak akan terasa, karena Anda pasti akan dimanjakan oleh indahnya pemandangan Danau Toba.

5. Hari ke-2 siang: Menari bareng Sigale-gale di Desa Tomok

(Fitraya/detikTravel)Foto: undefined
(Fitraya/detikTravel)


Sesampainya di Pelabuhan Tomok di Samosir, traveler bisa singgah ke Desa Tomok. Selain bisa melihat budaya Batak di tempat asalnya, Anda juga bisa melihat dan menari Tor-tor bareng boneka Sigale-gale yang mistis.

Bagi masyarakat Batak, boneka Sigale-gale dianggap sebagai simbol dari Pangeran Manggalae yang wafat di medan perang serta sebagai penghormatan bagi Raja Mahat.

Apabila ingin menonton pertunjukannya di Samosir, traveler harus merogoh kocek sekitar Rp 5 ribu. Jika ingin menarik bersama Sigale-gale, perlu membayar lebih sebesar Rp 80 ribu. Sedangkan jika ingin berfoto, traveler cukup memberi donasi seikhlasnya.

6. Hari ke-2 siang: Menenun di Desa Lumban Suhi-suhi

(Fitraya/detikTravel)(Fitraya/detikTravel)
Puas menortor di Desa Tomok bareng Sigale-gale, lanjutkan perjalanan menuju Desa Lumban Suhi-suhi yang masih berada di Samosir. Berjarak sekitar 1 jam 30 menit, desa ini juga dikenal sebagai pusat kerajinan tenun ulos setempat.

Ibu-ibu di Desa Lumban Suhi-suhi biasa menenun ulos dari pukul 08.00-16.00 WIB. Satu kain tenun ulos ukuran standar, diselesaikan dalam waktu seminggu. Biasanya ada tauke yang datang untuk menampung ulos yang sudah jadi, untuk dijual di kota seperti di Kabanjahe.

Selain bisa melihat ibu-ibu menenun ulos, traveler pun juga bisa belajar menenun jika ingin. Ulosnya pun sungguh etnik, dengan variasi motif dan warna yang menarik. Kain ulos ini dijual mulai Rp 200 ribu-500 ribu, bergantung motif dan ketebalan benang.

7. Hari ke-3 pagi: Lihat sunrise dari Bukit Beta

(Robert Adolf Izak/d'Traveler)(Robert Adolf Izak/d'Traveler)
Pada hari ketiga, bangunlah lebih pagi dan kagumi indahnya sunrise dari Bukit Beta. Lokasi persisnya berada di daerah Simpang Tuk Tuk. Usahakan berangkat sekitar pukul 04.00 WIB pagi dari jika ingin aman.

Bukit ini sering digunakan untuk kegiatan paralayang. Selain itu, pesona Danau Toba juga terlihat jelas. Bagi warga setempat, tempat ini juga sering dipakai untuk menggembalakan kerbau.

Menariknya, di puncak Bukit Beta terdapat makam-makam tradisional Batak yang menambah kental nilai budaya di Bukit Beta ini.

8. Hari ke-3 pagi: Sarapan Roti Samuel

(Fitraya/detikTravel)(Fitraya/detikTravel)
Usai mengagumi indahnya Danau Toba dari Bukit Beta, perut pastinya dibuat keroncongan. Tapi tidak usah khawatir, traveler bisa sarapan di Toko Roti Samuel yang berdekatan dengan Bukit Beta.

Di Toko Roti Samuel traveler bisa mencicipi roti manis rasa cokelat dan cokelat kacang yang paling jadi favorit pembeli. Oh iya, rotinya juga dibuat sendiri dan fresh dari oven lho.

Bahkan dari jendela tokonya, pengunjung bisa melihat rerumputan hijau, luasnya Danau Toba dan gunung-gunung di sekelilingnya. Toko roti ini memang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Samosir!

9. Hari ke-3 Siang: Pulang ke Silangit

Ada awal, ada juga akhir. Setelah dari Roti Samuel, waktunya bagi traveler untuk berkemas dan kembali pulang menuju Bandara Silangit. Kalau lewat Panguruan, waktu tempuhnya bisa makan waktu sekitar tiga setengah jam.

Tapi traveler tentu harus disiplin soal waktu. Mayoritas penerbangan dari Silangit ke Jakarta dan kota besar lainnya adalah dari pagi hingga siang hari. Lewat dari pukul 11.00, tentunya sudah tidak ada pesawat pulang.

Sekiranya itinerary perjalanan 3 hari 2 malam keliling Toba ini bisa menjadi panduan bagi traveler. Jadi kapan kalian liburan ke Danau Toba?

Ide Liburan 3 Hari 2 Malam di Danau Toba
(rdy/krn)
0 1 0
KOMENTAR