Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 16 Mei 2017 15:01 WIB

ADVERTORIAL

7 Desa Wisata Raih Penghargaan Desa Wisata Award 2017

Advertorial
Redaksi Travel

FOKUS BERITA

Pesona Indonesia
Bukittinggi - 7 Desa meraih penghargaan dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, 7 Desa itu dinilai mampu menjalankan roda perekonomian.

Desa yang meraih penghargaan di Desa Wisata Award 2017 dinilai telah mampu menjalankan roda perekonomian. Award itu diberikan pada rangkaian acara Expo BUMDes Nusantara 2017 di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Desa wisata merupakan salah satu program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) 2017.

Adapun desa yang berhasil memperoleh reward itu yakni Desa wisata jejaring bisnis Tamansari Banyuwangi, Desa wisata Agro Malang Pujon Kidul, Desa wisata Iptek Seigentung Gunkid, Desa wisata Budaya, Ubud Gianyar Bali, Desa wisata alam NTT Kabupaten Ende, Desa wisata kreatif Teluk Meranti Lalawan Provinsi Riau, dan Desa wisata maritim Bontagula Bontang, Kalimantan Timur.

Menurut Eko, pemberian penghargaan pada desa itu merupakan pertimbangan dari Kementerian Desa PDTT bagi desa yang telah mampu mengelola dana yang telah disalurkan.

Selain itu juga terbukti meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat desa sehingga mampu menampung, mengkonsolidasi, dan mewadahi kegiatan usaha ekonomi desa.

"Hadirnya BUMDes menjadi jawaban untuk menggerakkan ekonomi desa. Di sisi lain, dana desa yang disalurkan merupakan program utama pemerintah yang menggelontorkan dana langsung ke desa sehingga desa bersangkutan mampu berkembang secara mandiri, termasuk di sektor pariwisata," terang Eko.

Eko menambahkan, dana desa telah meningkatkan status desa menjadi maju dan berkembang. Tahun lalu tercapai 11 ribu desa berkembang yang awalnya tertinggal dan 7.000 desa maju. Melebihi target RPJM 2019, yaitu 5.000 desa berkembang dan 2.000 desa maju.

"Dana desa terus membuktikan hasilnya, yaitu terbangunnya jalan desa sepanjang 66.884 km, jembatan sepanjang 511,9 km, embung sebanyak 686, saluran irigasi sebanyak 12.596. Di samping itu penyerapan dana desa dari 80% menjadi 99,89%," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan,keberhasilan desa wisata peraih penghargaan ini terbukti mampu mengembangkan potensi pariwisata dan juga potensi sumber daya lokal. Potensi itu dilalui melalui pola pemberdayaan masyarakat atau Community Based Tourism.

"Ini prestasi yang sangat membanggakan, keberhasilan desa wisata ini tentunya harus menjadi contoh bagi desa yang lainnya di Indonesia. Ini juga menjadi bagian Indonesia incoporated untuk membangun pariwisata Indonesia," kata Arief.

Program Desa Wisata, kata Arief, juga sejalan dengan rencana membangun 100. ribu homestay di 2019, yang dimulai 2017 ini. Desain arsitektur rumah nusantara di homestay juga semakin relevan untuk segera diimplementasi.

"Kelak, ketika desa wisata itu sudah siap jual, akan langsung dipromosikan, lalu selling platform-nya juga dimasukkan dalam DMP atau digital market place. Maka desa wisata itu dapat berfungsi ganda. Bisa sebagai amenitas dengan homestay, akomodasi di rumah penduduk yang sudah sadar wisata. Juga bisa sebagai atraksi karena berada dalam atmosfer kehidupan masyarakat desa yang hommy, kaya dengan sentuhan budaya, dan nuansa kekeluargaan yang belum tentu bisa ditemukan di negara lain," terang Arief.

(adv/adv)

FOKUS BERITA

Pesona Indonesia
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED