Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 31 Jan 2021 10:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pagi yang Damai di Tepi Sungai Barito

Ridha Khairina
d'Traveler
Suasana pagi di tepi Sungai Barito
Suasana pagi di tepi Sungai Barito
Kampung Alalak Selatan berada tak jauh dari Pasar Terapung Muara Kuin
Kampung Alalak Selatan berada tak jauh dari Pasar Terapung Muara Kuin
Masyarakat sekitar masih memanfaatkan sungai untuk aktivitas mandi dan mencuci
Masyarakat sekitar masih memanfaatkan sungai untuk aktivitas mandi dan mencuci
Pedagang membawa hasil bumi berupa sayur dan buah menggunakan jukung
Pedagang membawa hasil bumi berupa sayur dan buah menggunakan jukung
Kapal tongkang pengangkut batu bara
Kapal tongkang pengangkut batu bara
Wisatawan berfoto di atas kelotok
Wisatawan berfoto di atas kelotok
Begitu lebarnya Sungai Barito hingga dapat dilalui kapal-kapal besar
Begitu lebarnya Sungai Barito hingga dapat dilalui kapal-kapal besar
detikTravel Community -

Melancong ke Banjarmasin identik dengan wisata ke Pasar Terapung di Muara Kuin, Lok Baintan, maupun Pasar Terapung Siring. Pagi hari terasa sangat damai.

Sensasi pengalaman membeli buah-buahan dan sayuran lokal, serta makanan khas dan jajanan tradisional Banjar dari atas jukung (perahu) maupun kelotok (perahu bermotor) di Sungai Barito adalah daya tarik tersendiri yang tak akan ditemukan di tempat lain.

Tapi tahukah Anda bahwa ada sisi lain Pasar Terapung yang dapat dinikmati sambil melihat lebih dekat kehidupan warga yang tinggal di pinggiran Sungai Barito?

Sungai Barito memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat Kalimantan. Bagaimana tidak, daerah aliran sungai yang membentang dari hulunya di Kalimantan Tengah hingga ujung selatan Kalimantan sekitar 900 km ini, telah menjadi jalur transportasi dan kawasan pemukiman penduduk secara turun temurun.

Konon Kampung Kuin dan Kampung Alalak yang berada di pinggiran Sungai Barito merupakan kampung tertua di Banjarmasin yang menjadi cikal bakal kota seribu sungai itu. Di sinilah tradisi jual beli di atas perahu bermula sejak sekitar 400 tahun yang lalu.

Kampung Alalak Selatan berlokasi tak jauh dari Pasar Terapung Muara Kuin. Di sepanjang Jalan Alalak Selatan berjajar rumah-rumah panggung yang tidak terlalu tinggi, sebagian beratap sirap, sebagian yang lain beratap seng. Adapun dinding dan lantainya terbuat dari kayu ulin yang lazim digunakan pada rumah tradisional Banjar.

Jika datang dari arah selatan, masuklah ke salah satu gang kecil di kiri jalan, yang ada di dekat papan penanda bertulis "Welcome to Kampung Wisata Alalak Selatan Banjarmasin".

Hanya sekitar beberapa puluh meter berjalan kaki, Sungai Barito yang mengalir tenang kini terhampar di depan mata. Batang-batang kayu besar disusun berjajar dari pinggir sungai hingga ke bagian tengahnya. Fungsinya sebagai dermaga sederhana untuk jukung dan kelotok yang ingin singgah, maupun sebagai tempat aktivitas warga di pinggir sungai.

Para pedagang yang membawa dagangannya menggunakan jukung dan kelotok sudah sibuk mengarungi sungai sebelum matahari terbit di ufuk timur. Berbagai makanan tradisional seperti apam (apem), untuk-untuk (sejenis roti goreng), jeruk, pisang, dan kudapan lainnya ditawarkan bersama teh panas yang masih mengepul. Kita bisa membelinya dari atas batang-batang kayu besar yang ditambatkan di atas tepian sungai tadi.

Suasana pagi semakin meriah dengan suara teriakan dan kecipak-kecipuk anak-anak yang ramai mandi sambil berlompatan ke sungai, sementara para ibu mereka mencuci pakaian. Lalu lalang jukung dan kelotok membawa penumpang maupun barang dagangan juga menarik untuk diamati selagi kita mencicipi kue-kue dan menghirup teh panas di atas batang kayu yang terayun riak-riak sungai.

Di bagian sungai yang lebih lebar, tak jarang kapal tongkang terlihat mengapung lambat mengangkut batu bara. Hal ini karena daerah muara Sungai Barito yang berakhir di Laut Jawa lebarnya mencapai 1 km, menjadikannya mudah dilalui kapal-kapal besar.

Dalam berapa minggu terakhir, sejumlah Kota dan Kabupaten di Kalimantan Selatan dilanda banjir yang sangat parah. Walaupun telah terbiasa dengan kehidupan sungai, namun bukan berarti bencana ini tidak mengganggu sendi-sendi kehidupan warga.

Semoga banjir cepat surut dan pemerintah dapat segera menemukan solusi yang terbaik untuk mengatasinya, sehingga Banjarmasin siap untuk menyambut para travellers kembali.

***

Artikel ini merupakan kiriman dari d'Traveler, Ridha Khairina dan telah dipublish di d'Traveler Stories. Ayo, kirimkan cerita perjalananmu ke SINI.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA