Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 21 Jul 2019 14:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Rehat Sejenak, Sabang Punya Banyak Pilihan Destinasi

Dicky
d'Traveler
Menikmati sunset di Sabang Hill
Menikmati sunset di Sabang Hill
Makanan Italia dinikmati di tepi pantai (Freddies Sumur Tiga)
Makanan Italia dinikmati di tepi pantai (Freddies Sumur Tiga)
Pelabuhan Balohan
Pelabuhan Balohan
Cagar Budaya Benteng Anoe Itam
Cagar Budaya Benteng Anoe Itam
Spot foto untuk menikmati sunrise dan secangkir teh di Mata Ei Resort
Spot foto untuk menikmati sunrise dan secangkir teh di Mata Ei Resort
detikTravel Community - Sabang adalah salah satu tempat wisata yang luar biasa di Indonesia. Bisa pula jadi tempat untuk merelaksasi pikiran dari kepenatan rutinitas.Ini adalah pengalaman liburan saya ke Sabang yang kedua kalinya. Alamat domisili saya di Subulussalam (ujungnya Aceh) di mana lebih dekat ke Medan dibandingkan dengan ibu kota propinsi daerah saya. Pertama kali saya ke Sabang pada saat event Sail Sabang bulan Desember 2017 yang lalu.Pada saat itu cuaca tidak mendukung, hujan ringan dan angin yang kencang setiap hari, uniknya di Sabang adalah snorkeling di Pulau Rubiah walaupun sedang hujan pemandangan bawah lautnya tetap cantik nan jernih. Namun hanya snorkelinglah yang membuat perjalanan itu terbayarkan, tidak banyak yang dapat saya ceritakan dari liburan ke Sabang 2 tahun lalu itu.Kondisi inilah yang membuat saya ingin kembali ke tempat itu karena banyak yang belum saya telusuri dari Sabang, mulai dari makanan, pantai, sunset dan tentunya snorkeling yang merupakan surganya bawah laut Indonesia.Hari PertamaNah, berangkat dari Subulussalam saya dan teman saya menggunakan transportasi darat menuju Banda Aceh. Kami berangkat pada hari Selasa pukul 7 malam dari Subulussalam dan sampai ke Banda pukul 6 pagi dengan menempuh 11 jam perjalanan termasuk berhenti di tempat biasa untuk beristirahat sejenak. Sesampainya di Banda kami langsung sarapan pagi dan singgah sesaat ke minimarket.Setelah itu kami langsung pergi ke Pelabuhan Ulee Lheue tempat untuk penyebrangan ke Pulau Weh, untuk yang belum tahu nama pulaunya itu dalah Weh dan Sabang itu adalah kotanya. Untuk mendapatkan tiket kapal harus melalukan pembelian on the spot (langsung ditempat), tidak ada pembelian online. Namun sebelumnya kami telah memesan dari teman yang tinggal di Banda.Harga tiket untuk ke Pulau Weh adalah Rp 30.000 untuk kapal lambat dan Rp 80.000 untuk kapal cepat (express) dan bisa juga memilih untuk kelas VIP dengan tiket Rp 100.000. Kami pun memutuskan untuk membeli tiket kapal yang cepat. Kapal berangkat pukul 10.00 WIB dan lamanya perjalanan sekitar 45 menit. Kapalnya sangat nyaman, ber-AC, bersih dan kursinya juga masih bagus namun tetap saja ada penjual yang bebas masuk untuk menjual dagangannya.Sesampainya di Pelabuhan Balohan (Pulau Weh) kami langsung menemui orang yang menyewakan mobil untuk transportasi kami di Sabang selama 3 hari yang sebelumnya sudah kami booking. Nah, untuk mobilnya kami sangat beruntung mendapat mobil keluaran terbaru. Harga sewanya pun lumayan murah Rp 350.000 per hari. Setelah itu kami pun langsung ke tempat makan karena jam sudah menunjukkan jam makan siang, kami memutuskan untuk makan siang di Freddies Restorant karena sebelumnya kami juga sudah melihat review tempat makan ini, tanpa berlama2 kami langsung memesan 2 pizza yang cukup terkenal ditempat ini dan beberapa makanan tambahan karena kami sangat kelaparan.Setelah makan siang kami pun menuju ke penginapan. Kami pun tiba di Mata Ei Resort pukul 14.00. Saya tidak menyangka ada resor yang bagus dan luas tempatnya. Ada dua bagian, pertama di bagian top dekat dengan resepsionis, kolam renang dan tempat makan pagi. Kedua, bagian below dekat dengan pantainya dan langsung menghadap sunrise. Tempat menginap kami yang di bagian below karena pada saat booking yang bagian top sudah full untuk informasi tambahan antara top dan below dipisahkan oleh jalan. Tapi untuk yang below ketika sarapan pagi harus ke atas dan kolam renang juga bisa digunakan oleh pengunjung.Pada bagian below tempat kami menginap lokasinya sangat indah dengan kondisi lingkungan yang luas, ada spot untuk menikmati sunrise, kolam ikan dan ada tangga turun untuk bisa langsung berenang ke pantai. Untuk kamar hotel kami difasilitasi dengan King Size Beds sehingga sangat nyaman recomended untuk pasangan yang sedang berbulan madu dengan fasilitas kamar yang lengkap. Di bagian teras hotel juga bisa digunakan untuk menikmati kopi atau teh hangat, bersantai dan mengobrol, juga ada hammock untuk bisa tidur bergelantungan.Dengan fasilitas ini kami menghabiskan biaya sebesar Rp 475.000 per malam. Setelah kami mandi dan badan kembali fresh kami berangkat ke situs cagar budaya Benteng Anoe Itam (merupakan bunker penyimpanan peluru dan senjata oleh tentara Jepang ketika perang dunia II) yang terletak di Anoi Itam. Tempat ini adalah peninggalan sejarah yang menjadi salah satu saksi Perang Dunia ke II. Banyak lubang-lubang di bukit ini yang konon katanya tempat penyimpanan peluru.Saya merasa kehilangan kata-kata pada saat itu karena kaki saya menginjakkan tepat dilokasi pernah terjadi pertumpahan darah penduduk Jepang yang terkena tembakan dari luar ke bukit nan tinggi itu. Setelah dari benteng ini kami bergegas pergi ke Sabang Hill, tempat untuk menyaksikan sunset.Pada awalnya sampai di sana kami tidak menyangka tempatnya seperti hotel yang sudah tidak diurus lagi atau sedang di renovasi. Kami pun ragu untuk turun dan coba cari tempat lain. Ternyata kami nyasar ke basecamp TNI. Kami pun kembali ke tempat yang awal tadi dan coba turun dari mobil dan ternyata ada spot untuk melihat sunset yang keren dan pemandangan yang bikin takjub.Sesaat mulut kami seperti terkena lem, melekat rapat sekali, tidak ada sepatah kata keluar, hanya pandang sana pandang sini, senyum-senyum sendiri. Moment matahari tenggelam pun kami abadikan dengan time lapse. Waktu pun menjalankan tugasnya dengan baik, berlalu begitu cepat sembari kami menari kegirangan. Matahari pun malu-malu melihat kami dan akhirnya ia pun bersembunyi di balik lautan.Kami memutuskan untuk kembali ke tempat badan ini ingin merebah di kasur nan empuk. Perut kami bergejolak dan ingin berlibur dengan menikmati Kota Sabang ini. Langsung saja kami mencari tempat makanan yang terkenal dan termasuk menjadi salah satu destinasi wisata kuliner di Sabang. Ya, Gurita. Kami menikmati malam pertama dengan menyantap Sate Gurita Ajo di dekat Kantor Wali Kota Sabang.Perut pun sudah mulai tenang dan mulai diam sembari icip-icip sate yang asing menurutnya. Setelah itu kami pun kembali ke hotel untuk menutup malam ini dengan senyuman. Bersambung, ...

BERITA TERKAIT
BACA JUGA